Golkar: Prabowo ke AS Perkuat Posisi Diplomasi Indonesia Bebas Aktif

Partai Golkar menanggapi perjalanan Presiden Prabowo Subianto ke Amerika Serikat.

oleh Muhammad Radityo PriyasmoroDiterbitkan 18 Februari 2026, 18:20 WIB
Partai Golkar menanggapi perjalanan Presiden Prabowo Subianto ke Amerika Serikat. (Foto: Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Partai Golkar bersuara ihwal lawatan Presiden Prabowo Subianto ke Amerika Serikat (AS). Menurut Wakil Ketua Umum Golkar Idrus Marham, agenda tersebut mencerminkan konsistensi presiden dalam memperjuangkan kepentingan nasional di forum global. 

"Partai Golkar memastikan akan berada di garis depan dalam mengawal dan mendukung kebijakan luar negeri pemerintah," kata Idrus melalui siaran pers, Rabu (18/2/2026). 

Idrus menuturkan, diplomasi bebas aktif yang dianut Indonesia harus tegas dan terukur. Tujuannya adalah memperkuat daya tawar negara, sekaligus menjaga kedaulatan nasional di tengah rivalitas geopolitik global. 

"Konsolidasi dukungan politik domestik dinilai penting agar kebijakan luar negeri negara berjalan dengan kohesivitas yang kuat dan berkelanjutan," jelas Idrus.

Selain itu, dukungan politik dari partai koalisi pemerintah dinilai memperkuat posisi tawar Kepala Negara dalam menjalankan mandat diplomasi internasional. Sebab, dalam praktik hubungan luar negeri, stabilitas dukungan domestik sering menjadi faktor penentu keberhasilan negosiasi.

"Dukungan Golkar menunjukkan kebijakan yang dibawa kepala negara memiliki legitimasi internal yang kuat. Kondisi ini penting terutama ketika Indonesia harus berhadapan dengan kepentingan negara besar dalam isu perdagangan, pertahanan, maupun stabilitas kawasan," kata Idrus.

 

Diplomasi Bebas Aktif Paling Relevan

Presiden Prabowo Subianto Tiba di Amerika Serikat (BPMI Setpres)

Partai Golkar juga menilai bahwa penguatan diplomasi bebas aktif akan semakin relevan di tengah meningkatnya fragmentasi geopolitik global. Dalam konteks rivalitas kekuatan besar dan transformasi ekonomi dunia, Indonesia dipandang memiliki peluang memainkan peran sebagai jembatan dialog antarblok serta penggerak stabilitas regional, khususnya di kawasan ASEAN. 

"Pendekatan ini tidak hanya menjaga keseimbangan hubungan luar negeri, tetapi juga membuka peluang investasi, perluasan pasar ekspor, serta peningkatan kapasitas industri nasional melalui kerja sama lintas kawasan," Idrus menandaskan.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto bertolak ke Washington, AS dengan didampingi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Berdasarkan keterangan resmi Sekretariat Presiden, Prabowo dijadwalkan melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden AS Donald Trump untuk membahas penguatan hubungan kedua negara serta kerja sama strategis di berbagai sektor. 

Selain itu, Presiden juga diagendakan menghadiri pertemuan perdana Dewan Perdamaian untuk Gaza, Board of Peace (BoP) serta menandatangani kesepakatan terkait kebijakan tarif impor Amerika Serikat.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya