Ojol Kecelakaan di Flyover Grogol Imbas Jalan Berlubang, Dinas Bina Marga Mengaku Sudah Ditambal

Ojol tersebut mengalami kecelakaan pada Senin, 9 Februari 2026.

oleh Lia HarahapDiterbitkan 12 Februari 2026, 15:34 WIB
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencatat sedikitnya 6.000 titik jalan berlubang muncul di berbagai wilayah ibu kota setelah banjir melanda sejumlah kawasan. Tampak dalam foto, sejumlah pengendara melewati jalan yang bergelombang di Jalan Gedong Panjang, Penjaringan Jakarta Utara, Selasa (3/2/2026). (merdeka.com/Arie Basuki)

Liputan6.com, Jakarta - Seorang pengemudi ojek online (ojol) mengalami kecelakaan tunggal di Flyover Grogol, Jakarta Barat pada Senin, 9 Februari 2026, diduga dipicu kondisi jalan berlubang. Pascainsiden tersebut, Dinas Bina Marga (DBM) Provinsi DKI Jakarta memastikan titik jalan berlubang sudah ditambal.

"Sebagai bentuk tanggung jawab dan tindak lanjut di lapangan, DBM sudah menangani titik jalan berlubang di lokasi kejadian pada Selasa malam, 10 Februari 2026," kata Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Siti Dinar Wenny dalam keterangan tertulis, Kamis (12/2/2026).

Dinas Bina Marga menyampaikan keprihatinan mendalam atas kecelakaan yang menimpa pengemudi ojol tersebut. Ia menyatakan DBM turut berempati kepada korban dan keluarga, serta mendoakan agar korban segera pulih.

"Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta menyampaikan rasa prihatin yang mendalam kepada pengemudi ojek online yang terjatuh di Flyover Grogol. Kami turut berempati kepada korban dan keluarga," ujar Wenny.

Wenny menjelaskan, perbaikan dilakukan setelah pasukan kuning melakukan penandaan atau marking di sejumlah titik jalan berlubang di lokasi tersebut.

“Penandaan dilakukan sebagai langkah awal penanganan sekaligus untuk meningkatkan kewaspadaan para pengguna jalan,” katanya.

 

Jalan Rusak Terus Dipantau

Menurut dia, proses perbaikan lebih lanjut terhadap jalan berlubang dilakukan pada malam hari dengan mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari keselamatan petugas Bina Marga hingga kelancaran arus lalu lintas. Langkah ini diambil agar pekerjaan tidak menimbulkan kemacetan maupun mengganggu aktivitas masyarakat.

Lebih lanjut, Wenny menegaskan DBM DKI Jakarta akan terus melakukan pemantauan dan perawatan jalan secara berkala, khususnya di tengah kondisi musim hujan yang rawan memicu kerusakan jalan.

“Penanganan cepat dan darurat tetap kami lakukan sebagai upaya menjaga keselamatan seluruh pengguna jalan,” ujarnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya