Liputan6.com, Jakarta - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta memperingatkan soal potensi banjir pesisir atau rob di wilayah pesisir utara Jakarta pada hingga 1 Maret 2026.
Peringatan ini dikeluarkan menyusul adanya fenomena pasang maksimum air laut yang berbarengan dengan fase Perigee, sehingga berpotensi meningkatkan ketinggian muka air laut secara signifikan.
Advertisement
"Informasi tersebut merujuk pada data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Maritim Tanjung Priok.Puncak Pasang Terjadi Pagi Hari," kata Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji dalam keterangan tertulis, dikutip Kamis (26/2/2026).
Isnawa mengatakan bahwa puncak pasang maksimum diprediksi terjadi pukul 05.00–09.00 WIB. Warga yang tinggal di kawasan pesisir diminta agar waspada.
“Kami mengimbau masyarakat pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat jam-jam puncak pasang di pagi hari. Fenomena ini berpotensi menyebabkan banjir rob di sejumlah titik,” ucap Isnawa.
Daftar 11 Kelurahan Berpotensi Banjir Rob
Ia menyampaikan, ada 11 kelurahan di Jakarta Utara yang berpotensi terdampak rob, yaitu Kamal Muara, Kapuk Muara, Penjaringan, dan Pluit. Kemudian, Kelurahan Ancol, Kamal, Marunda, Cilincing, Kalibaru, Muara Angke, serta Tanjung Priok.
Selain itu, seluruh wilayah di Kabupaten Kepulauan Seribu juga berpotensi diterjang rob selama beberapa ke depan.
Lebih lanjut, Isnawa mengingatkan warga untuk menghindari aktivitas di area pesisir saat pasang tinggi serta memastikan sistem drainase lingkungan berfungsi dengan baik guna mencegah genangan meluas.
"Masyarakat juga dapat memantau informasi terkini melalui kanal resmi BPBD. Jika menemukan kondisi darurat yang membutuhkan pertolongan, segera hubungi Call Center Jakarta Siaga 112," tandasnya.