Liputan6.com, Jakarta - Top 3 news hari ini terkait Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, sebagai tersangka kasus dugaan pengadaan jasa outsourcing dan pengadaan lainnya pada tahun anggaran 2023–2026. Kini, dia ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) KPK hingga 23 Maret 2026.
Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur mengungkapkan, dugaan pelanggaran yang dilakukan Fadia Arafiq sebenarnya telah lama mendapat peringatan dari internal pemerintah daerah. Peringatan itu salah satunya datang dari Sekretaris Daerah Pekalongan Mohammad Yulian Akbar.
Advertisement
Menurut Asep, peringatan itu muncul sejak Fadia Arafiq mendirikan perusahaan PT RNB dan kemudian mengikuti proses pengadaan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan.
Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas bersama sejumlah menteri di Istana Merdeka Jakarta, pada Rabu, (4/3/2026), untuk memastikan kesiapan sektor energi dan pangan menjelang Hari Raya Idulfitri.
Dalam rapat tersebut, pemerintah melakukan pengecekan menyeluruh untuk memastikan ketersediaan stok serta stabilitas harga agar masyarakat dapat menjalani Ramadan hingga Lebaran dengan tenang.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan dirinya dan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan melaporkan kepada Prabowo bahwa pasokan energi dan pangan tetap aman terkendali.
Berita terpopuler lainnya di kanal News Liputan6.com adalah terkait Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono membeberkan alasan kader-kadernya sering turun ke bawah atau konstituen, saat acara buka bersama di Hotel Fairmont, Jakarta, Rabu 4 Maret 2026.
Dalam pidatonya tersebut, AHY berkelakar kepada Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Sugiono. Ia mengatakan bahwa itu bukan sebuah manuver politik, melainkan semangat kader dalam 25 tahun Partai Demokrat.
Setelah celetukannya tersebut, AHY kembali menegaskan bahwa Partai Demokrat benar-benar akan mengawal pemerintahan di bawah Presiden Prabowo Subianto.
Berikut deretan berita terpopuler di kanal News Liputan6.com sepanjang Rabu 4 Maret 2026:
1. Sekda Sudah Ingatkan Bu Bupati, Kok Bikin Perusahaan Sendiri Ikut Tender
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, sebagai tersangka kasus dugaan pengadaan jasa outsourcing dan pengadaan lainnya pada tahun anggaran 2023–2026. Kini, dia ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) KPK hingga 23 Maret 2026.
Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur mengungkapkan, dugaan pelanggaran yang dilakukan Fadia Arafiq sebenarnya telah lama mendapat peringatan dari internal pemerintah daerah. Peringatan itu salah satunya datang dari Sekretaris Daerah Pekalongan Mohammad Yulian Akbar.
Menurut Asep, peringatan itu muncul sejak Fadia Arafiq mendirikan perusahaan PT RNB dan kemudian mengikuti proses pengadaan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan.
"Jadi pak sekda dalam keterangannya kepada penyidik menyampaikan bahwa yang bersangkutan beserta beberapa pihak lainnya telah berulang kali mengingatkan bu bupati mengenai potensi adanya konflik kepentingan ketika bupati mendirikan perusahaan PT RNB dan kemudian ikut dalam pengadaan di Kabupaten Pekalongan," ujar Asep dalam konferensi pers, Rabu 4 Maret 2026.
2. Bahlil dan Zulhas Lapor ke Prabowo: Pasokan Energi dan Pangan Aman Jelang Lebaran
Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas bersama sejumlah menteri di Istana Merdeka Jakarta, pada Rabu, (4/3/2026), untuk memastikan kesiapan sektor energi dan pangan menjelang Hari Raya Idulfitri.
Dalam rapat tersebut, pemerintah melakukan pengecekan menyeluruh untuk memastikan ketersediaan stok serta stabilitas harga agar masyarakat dapat menjalani Ramadan hingga Lebaran dengan tenang.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan dirinya dan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan melaporkan kepada Prabowo bahwa pasokan energi dan pangan tetap aman terkendali.
"Baik saya maupun Pak Zul sudah menyampaikan kepada Presiden, dari sektor energi maupun pangan terhadap harga-harga juga masih dalam kondisi yang terjangkau," kata Bahlil usai rapat di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu 4 Maret 2026.
3. Pesan AHY ke Prabowo: Demokrat Sering Turun ke Bawah Bukan Manuver Politik, Pemilu masih Lama
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono membeberkan alasan kader-kadernya sering turun ke bawah atau konstituen, saat acara buka bersama di Hotel Fairmont, Jakarta, Rabu 4 Maret 2026.
Dalam pidatonya tersebut, AHY berkelakar kepada Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Sugiono. Ia mengatakan bahwa itu bukan sebuah manuver politik, melainkan semangat kader dalam 25 tahun Partai Demokrat.
"Pak Sekjen Gerindra, mohon dilaporkan ke Pak Presiden selaku pembina koalisi, pembina partai-partai politik, kalau Demokrat tahun ini agak sering turun ke bawah karena semangatnya 25 tahun tadi. Tolong jangan disalahartikan sebagai sebuah manuver politik karena pemilu masih lama," celetuk AHY kepada Sugiono.
Setelah celetukannya tersebut, AHY kembali menegaskan bahwa Partai Demokrat benar-benar akan mengawal pemerintahan di bawah Presiden Prabowo Subianto.