Liputan6.com, Jakarta - Kombinasi makanan yang sebaiknya tidak dikonsumsi bersamaan saat Lebaran sering kali terabaikan ketika meja makan dipenuhi hidangan khas seperti opor ayam, rendang, ketupat, hingga kue kering dan minuman manis. Tanpa disadari, kebiasaan mencampur berbagai jenis makanan sekaligus setelah sebulan berpuasa dapat membuat sistem pencernaan bekerja lebih berat, terutama jika makanan yang dikonsumsi tinggi lemak, gula, dan karbohidrat sederhana.
Selain jumlah, cara mengombinasikan makanan juga memengaruhi kenyamanan lambung, kadar gula darah, dan risiko peningkatan kolesterol. Hal ini menjadi penting, terutama bagi penderita asam lambung, diabetes, hipertensi, atau asam urat, agar tetap bisa menikmati momen Lebaran tanpa mengalami keluhan seperti begah, mual, atau nyeri di kemudian hari. Berikut ulasan selengkapnya, dirangkum Liputan6.com pada Jumat (20/3/2026).
Advertisement
1. Opor Ayam dan Sambal Goreng Ati
Opor ayam merupakan hidangan bersantan yang kaya rasa karena menggunakan santan kental, bumbu rempah lengkap, serta sering kali disajikan bersama bagian ayam yang masih berkulit, sehingga kandungan lemak jenuhnya cukup tinggi dan membuat teksturnya terasa gurih serta creamy di lidah. Ketika opor ayam dikonsumsi dalam jumlah besar, sistem pencernaan membutuhkan waktu lebih lama untuk memecah lemak, apalagi setelah sebulan tubuh beradaptasi dengan pola makan yang lebih terkontrol selama Ramadan.
Di sisi lain, sambal goreng ati yang biasanya terdiri dari hati ayam atau sapi yang dimasak dengan minyak dan terkadang tambahan santan juga memiliki kandungan kolesterol yang tidak sedikit, sehingga ketika kedua hidangan ini disantap bersamaan dalam porsi besar, tubuh menerima asupan lemak dan kolesterol dalam satu waktu yang cukup tinggi. Kombinasi ini dapat memicu rasa begah, mual, bahkan memperparah keluhan asam lambung pada sebagian orang yang sensitif terhadap makanan berlemak.
Agar tetap bisa menikmati keduanya tanpa khawatir, sebaiknya pilih salah satu sebagai lauk utama dan kombinasikan dengan lalapan segar, acar, atau sayuran rebus yang dapat membantu memperlancar pencernaan, sehingga beban kerja lambung tidak terlalu berat dan tubuh tetap merasa nyaman sepanjang hari silaturahmi.
2. Rendang dan Gulai atau Sayur Bersantan
Rendang dikenal sebagai salah satu makanan khas Lebaran yang dimasak dalam waktu lama hingga santannya menyusut dan bumbunya meresap sempurna ke dalam daging, sehingga menghasilkan rasa yang sangat kaya sekaligus kandungan lemak yang cukup tinggi, terutama jika menggunakan bagian daging yang berlemak. Proses memasak yang lama memang membuat rendang tahan lama, tetapi tidak mengurangi kandungan kalori yang cukup besar dalam setiap porsinya.
Ketika rendang dipadukan dengan gulai kambing atau sayur labu kuah santan dalam satu piring, tubuh menerima asupan santan berlapis yang membuat total lemak jenuh meningkat secara signifikan dalam satu kali makan, sehingga berpotensi meningkatkan kadar kolesterol dan membuat perut terasa penuh lebih lama. Bagi orang yang memiliki riwayat tekanan darah tinggi atau kolesterol, kebiasaan ini dapat menjadi pemicu naiknya angka kesehatan yang seharusnya dijaga.
Alternatif yang lebih aman adalah mengombinasikan rendang dengan sayuran tanpa santan seperti tumis buncis, urap, atau lalapan segar, sehingga komposisi nutrisi dalam satu piring lebih seimbang dan tidak hanya didominasi oleh lemak dari santan dan daging.
3. Mie Goreng dan Nasi atau Ketupat
Pada beberapa rumah, mie goreng sering disajikan sebagai pelengkap hidangan utama dan tanpa sadar dikonsumsi bersamaan dengan nasi atau ketupat dalam satu piring. Kombinasi ini sebenarnya menyatukan dua sumber karbohidrat utama yang sama-sama tinggi kalori, sehingga total asupan energi meningkat tajam dalam satu kali makan.
Lonjakan karbohidrat dalam jumlah besar dapat menyebabkan peningkatan gula darah yang cukup cepat, terutama setelah tubuh terbiasa pola makan terkontrol selama bulan puasa. Akibatnya, tubuh merasa sangat kenyang dan mengantuk karena energi berlebih yang harus diproses, sementara aktivitas silaturahmi masih berlangsung sepanjang hari.
