Puncak Arus Mudik Diprediksi Tanggal Segini

Menhub Dudy Purwagandhi berharap pelaksanaan WFA dapat menyebar puncak arus mudik Lebaran 2026.

oleh Gagas Yoga PratomoDiterbitkan 24 Februari 2026, 20:52 WIB
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengungkapkan prediksi puncak arus mudik Lebaran 2026. (Dok Kemenhub)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memprediksi puncak arus mudik Lebaran akan terjadi pada 18 Maret. Pemerintah berharap kebijakan work from anywhere (WFA) dapat membantu menyebarkan pergerakan pemudik sehingga kepadatan tidak terpusat pada satu hari tertentu.

“Puncak arus mudik kalau hitungannya 18 Maret. Tapi dengan WFA kita harapkan puncak itu bisa kita sebar, kita bisa distribusi ke tanggal-tanggal dari mulai hari Jumat,” ujar Dudy kepada wartawan di Stasiun Gambir, Selasa (24/2/2026).

Ia menyampaikan, secara umum skema atau treatment mudik tahun ini tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. Pemerintah mengacu pada pelaksanaan mudik tahun lalu yang dinilai berjalan lancar, dengan sejumlah perbaikan kebijakan pada tahun ini.

“Kalau treatment kurang lebih sama seperti tahun kemarin. Jadi karena kita merujuk dari tahun kemarin yang alhamdulillah berjalan lancar dan kita harapkan menjadi lebih baik,” kata dia.

Dudy juga menuturkan adanya peningkatan stimulus tiket pesawat dari sekitar 14 persen pada tahun lalu menjadi hingga 18 persen tahun ini. 

Selain itu, pemerintah telah berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum untuk memastikan perbaikan jalan yang akan dilalui pemudik, khususnya pengguna sepeda motor, dapat rampung paling lambat H-10 Lebaran, termasuk di jalur Pantura.

 144 Juta Orang Diprediksi Bakal Mudik saat Lebaran 2026

Sebelumnya, Dudy Purwagandhi pernah memprediksi sekitar 144 juta orang melakukan perjalanan mudik pada Lebaran 2026 atau Idul Fitri 1447 H berdasarkan hasil survei nasional, dengan potensi kenaikan jumlah pemudik dibandingkan realisasi tahun sebelumnya.

“Kami melakukan survei, ada 143,7 juta orang atau hampir 144 juta orang yang akan melakukan perjalanan. Namun kami mengantisipasi kemungkinan kenaikan karena tahun lalu survei 146 juta, realisasinya mencapai 154 juta,” kata Dudy usai rapat koordinasi persiapan angkutan Lebaran di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jawa Timur, dikutip dari Antara, Jumat, 20 Februari 2026.

 

 

Posko Angkutan Lebaran

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi

Ia menjelaskan operasional posko angkutan Lebaran akan berlangsung pada 13–29 Maret 2026 untuk mengoordinasikan seluruh moda transportasi darat, laut, udara, dan perkeretaapian.

Menurut dia, sejumlah langkah antisipasi telah disiapkan, antara lain pembatasan operasional angkutan barang sumbu tiga ke atas, kecuali kendaraan pengangkut bahan pokok, bahan bakar minyak, dan kebutuhan penting lainnya sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB) lintas kementerian.

Selain itu, Kementerian Perhubungan bersama Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri akan menerapkan rekayasa lalu lintas berupa contraflow, sistem satu arah (one way), dan ganjil genap di sejumlah ruas tol yang berpotensi padat.

Pemerintah Siapkan Masjid Jadi Rest Area saat Mudik Lebaran 2026

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi bertemu dengan Menteri Agama Nazaruddin Umar. (Dok Kemenhub)

Sebelumnya, Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi akan menjadikan masjid sebagai titik istirahat atau rest area saat mudik Lebaran 2026. Nantinya, akan ada tambahan sejumlah fasilitas untuk meningkatkan kenyamanan pemudik.

Hal ini dipastikan usai Menhub Dudy bertemu Menteri Agama, Nazaruddin Umar.

Dalam pertemuan itu, Menhub meminta masjid di sepanjang jalur mudik dimanfaatkan sebagai tempat beristirahat bagi pemudik, khususnya pengguna kendaraan pribadi dan sepeda motor.

Masjid-masjid tersebut diharapkan dapat menyediakan fasilitas dasar seperti area parkir, toilet, air bersih, penerangan, serta ruang istirahat bagi masyarakat.

“Melalui pemanfaatan masjid-masjid yang berada di jalur mudik, kami berharap masyarakat dapat beristirahat dengan nyaman selama perjalanan. Kami juga akan menyiapkan fasilitas pendukung agar pemudik dapat beristirahat dengan aman,” ujar Dudy dalam keterangannya, Selasa (24/2/2025).

Selain pemanfaatan rumah ibadah, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) juga menyiapkan sejumlah fasilitas lain sebagai titik istirahat bagi pemudik, seperti terminal dan jembatan timbang yang berada di jalur mudik.

“Ini merupakan sinergi yang sangat baik antara Kementerian Agama dan Kementerian Perhubungan, mengingat momentum Idulfitri tidak hanya berdimensi mobilitas yang sangat besar, tetapi juga memiliki makna spiritual dan sosial yang mendalam bagi masyarakat kita,” sebut Dudy.

Mengacu pada hasil survei, diperkirakan sekitar 143 juta orang akan melakukan perjalanan selama periode libur Idulfitri. Angka tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan hasil survei tahun lalu yang mencapai 146 juta orang. Meski demikian, pemerintah tetap mengantisipasi kemungkinan lonjakan mobilitas masyarakat.

 

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya