Pemprov DKI Antisipasi Dampak Ekonomi Imbas AS-Israel Serang Iran, Pastikan Stok Pangan Memadai

Pemprov DKI Jakarta pastikan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat di ibu kota dalam jumlah aman dan mencukupi.

oleh Winda NelfiraDiterbitkan 02 Maret 2026, 14:52 WIB
Warga memilih sebelum membeli kebutuhan bahan pokok makanan di Pasar Kebayoran, Jakarta, Rabu (16/7/2025). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat di ibu kota tersedia dalam jumlah aman dan mencukupi, khususnya selama bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 1447 H/2026 M.

Pernyataan ini disampaikan untuk merespons situasi geopolitik global di tengah konflik Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran yang memanas, dan berpotensi memengaruhi harga komoditas internasional.

"Berdasarkan prognosa kebutuhan dan ketersediaan pangan, seluruh komoditas strategis di Jakarta berada dalam status cukup dengan cadangan yang memadai di tengah memanasnya konflik AS-Israel dan Iran," ujar Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo dalam keterangan tertulis, Senin (2/3/2026).

Ratu mengatakan, Pemprov DKI Jakarta telah melakukan proyeksi kebutuhan secara detail untuk periode Ramadan dan Idulfitri 2026. Ia tak menampik bahwa ada peningkatan kebutuhan pangan pada periode Ramadan ini untuk komoditas tertentu.

Rinciannya, kata Ratu, pada komoditas telur ayam yang naik sekitar 7,5 persen, daging sapi/kerbau, serta bawang putih yang naik sekitar 3,5 persen. Namun, dia memastikan stok beras di Jakarta tersedia lebih dari 100 ribu ton atau jauh di atas kebutuhan sekitar 68 ribu ton.

"Sementara daging ayam dan daging sapi juga memiliki cadangan berlipat dari kebutuhan bulanan. Begitu pula gula pasir dan minyak goreng yang stoknya mencapai puluhan ribu ton dan dinyatakan mencukupi," terang Ratu.

 

Lonjakan Konsumsi Komoditas Strategis

Aktivitas pedagang di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (14/12/2022). Telur ayam ras terpantau naik menjadi Rp 31.250 per kg, bawang merah menjadi Rp 38.200 per kg, cabai rawit merah menjadi Rp 54.600 per kg, cabai rawit hijau menjadi Rp 46.500 per kg, dan minyak goreng curah Rp 15.000 per kg. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Ratu menjelaskan, lonjakan konsumsi komoditas strategis diproyeksikan mengalami kenaikan menjelang Idulfitri atau pada periode Maret ini 2025 ini.

Menurut dia, berdasarkan data sementara, kenaikan terbesar terjadi pada telur ayam yang meningkat lebih dari 17 persen, disusul daging ayam dan bawang merah yang naik di atas 10 persen.

"Meski demikian, stok beras tercatat lebih dari 136 ribu ton, jauh melampaui kebutuhan sekitar 78 ribu ton. Komoditas protein hewani, gula pasir, minyak goreng, serta aneka hortikultura juga memiliki buffer stok yang memadai," kata Ratu.

Lebih lanjut, ia juga memastikan serangkaian langkah antisipatif untuk meredam dampak dari potensi gejolak harga akibat dinamika global tersebut.

Menurut Ratu, Pemprov DKI telah memperkuat koordinasi dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) pangan, distributor utama, asosiasi pedagang, serta pemerintah pusat guna memastikan kelancaran distribusi dan ketersediaan stok harian di pasar-pasar tradisional maupun ritel modern.

"Kami juga akan intensifikasi proses monitoring harga di lapangan. Jika ditemukan indikasi kenaikan harga yang tidak wajar, kami segera lakukan intervensi melalui operasi pasar, bazar pangan murah, hingga optimalisasi pasokan dari BUMD," ucap dia.

Ratu turut mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan panic buying. Sebab, pasokan kebutuhan pokok strategis hingga Idulfitri dipastikan dalam kondisi aman.

"Komitmen kami jelas, menjaga stabilitas pasokan dan harga agar masyarakat dapat menjalankan Ramadan dan merayakan Idulfitri dengan nyaman," tandasnya.

 

Pemprov DKI Luncurkan Program Mudik ke Jakarta, MRT hingga TransJakarta Gratis saat Lebaran

Rangkaian kereta MRT melintas di kawasan Blok M, Jakarta, Rabu (10/3/2021). Kementerian Perhubungan berencana akan membangun MRT dan light rail transit (LRT) di lima kota yakni Bali, Bandung, Surabaya, Medan dan Makassar yang didanai lewat skema dana abadi Indonesia. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengajak masyarakat untuk menghabiskan libur Lebaran di ibu kota melalui program bertajuk Mudik ke Jakarta. Program ini menghadirkan berbagai promosi, mulai dari tiket wisata hingga hotel di Jakarta.

“Tema utamanya adalah 'Mudik ke Jakarta'. Kenapa ‘Mudik ke Jakarta’? Daripada macet-macetan, susah. Kemudian sekarang kan sudah eranya video call. Sama saudara bisa kapan saja ketemu,” kata Pramono di Jakarta Pusat, Jumat 27 Februari 2026.

Program Mudik ke Jakarta dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bekerja sama dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DKI Jakarta, Asosiasi Travel Agen Indonesia (Astindo) DKI Jakarta, serta Jakarta Experience Board.

Program tersebut akan berlangsung mulai 27 Februari hingga 31 Maret 2026.

Selain promosi wisata dan hotel, Pemprov DKI Jakarta juga akan menggratiskan layanan transportasi umum selama Lebaran. Transportasi yang digratiskan meliputi LRT Jakarta, MRT Jakarta, dan Transjakarta.

Jakarta juga menghadirkan program Jakarta Festive Wonder yang diikuti oleh 101 pusat perbelanjaan di ibu kota. Melalui program ini, masyarakat dapat menikmati potongan harga hingga 70 persen.

Infografis Mudik Gratis Lebaran 2026 DKI Jakarta. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya