Polri Sediakan Ribuan Posko Pengaman dan Pelayanan untuk Para Pemudik Saat Operasi Ketupat 2026

Polri menyediakan 2.746 posko pengamanan, pelayanan, dan terpadu saat Operasi Ketupat 2026.

oleh Rifqy Alief AbiyyaDiterbitkan 02 Maret 2026, 15:20 WIB
Menko PMK Muhadjir Effendy (tengah) dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kiri) melepas Mudik Aman Mudik Sehat di Terminal Jatijajar, Depok, Jawa Barat, Kamis (28/4/2022). Enesis Group membuka posko mudik dan arus balik di beberapa titik di Pulau Jawa sejak 25 April hingga 8 Mei 2022 untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Polri atau Kepolisian Republik Indonesia menggelar Operasi Ketupat 2026 dari tanggal 13-15 Maret 2026. Dalam operasi ini, Polri menyediakan 2.746 posko pengamanan, pelayanan, dan terpadu.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo merinci, total 2.746 posko terdiri dari 1.624 posko pengamanan, 779 posko pelayanan, dan 343 posko terpadu.

"Di mana 1.624 bentuknya adalah Pos Pam dimana kegiatannya lebih banyak sebagai pusat informasi dan juga kegiatan-kegiatan gatur lalin," ujar Listyo dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Bidang Operasional Tahun 2026 di Auditorium Mutiara STIK-PTIK, Senin (2/3/2026).

Sementara itu, posko pelayanan tersebut dapat digunakan sebagai tempat istirahat bagi pengemudi kelelahan. Selanjutnya ada posko terpadu yang didalamnya tersedia rest area serta pelayanan lain untuk para pemudik.

Listyo menegaskan, bagi para pemudik agar bisa memanfaatkan fasilitas-fasilitas yang disediakan. Ia menyebut akan ada sosialisasi yang diberikan oleh kepolisian.

Operasi Ketupat 2026 akan melibatkan 161.242 personel gabungan, yang terdiri Polri, TNI, dan instansi terkait.

"Ada 161 ribu personel gabungan, terdiri dari Polri, kemudian TNI, instansi terkait, dan seluruh stakeholder. Dan ini tentunya kita harapkan untuk betul-betul bisa bekerja sama dengan maksimal untuk keberhasilan di pelayanan arus mudik maupun arus balik," terang Listyo.

 

Personel Gabungan Bakal Disebar

Petugas kepolisian mengikuti apel operasi ketupat 2019 di lapangan Silang Monas, Jakarta, Selasa (28/5/2019). Objek pengamanan dalam Operasi Ketupat Tahun 2019, antara lain berupa 898 terminal, 379 stasiun kereta api, 592 pelabuhan 212 bandara. (merdeka.com/Imam Buhori)

Personel gabungan ini akan disebar ke berbagai titik objek pengamanan. Diketahui ada 185.608 objek pengamanan. Mulai dari masjid, tempat salat Idulfitri, objek wisata, pusat belanja, terminal, pelabuhan, stasiun kereta api, dan bandara.

Listyo mengajak kepada seluruh instansi atau stakeholder terkait agar memberikan pelayanan terbaik di tempat wisata, tempat ibadah, transportasi umum, jalur mudik, jalur penyeberangan, hingga rest area.

"Mohon untuk stakeholder terkait yang mungkin di sebelah kanan itu tertulis, mungkin itu silakan untuk kemudian nanti di lapangannya saling bersinergi untuk bisa memberikan pelayanan terbaik," tandas Listyo.

Sebelumnya, Polri atau Kepolisian Republik Indonesia bersama kementerian/lembaga menggelar Operasi Ketupat 2026 dalam rangka pengamanan mudik dan perayaan Idulfitri 1447 H. Operasi Ketupat 2026 digelar selama 13 hari, yaitu 13 Maret-25 Maret 2026.

"Dilaksanakan selama 13 hari dari tanggal 13 Maret sampai dengan tanggal 25 Maret 2026 ini," ujar Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo kepada wartawan, Jakarta, Senin (2/3/2026).

 

Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026

Kamis (3/7/14), puluhan anggota polri saat apel kesiapan kepolisian dalam mempersiapkan Operasi Ketupat 2014 di Jakarta. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Dalam Operasi Ketupat 2026, Polri mengerahkan total 161.243 personel gabungan untuk melakukan pengamanan di berbagai titik.

"Pelibatan personel yang dilibatkan gabungan sebesar 161.243 personel," ucap Dedi.

Selanjutnya, Dedi menyebutm arus mudik 2026 akan ada dua gelombang. Gelombang pertama yaitu tanggal 14 dan 15 Maret, sedangkan gelombang kedua pada 18 dan 19 Maret. Puncak arus mudik pada 19 Maret juga bertepatan dengan Haei Raya Nyepi.

"Prediksi arus mudik diprediksi akan terjadi pada gelombang pertama itu tanggal 14 sampai tanggal 15 Maret 2026, kemudian gelombang kedua tanggal 18 sampai tanggal 19 Maret 2026," terang Dedi.

Sementara itu, arus balik mudik 2026 juga diprediksi ada dua gelombang, yakni tanggal 24 - 25 Maret, serta 28 - 29 Maret.

"Sedangkan puncak arus balik juga diprediksi diperkirakan pada tanggal 25 sampai 26 Maret ini gelombang pertama, dan gelombang kedua diperkirakan tanggal 28 sampai tanggal 29 Maret 2026," jelas Dedi.

Infografis Ragam Pelanggaran yang Ditindak dalam Operasi Keselamatan Jaya 2026. (Liputan6.com/Istimewa)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya