Skin Fasting Selama Ramadan, Perlu Ubah Rutinitas Skincare?

Penerapan skin fasting selama Ramadan bisa menjaga kulit tetap sehat dan terhidrasi.

oleh Asnida RianiDiterbitkan 21 Februari 2026, 00:20 WIB
Ilustrasi skin fasting selama Ramadan/Istimewa.

Liputan6.com, Jakarta - Bulan Ramadan selalu membawa perubahan signifikan dalam rutinitas harian umat Muslim di seluruh dunia, termasuk pada praktik perawatan diri dan kecantikan. Di tengah pergeseran pola tidur, pembatasan asupan cairan di siang hari, serta fokus yang lebih dalam pada pengendalian diri, muncul sebuah konsep yang relevan: skin fasting selama Ramadan.

Pendekatan ini melibatkan penyederhanaan rutinitas perawatan untuk mendukung kondisi kulit yang mungkin terpengaruh oleh puasa. Tujuannya adalah memberikan kesempatan kulit untuk menyeimbangkan diri dan beradaptasi dengan kondisi tubuh selama berpuasa.

Secara umum, melansir Marie Claire, Kamis, 19 Februari 2026, skin fasting didefinisikan sebagai pengurangan atau penghentian sementara penggunaan produk perawatan kulit yang mengandung bahan aktif kuat, seperti asam eksfoliasi, retinoid, dan serum berlapis.

Dr. Aiza Jamil, Konsultan Dermatologi di klinik sk:n, menjelaskan bahwa periode puasa dapat mengurangi hidrasi secara keseluruhan dan asupan asam lemak esensial, yang keduanya penting untuk menjaga kesehatan lapisan pelindung kulit.

“Ketika skin barrier terganggu, kulit akan lebih mudah kehilangan air, yang dapat menyebabkan kekeringan, rasa kencang, dan peningkatan sensitivitas," katanya. "Hal ini terutama terlihat pada kulit yang sudah kering atau rentan terhadap eksim."

Dr. Dev Patel, dokter estetika dan pendiri CellDerma, setuju. "Ketika tubuh mengalami dehidrasi atau kekurangan asam lemak esensial dan asam amino, lapisan pelindung kulit dapat terganggu," ujarnya. "Hal ini menyebabkan peningkatan kehilangan air trans-epidermal, membuat kulit terasa lebih kencang, kusam, dan lebih sensitif."

Rekomendasi Skincare Selama Ramadan

Ilustrasi skin fasting selama Ramadan. (dok. pexels/cottonbro)

Untuk menjaga kesehatan kulit selama Ramadan, para dermatologis menyarankan rutinitas yang lebih lembut dan mendukung fungsi skin barrier. Dr. Jamil secara khusus merekomendasikan kehati-hatian terhadap produk, seperti retinoid berkekuatan tinggi, asam eksfoliasi, dan produk yang mengandung alkohol.

Sebagai gantinya, prioritas diberikan pada pembersihan lembut, pelembap yang memperbaiki barrier, serum hidrasi, dan penggunaan tabir surya (SPF) harian. Selain perawatan topikal, hidrasi dan nutrisi yang memadai saat sahur dan berbuka puasa sangat penting untuk mendukung pemulihan kulit dari dalam.

Rutinitas minimalis yang efektif harus mencakup kategori esensial: membersihkan, menghidrasi, memperbaiki, dan melindungi.

  • Pembersih: Gunakan pembersih krim atau gel yang lembut dan tidak menghilangkan minyak alami kulit. Hindari pembersih berbusa jika kulit cenderung kering.

Efektivitas Skin Fasting

Ilustrasi skin fasting selama Ramadan. (c) HayDmitriy/Depositphotos.com
  • Serum atau Toner Hidrasi: Pilih humektan ringan seperti asam hialuronat atau gliserin untuk mendukung hidrasi stratum corneum.
  • Pelembap Perbaikan Barrier: Cari pelembap yang mengandung ceramide, asam lemak, dan kolesterol untuk mengembalikan matriks kulit dan mengurangi Transepidermal Water Loss (TEWL).

Dari perspektif klinis, Dr. Jamil mencatat bahwa tidak ada bukti dermatologis yang kuat untuk mendukung bahwa skin fasting total secara inheren bermanfaat. "Kulit bergantung pada dukungan pelindung yang konsisten, termasuk pelembapan dan perlindungan, agar berfungsi optimal," jelasnya.

"Menyederhanakan rutinitas dapat membantu, tapi menghilangkan semua perawatan kulit sering kali memungkinkan dehidrasi dan gangguan pelindung kulit berkembang." Secara teknis, kulit tidak "detoksifikasi" hanya dengan menghentikan penggunaan produk.

Namun, mengurangi bahan aktif yang tidak perlu dapat meredakan peradangan dan memperkuat lapisan pelindung kulit—terutama selama bulan ketika tubuh sedang dalam masa penyesuaian fisiologis.

 

Wanita Muslim Secara Alami Lakukan Skin Fasting

ilustrasi skin fasting selama Ramadan/pixabay

Di luar aspek ilmiah dan kesehatan kulit, praktik penyederhanaan rutinitas perawatan kulit selama Ramadan juga memiliki dimensi spiritual yang mendalam. Bulan suci ini identik dengan nilai-nilai kerendahan hati dan kesederhanaan.

Bagi banyak wanita Muslim, mengurangi kompleksitas rutinitas kecantikan adalah hal yang intuitif dan sejalan dengan etos spiritual Ramadan. Rutinitas yang melibatkan banyak langkah seringkali terasa tidak selaras dengan esensi bulan yang penuh introspeksi dan pengendalian diri ini.

Oleh karena itu, "Skin Fasting Selama Ramadan" tidak hanya tentang menjaga kesehatan kulit secara fisik, tetapi juga tentang menyelaraskan praktik perawatan diri dengan nilai-nilai spiritual. Ini adalah cara untuk mempraktikkan kesederhanaan dalam setiap aspek kehidupan, termasuk kecantikan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya