Juventus Terpuruk Usai Kalah dari Como, Posisi Luciano Spalletti di Ujung Tanduk!

Juventus kalah 0-2 dari Como di pekan ke-26 Serie A. Kekalahan ketiga beruntun membuat posisi Luciano Spalletti kian tertekan di Turin.

oleh Asad ArifinDiterbitkan 22 Februari 2026, 15:57 WIB
Para pemain Juventus meninggalkan lapangan pada akhir pertandingan Serie A Italia antara Juventus dan Como di stadion Allianz di Turin pada 21 Februari 2026. (Isabella BONOTTO/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Juventus kembali menelan hasil pahit pada pekan ke-26 Serie A. Si Nyonya Tua takluk 0-2 dari Como, Sabtu (21/2) malam WIB.

Kekalahan ini memperpanjang tren negatif Bianconeri. Mereka selalu kalah dalam tiga laga terakhir di semua ajang.

Sorotan tajam kini mengarah kepada pelatih Luciano Spalletti. Tekanan terhadapnya semakin kuat di tengah performa yang terus menurun.

Hasil di Turin mempertegas krisis yang sedang dihadapi Juventus. Target domestik mulai terancam jika situasi ini tak segera dibenahi.


Gol Cepat dan Ritme yang Tak Pernah Terbangun

Para pemain Juventus tampak kecewa setelah Como mencetak gol selama pertandingan Serie A Italia antara Juventus dan Como di Turin, Italia, Sabtu, 21 Februari 2026. (Marco Alpozzi/LaPresse via AP)

Juventus sebenarnya diprediksi mampu mengatasi Como. Apalagi mereka bermain di kandang. Namun, tim tamu tampil disiplin dan percaya diri sejak awal laga.

Petaka datang pada menit ke-11. Mergim Vojvoda mencetak gol pembuka dan membuat tuan rumah tertinggal lebih dulu.

Spalletti melakukan sejumlah rotasi, baik untuk alasan taktis maupun menjaga kebugaran pemain inti. Namun, perubahan itu justru membuat permainan Juventus kehilangan ritme.

Como bertahan rapat dan menutup ruang dengan efektif. Hingga turun minum, Juventus kesulitan menciptakan peluang bersih.


Respons Taktis Mandek, Tekanan Meningkat

Pelatih Juventus, Luciano Spalletti. (AFP/Marco Bertorello)

Memasuki babak kedua, Spalletti memasukkan Francisco Conceicao untuk menambah daya gedor. Upaya itu belum mampu membongkar pertahanan Como.

Alih-alih menyamakan kedudukan, Juventus kembali kebobolan. Maxence Caqueret menggandakan keunggulan tim tamu tak lama setelah restart.

Bianconeri mencoba mengubah arah pertandingan melalui beberapa pergantian pemain. Namun, tak ada respons signifikan di lapangan.

Kekalahan ini membuat Juventus kalah tiga kali dalam empat laga terakhir tanpa satu pun kemenangan. Tekanan terhadap Spalletti semakin nyata.

Sumber: JuveFC

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya