Jelang Lebaran, Transjakarta Targetkan Rute Baru Ini Segera Beroperasi

Transjakarta menargetkan rute baru menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) dari Blok M segera dilakukan sebelum periode mudik Lebaran.

oleh Winda NelfiraDiterbitkan 04 Maret 2026, 11:40 WIB
Untuk diketahui, sepanjang 2024, Transjakarta melayani 371,4 juta pelanggan dengan rata-rata lebih dari 1 juta pelanggan per hari. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - PT Transjakarta menargetkan pengoperasian rute baru menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) dari Blok M segera dilakukan sebelum periode mudik Lebaran 2026.

Direktur Utama (Dirut) Transjakarta Welfizon Yuza mengatakan, pihaknya saat ini tengah menyiapkan rute baru tersebut setelah menjalin koordinasi dengan PT Angkasa Pura Indonesia dan pemerintah pusat terkait perizinan operasional.

BACA JUGA: Puncak HUT Ke-499 Jakarta, Naik Transjakarta, MRT, dan LRT Cuma Rp1!

“Minggu lalu kita sudah ketemu dengan Angkasa Pura. Angkasa Pura juga sedang bahas MOU. Kemarin draf MOU sudah kami tanda tangani, proses tanda tangan di Angkasa Pura,” kata Welfizon dalam keterangannya di Jakarta, dikutip Rabu (4/3/2026).

Dalam rencana operasional, Transjakarta akan menambah layanan baru bertajuk SH2 dengan rute Blok M-Bandara Soekarno-Hatta (Soetta). Rute ini melengkapi layanan eksisting yang sudah ada sebelumnya, yakni layanan SH1 rute Kalideres–Bandara.

“Sekarang kan kita punya SH1 (Kalideres-Bandara). Kalau yang sekarang kita siapin ini dari Blok M ke Bandara (SH2). Blok M terus kemudian nanti lewat di Sudirman, kemudian di naik ke Semanggi, ke MPR/DPR, terus kemudian nanti masuk tol,” jelasnya.

Welfizon memastikan layanan Transjakarta SH1 dari Kalideres tetap akan beroperasi setelah rute baru SH2 diluncurkan.

“Kalideres tetap ada. Jadi nanti namanya SH2. Kalideres itu SH1, nanti rute yang Blok M itu SH2,” katanya.

Welfizon berujar bahwa Transjakarta juga masih membahas titik pemberhentian bus di area bandara seiring kebijakan pengelola bandara untuk mengurangi kepadatan kendaraan di masing-masing terminal.

“Ini yang kita lagi bahas ya. Karena dari Angkasa Pura pun mereka juga punya kebijakan untuk mengurangi arus kendaraan yang masuk ke masing-masing terminal,” ujarnya.

 

Pihak Bandara Mendukung

Menurut Welfizon, pada prinsipnya pihak bandara mendukung kehadiran layanan Transjakarta karena dapat menambah alternatif transportasi menuju dan dari Bandara Soekarno-Hatta.

“Pada prinsipnya Angkasa Pura men-support, karena ini tentu juga menjadi menambah pilihan transportasi menuju atau dari dan ke Bandara Soekarno-Hatta,” katanya.

Selain menunggu finalisasi kerja sama, pihaknya juga tengah mendorong proses perizinan yang menjadi wewenang Kementerian Perhubungan (Kemenhub) agar layanan dapat segera dioperasikan.

“Karena MOU kita dengan Angkasa Pura sudah, maka nanti proses di Kemenhub nanti akan kita dorong untuk segera perizinannya bisa keluar,” kata Welfizon.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya