Liputan6.com, Jakarta - PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI), produsen Sari Roti mencatat kinerja keuangan lesu pada 2025. Pendapatan perseroan turun tipis, tetapi laba merosot 28,6% sepanjang 2025.
Mengutip laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Sabtu (28/2/2026), PT Nippon Indosari Corpindo Tbk meraup pendapatan Rp 3,75 triliun pada 2025. Pendapatan perseroan turun 4,4% dari periode sama tahun sebelumnya Rp 3,93 triliun.
Advertisement
Beban pokok penjualan turun 1,2% dari Rp 1,78 triliun pada 2024 menjadi Rp 1,76 triliun pada 2025. Laba bruto perseroan terpangkas 7,1% menjadi Rp 1,99 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 2,14 triliun.
Beban usaha turun menjadi Rp 1,712 triliun pada 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 1,714 triliun. Penghasilan operasi lainnya naik menjadi Rp 109,11 miliar pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 94,57 miliar. Beban operasi lainnya turun menjadi Rp 3,11 miliar pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 5,20 miliar.
Seiring hal itu, laba usaha perseroan merosot 25,82% menjadi Rp 386,71 miliar pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 521,32 miliar.
Perseroan mencatat laba sebelum pajak penghasilan merosot 28,93% menjadi Rp 333,23 miliar pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 468,94 miliar.
Perseroan membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun 28,6% menjadi Rp 258,51 miliar pada 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 362,56 miliar.
Dengan kinerja keuangan itu, perseroan membukukan laba per saham dasar yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun menjadi Rp 45,81 pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 63,57.
Ekuitas perseroan tercatat turun 11,4% menjadi Rp 2,04 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 2,30 triliun. Liabilitas bertambah 3,7% menjadi Rp 1,49 triliun pada 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 1,43 triliun. Aset susut 5,56% menjadi Rp 3,57 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 3,74 triliun. Perseroan kantongi kas dan setara kas Rp 270,52 miliar pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 430,94 miliar.
Kinerja hingga September 2025
Sebelumnya, PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) mencatat penurunan pendapatan dan laba sepanjang Januari-September 2025.
Mengutip laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Minggu (2/11/2025), PT Nippon Indosari Corpindo Tbk meraup pendapatan Rp 2,74 triliun hingga September 2025. Pendapatan turun 7,8% dari periode sama tahun sebelumnya Rp 2,97 triliun. Beban pokok penjualan merosot 3,25% menjadi Rp 1,30 triliun dari periode sama tahun sebelumnya Rp 1,34 triliun.
Laba bruto terpangkas 11,59% dari Rp 1,62 triliun hingga September 2024 menjadi Rp 1,43 triliun hingga September 2025.
Perseroan menekan beban usaha menjadi Rp 1,3 triliun dari periode sama tahun sebelumnya Rp 1,32 triliun. Penghasilan operasi naik menjadi Rp 81,72 miliar dari periode sebelumnya Rp 67,25 miliar. Beban operasi turun menjadi Rp 2,35 miliar dari periode sama tahun sebelumnya Rp 3,48 miliar.
Dengan demikian perseroan mencatat laba usaha sebesar Rp 215,40 miliar. Laba usaha itu turun 40,4% dari periode sama tahun sebelumnya Rp 361,94 miliar.
Laba sebelum pajak penghasilan merosot 46,13% dari Rp 322,95 miliar menjadi Rp 173,9 miliar hingga September 2025.
Seiring kinerja itu, perseroan mencatat laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk terpangkas 45,05% menjadi Rp 136,69 miliar hingga September 2025 dari September 2024 sebesar Rp 248,7 miliar. Dengan demikian, perseroan mencatat laba per saham dasar yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun menjadi Rp 24,22 hingga September 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 43,61.
Perseroan menyatakan, pemulihan daya beli konsumen Indonesia masih jadi tantangan terbesar 2025. Namun, tren volume permintaan produk roti dan kue yang mulai naik sejak awal kuartal kedua 2025 berlanjut ke kuartal ketiga 2025 dipercaya menjadi momentum pertumbuhan hingga penghujung kuartal keempat 2025 dan menyongsong 2026.
Pengembangan Bisnis Emiten ROTI
"Perseroan tetap berkomitmen dalam melakukan investasi secara strategis pada produk dan inovasi usaha untuk beradaptasi dengan preferensi konsumen yang dinamis sehingga mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan “sustainable growth”, demikian seperti dikutip dari keterangan resmi perseroan.
Salah satu pengembangan bisnis yang dilakukan adalah melalui PT Javasari Mitra Prima, Entitas Anak Perseroan yang baru didirikan tahun lalu, yang saat ini telah berhasil memasok berbagai produk roti, kue dan pastries segmen premium untuk flagship store “JAVASARI” yang berlokasi di kawasan Kebayoran Baru.
Perseroan mencatat ekuitas sebesar Rp 1,93 triliun hingga September 2025 dari Desember 2024 sebesar Rp 2,3 triliun. Liabilitas naik menjadi Rp 1,7 triliun hingga September 2025 dari Desember 2024 sebesar Rp 1,43 triliun. Aset perseroan turun menjadi Rp 3,63 triliun hingga September 2025 dari Desember 2024 sebesar Rp 3,74 triliun. Perseroan kantongi kas dan setara kas sebesar Rp 394,9 miliar hingga September 2025 dari Desember 2024 sebesar Rp 439,9 miliar.