Mudik Lebaran 2026: Penerapan Contraflow dan One Way Dilakukan Secara Situasional

Korlantas Polri memastikan kesiapan sistem, penguatan digitalisasi, serta koordinasi lintas sektoral menjadi faktor utama dalam menjaga kelancaran dan keamanan.

oleh Liputan6.comDiterbitkan 12 Februari 2026, 15:30 WIB
Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Arus mudik Lebaran tahun 2026 diprediksi tetap mengalami lonjakan signifikan, namun dengan pola pergerakan yang lebih terdistribusi dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Korlantas Polri memastikan kesiapan sistem, penguatan digitalisasi, serta koordinasi lintas sektoral menjadi faktor utama dalam menjaga kelancaran, keamanan, dan keselamatan pemudik.

Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menegaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan langkah strategis berbasis data untuk mengantisipasi kepadatan, khususnya di Tol Trans Jawa, jalur Pantura, dan penyeberangan Merak–Bakauheni yang menjadi titik krusial setiap musim mudik.

“Kami memprediksi pergerakan masyarakat sudah mulai lebih awal dan tidak menumpuk di H-3 atau H-2 saja. Oleh karena itu, pola pengamanan dan rekayasa lalu lintas kami siapkan lebih adaptif dan berbasis traffic counting-alat ukur volume lalu lintas kendaraan di jalan secara real-time,” ujar Irjen Pol Agus Suryonugroho, Kamis (12/2/2026).

Menurutnya, penerapan contraflow dan one way nasional akan dilakukan secara situasional dengan mempertimbangkan volume kendaraan di lapangan. Seluruh keputusan akan diambil secara cepat dan terukur melalui command center yang terintegrasi dengan berbagai stakeholder, termasuk Kementerian Perhubungan dan operator jalan tol.

“Kami ingin memastikan setiap kebijakan rekayasa lalu lintas tepat waktu, tepat sasaran, dan memberikan dampak signifikan terhadap kelancaran arus kendaraan,” tegasnya.

 

Pendekatan Humanis

Di sisi pelayanan publik, Korlantas juga memperkuat pendekatan humanis dan pemanfaatan teknologi digital. Informasi kondisi lalu lintas disampaikan secara real-time melalui kanal resmi, sehingga masyarakat dapat merencanakan perjalanan dengan lebih baik.

Kakorlantas juga mengingatkan bahwa potensi kerawanan tetap harus diwaspadai, terutama risiko kecelakaan akibat kelelahan pengemudi atau microsleep, kepadatan di rest area, serta peningkatan kendaraan roda dua di jalur arteri.

“Keselamatan adalah prioritas utama. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak memaksakan diri jika lelah, manfaatkan rest area dengan tertib, dan patuhi arahan petugas di lapangan. Mudik adalah perjalanan kebahagiaan, jangan sampai berubah menjadi musibah,” pesan Irjen Pol Agus Suryo.

Dengan kesiapan sistem yang semakin kuat dan dukungan partisipasi aktif masyarakat, Korlantas Polri optimistis mudik Lebaran 2026 dapat berlangsung lebih tertib, aman, dan selamat, sehingga seluruh masyarakat dapat merayakan Idul Fitri bersama keluarga di kampung halaman dengan penuh sukacita.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya