Liputan6.com, Washington, DC - Putra shah terakhir Iran, Reza Pahlavi, pada Sabtu (28/2/2026) menyatakan keyakinannya bahwa kemenangan atas Republik Islam Iran semakin dekat, menyusul serangan yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Pernyataan tersebut disampaikan Pahlavi melalui sebuah pesan video yang diunggah secara daring tidak lama setelah serangan terjadi.
Advertisement
Reza Pahlavi, yang hidup dalam pengasingan di wilayah Washington, mengatakan bahwa kemenangan sudah sangat dekat.
"Kita sangat dekat dengan kemenangan akhir. Saya ingin segera berada di sisi Anda sehingga bersama-sama kita dapat merebut kembali dan membangun kembali Iran," kata dia dalam pesan tersebut seperti dikutip dari CNA.
Reza Pahlavi selama ini secara terbuka menyerukan pembentukan sistem demokrasi sekuler di Iran, yakni pemerintahan yang memisahkan agama dari urusan negara. Namun demikian, gagasan dan kepemimpinannya tidak mendapat dukungan penuh dari seluruh kelompok oposisi maupun para pengkritik Republik Islam. Dalam pernyataannya pada Sabtu, ia juga mengimbau rakyat Iran untuk bersabar, namun bersiap turun ke jalan pada waktu yang akan ditentukan.
"Dalam jam-jam dan hari-hari yang sensitif ini, lebih dari sebelumnya kita harus tetap fokus pada tujuan utama kita: merebut kembali Iran," kata Reza Pahlavi.
Ia meminta masyarakat untuk sementara waktu tetap berada di rumah demi menjaga keselamatan dan keamanan.
"Saya meminta Anda untuk tetap berada di rumah untuk saat ini dan menjaga keselamatan serta keamanan Anda. Tetap waspada dan siap sehingga, pada waktu yang tepat — yang akan saya umumkan secara tepat kepada Anda — Anda dapat kembali ke jalan untuk aksi terakhir," ujarnya.
Reza Pahlavi adalah putra mahkota terakhir dari takhta kekaisaran Iran. Ia merupakan putra sulung dari mendiang Shah Mohammad Reza Pahlavi yang digulingkan dalam Revolusi Islam tahun 1979.