Jokowi Bocorkan Isi Pertemuan dengan Prabowo dan Mantan Presiden, Dari BoP hingga Tarif Dagang

Jokowi mengungkapkan isi pertemuan dengan Prabowo Subianto dan mantan Presiden di Istana Merdeka

oleh Fajar AbroriDiterbitkan 06 Maret 2026, 15:01 WIB
Jokowi

Liputan6.com, Jakarta - Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi mengungkapkan isi pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta pada Selasa (3/3/2026) malam.

Selain dengan Presiden Prabowo, pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka dan para mantan wakil wapres.

"Ya beliau Bapak Presiden menjelaskan mengenai dua hal besar, yaitu masuknya Indonesia ke Board of Peace (BoP) dan yang kedua mengenai tarif dagang Indonesia-Amerika,” kata Jokowi saat ditemui wartawan di kediaman pribadinya di Sumber, Solo pada Jumat (6/3/2026).

Mantan Wali Kota Solo itu mengatakan dalam pertemuan itu Presiden Prabowo Subianto menjelaskan terkait alasan bergabungnya Indonesia ke dalam BoP. Dalam organisasi itu, Presiden Prabowo menjelaskan sebagai ajang untuk dialog antarnegara.

"Yang pertama mengenai BoP, beliau menyampaikan bahwa perlunya kita berada di dalam forum itu untuk membangun sebuah dialog yang baik agar dunia menjadi lebih damai," jelasnya.

Tarif Dagang Indonesia-AS

Selain itu, Jokowi mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto menjelaskan bahwa tarif dagang antara Indonesia dengan Amerika. "Mengenai tarif, beliau juga menjelaskan bahwa tarif itu yang justru lebih banyak itu yang nol persen karena ada 1.800 item komoditi barang yang diberikan bebas tarif nol peren. Ini yang tidak banyak diketahui oleh masyarakat," ujar dia.

Lebih lanjut, Jokowi mengatakan bahwa tarif dagang antara Indonesia dengan Amerika Serikat sangat penting. Pasalnya perdagangan ekspor dari Tanah Air ke negara Paman Sam itu sangat tinggi sangat melimpah.

"Pentingnya tarif bagi kita ya agar ekspor kita ke Amerika semakin banyak karena kita dengan Amerika sudah surplus. Seingat saya kurang lebih US$ 18 miliar. Saya kira ini sebuah angka yang sangat besar yang itu bisa kita tingkatkan lagi surplusnya," harapnya.

Jokowi menilai pertemuan yang dihadiri mantan presiden dan mantan wakil presiden hingga para tokoh nasional itu merupakan sebuah gagasan yang sangat baik untuk saling memberikan masukan. Ia pun meminta forum pertemuan seperti itu diharapkan bisa diselenggarakan secara rutin.

"Ya semua menyampaikan pendapat, memberikan saran, ada Pak SBY, ada Pak JK, Pak Ma’ruf Amin, ketua-ketua partai dan juga mantan-mantan menteri luar negeri. Semuanya memberikan masukan yang sangat baik forum-forum itu dilakukan secara rutin," kata dia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya