Adik Raja Charles III Ditangkap atas Dugaan Pelanggaran Jabatan Publik

Andrew Mountbatten-Windsor yang merupakan adik kedua Raja Charles III ditangkap tepat di hari ulang tahunnya ke-66.

oleh Khairisa FeridaDiterbitkan 19 Februari 2026, 17:28 WIB
Andrew Mountbatten-Windsor, adik dari Raja Charles III sekaligus anak ketiga dari mendiang Ratu Elizabeth II dan Pangeran Philip, pada 16 September 2025. (Dok. Jordan Pettitt/AP)

Liputan6.com, London - Andrew Mountbatten-Windsor, adik dari Raja Charles III dari Inggris, dilaporkan ditangkap atas dugaan pelanggaran jabatan publik.

Mengutip laporan The Guardian, foto-foto mobil polisi tanpa tanda dan petugas berpakaian sipil di Wood Farm, kawasan Sandringham Estate, sesaat setelah pukul 08.00 pagi pada Kamis (19/2/2026), telah dipublikasikan. 

Polisi dilaporkan tengah mendalami tuduhan bahwa Andrew Mountbatten-Windsor, yang sebelumnya dikenal sebagai Pangeran Andrew, membagikan informasi sensitif kepada Jeffrey Epstein, seorang miliarder pelaku kejahatan seksual anak, saat ia menjabat sebagai utusan perdagangan Inggris. 

Laporan Associated Press menyebutkan bahwa Kepolisian Thames Valley tidak menyebutkan nama Andrew Mountbatten-Windsor, sebagaimana lazimnya berdasarkan hukum Inggris. Namun, ketika ditanya apakah ia telah ditangkap, pihak kepolisian merujuk pada pernyataan yang menyebutkan bahwa mereka telah menangkap seorang pria berusia sekitar 60-an tahun.

"Sebagai bagian dari penyelidikan, hari ini kami telah menangkap seorang pria berusia sekitar 60-an tahun dari Norfolk atas dugaan pelanggaran jabatan publik dan sedang melakukan penggeledahan di sejumlah alamat di Berkshire dan Norfolk," ungkap pernyataan Kepolisian Thames Valley seperti dikutip dari BBC.

"Pria tersebut saat ini masih berada dalam tahanan polisi. Kami tidak akan menyebutkan nama pria yang ditangkap, sesuai dengan pedoman nasional. Harap diingat pula bahwa kasus ini kini telah aktif sehingga kehati-hatian perlu dilakukan dalam setiap publikasi agar tidak dianggap menghina pengadilan."

Asisten Kepala Kepolisian Oliver Wright mengatakan, "Setelah melakukan penilaian menyeluruh, kami kini telah membuka penyelidikan atas dugaan pelanggaran jabatan publik ini. Penting bagi kami untuk menjaga integritas dan objektivitas penyelidikan saat kami bekerja sama dengan para mitra untuk menyelidiki dugaan tindak pidana ini."

"Kami memahami adanya kepentingan publik yang signifikan dalam kasus ini, dan kami akan memberikan pembaruan pada waktu yang tepat." 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya