Liputan6.com, Jakarta - Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota mengatakan proses impor mobil pikap dari India sudah berjalan. Targetnya, 105.000 unit mobil pikap akan didatangkan seluruhnya pada 2026.
Proses pengiriman dilakukan secara bertahap. Pada tahap awal, sekitar 1.000 unit akan didatangkam dari India. Joao memperkirakan keseluruhan pengiriman tahap awal itu selesai Februari 2026.
Advertisement
"Baru datang seribuan itu, bulan ini komplitlah seribuan (mobil diimpor)," kata Joao saat dihubungi awak media, dikutip Sabtu (21/2/2026).
Sementara itu, keseluruhan unitnya diharapkan bisa selesai diimpor pada 2026. Diketahui, ada dua produsen asal India, yakni Mahindra &Mahindra, dan Tata Motors. "105.000 ya. Semuanya itu kita usahakan dalam tahun ini tiba semua," katanya.
Joao mengatakan, sumber anggaran pengadaan mobil pikap impor ini berasal dari plafon kredit yang diberikan ke Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP). Total, ada plafon sebesar Rp 3 miliar untuk satu KDMP.
"Dari anggaran pembangunan yang Rp 3 miliar itu, dia dapat 1 gedung, dapat isinya koperasi, dia dapat truk 1, dapat pikap 1, dapat motor 2 ya," ujar dia.
Lebih Untung
Joao menilai, langkahnya mengimpor mobil dari India menguntungkan, termasuk dari harga yang lebih murah. Dalam perbandingan yang disebutkannya, Agrinas Pangan bisa mendapai mobil setengah harga lebih murah dari pasaran mobil serupa di Tanah Air.
Dia bilang lagi, jika anggaran KDMP tadi diarahkan dengan membeli produk eksisting dari dalam negeri, dananya diperkirakan tak mencukup.
"Dengan begini kan kita dapat barang bagus, kualitas bagus, harganya sangat bagus sehingga kita bisa manfaatin ini untuk kepentingan rakyat untuk memotong distribusi yang selama ini menjadi beban utama dari petani," ujar dia.
Alasan Beli dari India
Sebelumnya, Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angle De Sousa Mota mengungkap alasan impor 105.000 unit mobil pikap dari India. Salah satunya, karena produksi lokal yang disebut tidak memenuhi.
Joao mengaku tak enggan mengambil dari produksi lokal karena khawatir mengganggu industri logistik Tanah Air.
"Kita pertama karena produksi lokal selama ini kan 70 ribuan, sehingga kalau kita ambil semua di lokal nanti itu kan mengganggu industri logistik yang lain-lainnya," ungkap Joao Mota saat dihubungi awak media, Jumat (20/2/2026)
Harga Murah
Alasan lainnya, kata dia, harga jual per unit yang jauh lebih murah dengan spesifikasi yang dibutuhkan. Dia menghitung, jika mobil produk lokal sekitar Rp 500 juta per unit, produk India bisa didapat setengah harga.
"Itu juga ada fair price money value, ini menjadi sesuai dengan apa yang kita spend gitu karena mobil yang saya masukin ini saya kan punya merek-merek yang lain ini gak sebanding sama sekali, sedangkan harganya setengah harga daripada harga kompetitornya gitu," tutur dia.
Diketahui, ada dua merek yang akan memasok ke Agrinas Pangan Nusantara. Yakni, Mahindra & Mahindra Ltd. (M&M) yang akan mengirimkan 35.000 unit mobil Single-Cab Scorpio Pik Up ke Indonesia.
Kedua, Tata Motors Limited melalui PT Tata Motors Distribusi Indonesia yang akan mengirimkan 70.000 unit mobil untuk KDMP. Sehingga totalnya mencapai 105.000 unit mobil pikap yang diimpor oleh Agrinas Pangan Nusantara.