Tawuran Maut di Jakarta Timur: 1 Pelajar Tewas Usai Dibacok, 16 Remaja Ditangkap

Seorang pelajar SMP tewas setelah dibacok saat terlibat tawuran di Jalan Mayjen Sutoyo, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur.

oleh Nasrul FaizDiterbitkan 15 Februari 2026, 14:28 WIB
Ilustrasi garis polisi. (Liputan6.com/Raden Trimutia Hatta)

Liputan6.com, Jakarta - Seorang pelajar SMP tewas setelah dibacok saat tawuran antardua kelompok di Jalan Mayjen Sutoyo, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, Selasa 10, Februari 2026 kemarin.

Korban mengembuskan napas terakhir saat dirawat di RS Polri Kramat Jati, pada Sabtu, 14 Februari 2026 sekitar pukul 09.15 WIB.

“Benar adanya aksi kekerasan fisik terhadap anak dan tawuran yang mengakibatkan satu korban meninggal dunia," kata Wakasat Reskrim PPO-PPA Polres Metro Jakarta Timur, AKP Sri Yatmini kepada wartawan, Minggu (15/2/2026).

Terkait kejadian ini, Satreskrim langsung bergerak memburu pelaku. Hasilnya, sekitar 16 remaja yang terekam dalam video tawuran sudah diamankan.

“Anak-anak yang ada di dalam rekaman video itu semua sudah kami amankan. Ada kurang lebih 16,” ujarnya.

Menurut Sri, proses hukum kini sudah naik dari tahap penyelidikan ke tahap penyidikan. Penyidik mengerucutkan peran masing-masing remaja.

“Untuk terduga saat ini yang sudah mengerucut ada empat. Namun masih ada pendalaman kembali, mungkin akan bertambah,” katanya.

 

Anak Berhadapan dengan Hukum

Penetapan anak berhadapan dengan hukuman, lanjut Sri, akan dilakukan terhadap anak yang memenuhi minimal dua alat bukti. Dia mengatakan, penyidik juga berkoordinasi dengan kejaksaan agar penerapan pasal tidak menimbulkan multitafsir.

“Kami akan koordinasi dengan pihak kejaksaan supaya nanti dalam penerapan pasal jelas, tidak abu-abu,” tandasnya.

Sementara itu, polisi juga mengungkap adanya potensi aksi balasan dari kelompok lain usai kejadian. Namun langkah cepat kepolisian bersama pihak sekolah dan instansi terkait berhasil meredam situasi.

“Anak-anak ini berhasil dikumpulkan dalam situasi kondusif dan dijemput orang tuanya masing-masing,” ujarnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya