Liputan6.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menerima kiriman karangan bunga dari warga Pekalongan menyusul penangkapan Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK.
Beberapa karangan bunga tersebut bertuliskan pesan-pesan menohok sekaligus dukungan penuh bagi lembaga antirasuah tersebut. Di antaranya berbunyi, "Terima Kasih, Komite Pemberantasan Korupsi Anda Penyelamat Kami", "Terima Kasih KPK, Lanjutkan Kasus yang Lainnya", hingga "Terima Kasih Kepada KPK, Yg Sudah Bekerja Keras".
Advertisement
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada masyarakat Pekalongan atas dukungan tersebut. Menurutnya, kiriman karangan bunga itu mencerminkan kepercayaan serta harapan publik terhadap KPK.
"Hari ini kami mendapatkan banyak pesan dukungan dari warga Pekalongan, bahkan sampai ada yang mengirimkan karangan bunga," kata Budi kepada awak media di Jakarta, Kamis (5/3/2026).
Ia mengatakan pemberantasan korupsi harus dilakukan secara kolektif. Budi pun mengajak masyarakat untuk terus berkolaborasi, terutama dalam upaya pencegahan.
"Kalau kita bicara pemberantasan korupsi, ini adalah ikhtiar kolektif dan KPK berkomitmen untuk terus berkolaborasi dengan seluruh unsur masyarakat, khususnya untuk upaya-upaya pencegahan ataupun mitigasi ke depan," sambungnya.
OTT KPK
Sebelumnya, pada 3 Maret 2026, KPK mengumumkan telah melakukan rangkaian operasi tangkap tangan (OTT) pada bulan Ramadan. Operasi tersebut sekaligus menjadi OTT ketujuh yang dilakukan KPK sepanjang tahun ini.
Dalam operasi tersebut, KPK menangkap Bupati Pekalongan Fadia Arafiq bersama ajudan serta orang kepercayaannya di wilayah Semarang, Jawa Tengah.
Fadia ditangkap terkait dugaan pengadaan outsourcing atau tenaga alih daya pada sejumlah dinas di Pemerintah Kabupaten Pekalongan.