Untuk menghindari beban kalori berlebihan, sebaiknya pilih salah satu sumber karbohidrat saja dalam satu waktu makan, baik mie, nasi, maupun ketupat. Dengan begitu, keseimbangan nutrisi tetap terjaga dan tubuh tidak mengalami lonjakan energi yang terlalu drastis dalam waktu singkat.
4. Kue Kering Manis dan Minuman Manis Bersamaan
Aneka kue kering seperti nastar, putri salju, dan kastengel umumnya mengandung gula, mentega, serta tepung dalam jumlah cukup tinggi, sehingga meskipun ukurannya kecil, kalorinya tidak bisa dianggap remeh, terutama jika dikonsumsi berulang kali saat berkunjung dari satu rumah ke rumah lainnya. Tanpa disadari, beberapa potong kue saja sudah menyumbang asupan gula yang cukup besar.
Ketika kue kering tersebut dinikmati bersama sirup manis, minuman bersoda, atau teh manis, total asupan gula dalam satu waktu meningkat drastis dan dapat memicu lonjakan gula darah yang signifikan, terutama pada orang dengan riwayat diabetes atau prediabetes. Lonjakan ini tidak hanya berdampak pada kadar gula, tetapi juga dapat membuat tubuh terasa cepat lelah dan haus berlebihan.
Untuk mengurangi risiko tersebut, sebaiknya imbangi konsumsi kue manis dengan air putih atau teh tawar hangat agar kadar gula tetap lebih terkendali dan tubuh tidak mengalami kelebihan kalori dalam waktu singkat.
5. Makanan Pedas dan Minuman Bersoda
Makanan pedas yang mengandung cabai dalam jumlah banyak dapat merangsang produksi asam lambung dan menimbulkan sensasi panas pada perut, terutama bagi orang yang memiliki riwayat gastritis atau refluks asam lambung, sehingga perlu dikonsumsi dengan bijak setelah sebulan berpuasa. Sensasi pedas memang menggugah selera, tetapi efeknya pada lambung bisa cukup kuat.
Ketika makanan pedas tersebut langsung disusul dengan minuman bersoda yang mengandung gas dan gula, tekanan di dalam lambung dapat meningkat karena akumulasi gas, sehingga memicu kembung, sendawa berlebihan, atau rasa tidak nyaman di dada. Kombinasi ini juga dapat memperparah gejala asam lambung naik pada sebagian orang.
Pilihan yang lebih aman adalah mengonsumsi air putih atau minuman hangat tanpa gula setelah makan pedas, sehingga lambung tidak terbebani oleh gas tambahan dari soda dan proses pencernaan tetap berjalan lebih stabil.
6. Daging Berlemak dan Jeroan dalam Porsi Besar
Daging berlemak seperti bagian sandung lamur atau iga memiliki kandungan lemak jenuh yang cukup tinggi, sementara jeroan seperti hati, paru, dan usus mengandung kolesterol dan purin yang juga tidak sedikit, sehingga ketika keduanya dikonsumsi bersamaan dalam jumlah besar, asupan zat tersebut meningkat secara signifikan dalam satu kali makan. Kombinasi ini sering kali menjadi favorit karena rasanya yang gurih dan teksturnya yang khas.
Bagi penderita asam urat, konsumsi jeroan dalam jumlah banyak dapat memicu peningkatan kadar asam urat dalam darah yang berujung pada nyeri sendi, sementara bagi orang dengan kolesterol tinggi, kebiasaan ini dapat meningkatkan risiko gangguan jantung jika dilakukan terus-menerus. Dampaknya mungkin tidak langsung terasa, tetapi efek jangka panjangnya perlu diwaspadai.
Agar lebih aman, pilih potongan daging tanpa lemak, batasi konsumsi jeroan, dan pastikan dalam satu piring terdapat sayuran yang cukup untuk membantu menyeimbangkan asupan nutrisi serta mendukung metabolisme tubuh setelah perayaan Lebaran.
Pertanyaan dan Jawaban seputar Topik
Apakah boleh makan semua hidangan Lebaran dalam satu waktu?
Boleh, tetapi sebaiknya dalam porsi kecil dan tidak menggabungkan terlalu banyak makanan tinggi lemak, gula, dan karbohidrat sekaligus.
Kenapa setelah makan Lebaran sering mengantuk?
Karena konsumsi karbohidrat dan gula berlebihan dapat memicu lonjakan gula darah yang diikuti penurunan cepat sehingga tubuh terasa lemas dan mengantuk.
Apakah santan berbahaya saat Lebaran?
Tidak berbahaya jika dikonsumsi dalam jumlah wajar, namun konsumsi berlebihan dan dikombinasikan dengan makanan tinggi lemak lain dapat meningkatkan risiko kolesterol.
Bagaimana cara aman menikmati kue Lebaran?
Batasi jumlahnya, imbangi dengan air putih, dan hindari mengonsumsinya bersamaan dengan minuman manis.
Siapa yang perlu lebih berhati-hati saat Lebaran?
Orang dengan riwayat diabetes, kolesterol tinggi, hipertensi, asam lambung, dan asam urat sebaiknya lebih selektif dalam memilih kombinasi makanan.