Liputan6.com, Jakarta - Terong merupakan salah satu sayuran favorit yang mudah dibudidayakan di kebun rumah. Namun, untuk mendapat hasil panen yang cepat dan berbuah lebat, diperlukan teknik penanaman yang tepat sejak awal.
Melansir Extension Yard and Garden dari Utah State University, Jumat, 20 Februari 2026, tanaman terong menyukai lokasi yang cerah dengan musim tanam panjang, tanah yang subur, serta sistem drainase yang baik. Karena itu, pemilihan waktu tanam menjadi faktor penting dalam keberhasilan budidaya terong.
Advertisement
Sebagian besar petani maupun pekebun rumahan menggunakan mulsa, yakni bahan seperti plastik atau jerami yang disebarkan pada permukaan tanah untuk melindungi akar tanaman dari pengaruh air hujan.
Mulsa plastik hitam sendiri kerap dimanfaatkan untuk membantu mempercepat pematangan dan meningkatkan produktivitas. Berikut langkah-langkah menanam terong agar tumbuh optimal dan menghasilkan panen maksimal.
Persiapan dan Penanaman Awal
Melansir South Dakota State, jika memulai dari biji, tanam enam hingga delapan minggu sebelum dipindahkan ke luar ruangan. Suhu tanah optimal untuk perkecambahan adalah sekitar 29 derajat Celsius. Biji tidak akan berkecambah dengan baik jika suhu tanah di bawah 15 derajat Celsius.
Jika membeli bibit, pilih tanaman yang kokoh dengan tinggi maksimal 30 cm dan batang setebal pensil. Hindari bibit dengan daun berbintik karena berpotensi terserang penyakit.
Terong membutuhkan minimal delapan jam sinar matahari setiap hari. Hindari menanam di lokasi yang sebelumnya digunakan untuk tanaman sejenis nightshade, seperti tomat atau paprika, dalam beberapa tahun terakhir untuk mencegah penumpukan penyakit tanah.
Pemindahan Bibit ke Kebun
Sebelum dipindahkan, bibit perlu diadaptasikan terlebih dahulu dengan kondisi luar ruangan. Letakkan bibit di luar selama 1–2 jam, lalu tingkatkan durasinya secara bertahap setiap hari.
Pindahkan bibit ke kebun pada akhir Mei atau awal Juni, atau saat suhu malam hari konsisten di atas 15 derajat Celsius dan tanah sudah hangat. Terong lebih sensitif terhadap suhu dingin dibandingkan tomat.
Atur jarak tanam sekitar 45 cm antartanaman dan 75 cm antarbaris. Terong juga dapat ditanam di bedengan tinggi atau wadah karena tanahnya cenderung lebih hangat. Gunakan penyangga seperti sangkar tomat sejak awal untuk membantu menopang batang saat tanaman tumbuh besar.
Perawatan Tanaman
Terong membutuhkan sekitar 2,5 cm air per minggu. Penyiraman sebaiknya dilakukan secara mendalam, tapi tidak terlalu sering untuk menjaga kelembapan tanah tetap konsisten.
Kelembapan yang tidak stabil dapat membuat buah terasa pahit dan pertumbuhan terganggu. Hindari penyiraman dari atas karena daun basah lebih rentan terhadap penyakit. Jangan gunakan mulsa organik sebelum tanah benar-benar hangat.
Tambahkan pupuk nitrogen secukupnya untuk mendukung pertumbuhan awal. Namun, hindari pemberian nitrogen berlebihan karena dapat memicu pertumbuhan daun berlebihan dan mengurangi produksi bunga serta buah.
Pemupukan
Gunakan pupuk sesuai dosis, sekitar 4 ons per sembilan meter. Pastikan pupuk tidak mengandung herbisida karena dapat merusak tanaman. Jika menanam dalam wadah atau media tanam buatan, tambahkan unsur fosfor, kalium, dan kalsium sesuai kebutuhan untuk menjaga keseimbangan nutrisi.
Panen
Terong dapat dipanen saat mencapai ukuran matang dengan kulit masih mengilap dan buah terasa keras. Kulit yang kusam atau berwarna kecokelatan menandakan buah sudah terlalu matang dan rasanya cenderung pahit.
Gunakan pisau atau gunting tajam untuk memotong buah, sisakan sekitar 2,5 cm tangkai. Hindari menarik buah secara langsung karena dapat merusak tanaman.
Penyimpanan
Terong tidak tahan lama setelah dipanen. Sebaiknya panen saat akan digunakan. Simpan terong utuh pada suhu ruangan maksimal empat hari atau di dalam lemari es hingga lima hari.
Untuk terong yang sudah dipotong, simpan dalam wadah kedap udara di lemari es agar tetap segar lebih lama. Dengan perawatan yang tepat dan konsisten, terong dapat tumbuh subur di kebun rumah dan menghasilkan panen melimpah sepanjang musim.