Bos GWM: Mobil China Masih Tertinggal dari Jepang dan Korea Selatan

Chairman GWM, Wei Jianjun mengatakan pabrikan China masih cukup tertinggal dari produsen lain, yang berasal dari Jerman, Jepang, Korea Selatan, dan Amerika Seri

oleh Arief AszhariDiterbitkan 22 Februari 2026, 15:17 WIB
Pertama di ASEAN, GWM Resmikan Tank Studio di Jakarta Pusat (Arief A/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Chairman Great Wall Motor (GWM), Wei Jianjun mengatakan penilaiannya terhadap posisi industri otomotif China di panggung dunia. Dalam pertemua tahunan perusahaan pada awal Februari lalu, Wei menyampaikan meski skala produksi dan ekspor terus bertumbuh pada tahun ini, produsen Tiongkok masih menghadapi kesenjangan yang sangat besar, ketika dibandingkan dengan pembuat mobil papan atas dunia, seperti Jerman, Jepang, Korea Selatan, dan Amerika Serikat.

Menurutnya, merek-merek China, termasuk GWM, tetap harus bersikap realistis dan terus belajar dari pengalaman manufaktur serta keahlian teknis yang dimiliki oleh para pesaing lama di industri otomotif global.

Dalam pidatonya, Wei juga menyinggung soal kualitas produk. Dirinya bahkan langsung menyebut salah satu raksasa otomotif Jepang, yaitu Toyota sebagai contoh perusahaan yang mampu mempertahankan kepercayaan pelanggan meski sering melakukan recall.

"Toyota mempertahankan kepercayaan pelanggan, meskipun sering melakukan penarikan kembali (recall) karena perusahaan tersebut secara proaktif menangani masalah dan mengomunikasikan perbaikan dengan jelas kepada pelanggan," tulis laporan yang disampaikan Wei, disitat dari Carnewschina, Sabtu (21/2/2026).

Selain itu, Wei menyoroti risiko yang muncul dari kompetisi harga yang semakin agresif di pasar domestik China.

Dirinya memperingatkan bahwa perang harga, termasuk pemotongan banderol secara signifikan, bisa membawa dampak jangka panjang jika tidak didukung oleh operasi bisnis yang berkelanjutan dan kualitas produk yang kuat.

Soal ekspansi ke luar negeri, Wei menilai meskipun ekspor kendaraan China melonjak, strategi ini masih sangat bergantung kepada daya saing harga yang rendah.

Ketergantungan utama pada harga bisa menghambat perkembangan merek di pasar internasional yang lebih menuntut dari segi reputasi dan kualitas.

Ekspansi GWM

Data yang dipublikasikan GWM menunjukkan, bahwa pada 2025 perusahaan berhasil menjual 1,3237 juta unit kendaraan secara global, termasuk 403.700 unit kendaraan energi baru dan 506.100 unit pengiriman ke luar negeri.

Pendapatan tahunan tercatat 222,79 miliar yuan dengan laba bersih 9,912 miliar yuan.

Meski demikian, Wei menegaskan perlunya fokus berkelanjutan pada kualitas, teknologi, dan daya saing jangka panjang jika otomotif China ingin semakin menonjol di pasar global.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya