Kapan Waktu Terbaik Membeli dan Menjual Emas? Simak Tips Senior Sales Toko Emas di Klaten

Kapan waktu terbaik membeli dan menjual emas agar untung maksimal? Simak analisis waktu, tren, dan strategi tepatnya.

oleh MirantiDiterbitkan 16 Februari 2026, 13:20 WIB
Ilustrasi Waktu Terbaik Membeli dan Menjual Emas/Foto: Freepik

Liputan6.com, Jakarta - Kapan waktu terbaik membeli dan menjual emas menjadi pertanyaan krusial bagi masyarakat yang menjadikannya instrumen investasi atau aset lindung nilai. Ya, emas adalah aset yang nilainya cenderung naik dari waktu ke waktu. Dibandingkan instrument lain yang dianggap lebih fluktuatif, emas masih cenderung aman untuk dijadikan investasi karena tahan inflasi hingga dijuluki aset safe haven. Istilah safe haven sendiri merujuk pada aset yang dianggap mampu mempertahankan nilainya atau bahkan mengalami kenaikan sekalipun pasar keuangan sedang mengalami gejolak.

Kepopuleran emas sebagai instrument investasi masyarakat tersebut juga senada dengan pernyataan Nita Sari (21), Marketing Senior Sales Toko Mas Jawa saat ditemui tim Liputan6.com pada Sabtu (14/2/2026) di Jalan Hos Cokroaminoto Tegalmulyo yang sekaligus merupakan kantor pusat toko perhiasan terkemuka di Klaten sejak 1980-an tersebut.

“Emas itu kan ngikutin harga dunia juga ya. Jadi bagus banget buat ngamanin aset kita juga. Gini aja contohnya, (semisal) tahun kemarin kita beli (emas) di harga Rp500.000-an. Kemudian di hari ini (emas) tersebut udah di harga Rp1jt lebih. Jadi kan (keuntungan) ngikutin harga sekarang juga. Kita bisa save uang segitu,” ujar Nita Sari.

Meski demikian, tanpa strategi dan pemahaman waktu membeli dan menjual emas yang tepat, potensi keuntungan bisa terlewat begitu saja. Di bawah ini akan selengkapnya dipaparkan secara mendalam tentang kapan waktu terbaik membeli dan menjual emas serta fakta-fakta menarik lainnya, sebagaimana dilansir Liputan6.com dari berbagai sumber.

Mengapa Harga Emas Bisa Naik dan Turun?

Ilustrasi fluktuasi harga emas dunia (Foto By AI)

Sebelum menentukan waktu terbaik untuk membeli atau menjual, penting memahami penyebab utama pergerakan harga emas.

1. Inflasi

Inflasi adalah salah satu faktor paling dominan. Ketika harga barang dan jasa meningkat, daya beli uang menurun. Dalam kondisi seperti ini, investor cenderung beralih ke emas untuk menjaga nilai kekayaan. Permintaan yang meningkat mendorong harga naik.

2. Suku Bunga

Kebijakan suku bunga bank sentral juga sangat berpengaruh. Jika suku bunga naik tinggi, instrumen berbunga seperti deposito dan obligasi menjadi lebih menarik dibanding emas. Akibatnya, harga emas bisa tertekan. Sebaliknya, ketika suku bunga rendah, emas cenderung menguat.

3. Nilai Tukar Dolar AS

Emas diperdagangkan secara global dalam dolar AS. Ketika dolar melemah, harga emas biasanya naik. Sebaliknya, dolar yang menguat bisa menekan harga emas.

4. Ketidakpastian Global

Krisis geopolitik, perang, resesi, atau gejolak pasar saham sering mendorong lonjakan harga emas karena investor mencari aset yang relatif aman.

Kapan Waktu Terbaik Membeli Emas?

Perhiasan Emas di Toko Mas Jawa/photo by instagram @tokomasjawaofficial

1. Saat ada Dana Lebih, Belikan Emas Tanpa Menunda

Kepada Liputan6.com, Nita Sari memberikan pemaparan edukatif saat ditanya kapan waktu terbaik untuk membeli emas. Sebagai marketing senior sales di Toko Mas Jawa, menurutnya kunci utama membeli emas adalah tidak menunda-nunda ketika sudah ada dana.

Jika menunda-nunda, saat harga emas turun, berpotensi untuk kehilangan momentum. Harga emas bisa saja terus naik dalam periode panjang, sehingga terlalu lama menunggu, membuat Anda berpotensi membeli di harga lebih tinggi.

“Kalau beli emas itu jangan ditunggu-tunggu sebenarnya. Maksudnya jangan dinanti-nanti selagi ada dana lebih. Kalau punya uangnya kalau bisa (emasnya) langsung dibeliin saja,” jelas Nita Sari.

“ Kalau kita (membeli) menunggu turun (harganya), belum tahu juga kan pastinya turun (harganya) nya banyak atau nggak dan kapan. Misalnya harusnya (kalau beli) sekarang Rp1.000.000 dapat 1 gram,  tapi karena kita beli mau nunggu turun (harganya), eh malah besok-besok udah di harga Rp2.000.000 per gramnya,” sambungnya.

2. Penggunaan Strategi Pembelian Bertahap

Strategi pembelian bertahap atau dollar-cost averaging membantu mengurangi risiko membeli di harga puncak. Dengan membeli secara rutin, Anda memperoleh harga rata-rata yang lebih stabil.  

Strategi ini rasanya juga sangat sesuai dengan pemula yang ingin berinvestasi emas namun bingung dengan fluktuasi harga serta keterbatasan dana.  Anda hanya perlu membeli emas secara rutin dengan nominal yang sama. Misal: Anda tersedia dana Rp1.000.000, bisa belikan emas setiap bulan dengan nominal yang sama, tanpa memedulikan apakah harga emas sedang naik atau turun.

Bahkan Nita Sari juga memberikan motivasi untuk pemula bahwa membeli emas bisa juga dimulai dari yang nominal kecil. Semua keinginan harus diawali dari keberanian, komitmen, dan tujuan bijak.

“Sebenarnya jangan takut untuk memulai dari hal yang paling kecil itu nggak apa-apa. Misal kita punyanya cuma Rp500.000, kita beliin (emas) aja, itu nanti udah dapat perhiasan, dapat nota bisa membantu juga. Kecil-kecil (investasi) lama-lama bisa banyak juga,” Nita Sari menjelaskan dengan antusias.

Sebagai tambahan, dilansir dari laman goldbuyermelbourne, faktor-faktor lain yang bisa dipertimbangkan untuk membeli emas adalah saat inflasi tinggi. Inflasi adalah kenaikan harga barang dan jasa secara umum. Mengingat emas punya reputasi sebagai aset aman (safe haven), saat terjadi ketidakpastian global yang signifikan, juga bisa menjadi salah satu waktu terbaik membeli emas.

Kapan Waktu Terbaik Menjual Emas?

Perhiasan Emas di Toko Mas Jawa/photo by instagram @tokomasjawaofficial

Salah satu waktu yang paling tepat untuk menjual emas adalah ketika target investasi jangka panjang telah tercapai. Idealnya Anda memiliki horizon investasi minimal 3-5 tahun, bahkan lebih lama, untuk mendapatkan kesempatan untung lebih besar saat menjual kembali.  Misalnya, jika Anda membeli emas sebagai tabungan pendidikan atau dana pensiun, saat target tercapai, penjualan dapat membantu memenuhi kebutuhan tersebut tanpa menunggu fluktuasi pasar terlalu lama.

Menanggapi pertanyaan soal masa simpan emas, Nisa Sari memberikan gambaran bahwa semakin lama emas disimpan, potensi keuntungan yang didapat juga makin besar. Risiko kerusakan untuk emas jenis perhiasan juga bisa diminimalisir dengan perawatan maksimal. Baik logam mulia maupun perhiasan bisa menjadi pilihan untuk investasi. 

“Kalau (emas disimpan) sudah lama biasanya untung lebih banyak. Tapi mungkin dihati-hati aja buat kerusakannya (biar diminimalisir). Kan di beberapa perhiasan itu kalau udah rusak nggak bisa diperbaiki. Jadi potongan ikut lumayan. Tapi kalau cuma putus saja dan bisa diperbaiki, mungkin potongannya nggak seberapa,” ujar Nita Sari menjelaskan.

“Untuk (investasi) jangka panjang kita rekomendasiin untuk logam mulia. Tapi perhiasan emas juga bagus. Jadi untuk logam mulia itu bukan untuk jangka pendek. Misal untuk jangka pendek pun nggak untung banyak,” sambungnya.

Menyadur laman goldbuyermelbourne, waktu terbaik menjual emas lainnya adalah ketika harga sedang melonjak di tengah ketidakpastian ekonomi atau krisis global.  Beberapa tren musiman juga menunjukkan harga emas cenderung naik di musim tertentu, seperti akhir dan awal tahun karena perayaan besar Natal, Tahun Baru Imlek, dan lain-lainnya. Menjual pada tren ini bisa menjadi peluang tambahan.

Untuk itulah, pastikan Anda memantapkan niat sebelum berinvestasi emas dan produk jenis apa yang akan dipilih, apakah perhiasan, logam mulia, dinar, dll. Pastikan juga membeli dan menjual di tempat yang terpercaya, seperti halnya Toko Mas Jawa.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik

1. Apakah sekarang waktu yang tepat membeli emas?

Selagi Anda memiliki dana lebih, segerakan membeli emas tanpa menunda untuk mendapatkan momentum harga terbaik.

2. Kapan sebaiknya menjual emas agar untung maksimal?

Saat tujuan investasi terpenuhi hingga permintaan pasar meningkat kuat.

3. Apakah inflasi memengaruhi harga emas?

Ya, inflasi tinggi biasanya mendorong kenaikan harga emas karena emas dianggap aset lindung nilai.

4. Apakah emas cocok untuk investasi jangka panjang?

Cocok, karena emas relatif stabil dan tahan terhadap gejolak ekonomi.

5. Bagaimana cara mengurangi risiko saat membeli emas?

Gunakan strategi pembelian bertahap dan pantau tren harga secara rutin.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya