Pascapesawat Smart Air Ditembaki KKB, Warga Korowai Ramai-ramai Mengungsi

Pilot dan kopilot pesawat Smart Air yang tewas ditembak KKB sudah dievakuasi dan diterbangkan ke Timika sebelum dipulangkan ke kampung halamannya.

oleh Katharina JanurDiterbitkan 12 Februari 2026, 13:38 WIB
Pesawat Smart Air PK-SNR ditembaki di Boven Digoel Papua. (istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Pesawat Smart Air ditembaki Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Elkius Kobak sesaat setelah mendarat di Bandara Korowai Batu, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, Rabu (12/2/2026). Dalam peristiwa itu, pilot dan kopilot meninggal dunia usai ditembak mati.

Satu hari setelah peristiwa itu, warga Korowai Batu ramai-ramai mengungsi sejak pagi tadi. Guru, tenaga medis hingga 39 penduduk memilih mengungsi ke arah Senggo dan Kampung Mabuage, Distrik Yaniruma.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol Faizal Ramadhani mengatakan saat ini, petugas terus berupaya mensterilkan lokasi agar masyarakat dapat kembali beraktivitas normal.

"Setelah area kami amankan dan situasi dinyatakan kondusif, kami berharap warga yang mengungsi dapat kembali dan pelayanan kepada masyarakat bisa berjalan seperti biasa," katanya, Kamis (13/2/2026).

Tak hanya itu, penerbangan dari Tanah Merah menuju Bandara Korowai Batu juga dihentikan sementara. Keputusan itu untuk memastikan kondisi sekitarnya benar-benar aman sepenuhnya.

Kronologi Penembakan

Pesawat Smart Air PK-SNR ditembaki sekelompok Orang Tak Dikenal (OTK) di Kampung Danowage, Distrik Yaniruma, Kabupaten Boven Digoel, Rabu (11/2/2026). Pilot dan kopilot dinyatakan tewas pasca insiden tersebut.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengungkap kronologi penembakan maskapai Smart Air itu. Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F Laisa menceritakan, pesawat tersebut berangkat pukul 10.38 WIT dari Bandar Udara Tanah Merah. Pada pukul 11.05 WIT pesawat mendarat di Bandara Koroway Batu.

"Sesaat setelah mendarat pesawat mengalami penembakan," tutur Lukman dalam keterangannya saat dikonfirmasi Liputan6.com, Rabu (11/2/2026).

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Cahyo Sukarnito mengatakan, akibat penembakan tersebut, pilot yang bernama Egon Irawan dan kopilot Baskoro serta 13 orang penumpang keluar dari pesawat dan berlarian ke dalam hutan sekitar lapangan terbang.

Kapolres Boven Digoel, AKBP Wisnu Perdana Putra menceritakan, pilot dan kopilot berusaha bersembunyi dari gerombolan pelaku. Keduanya tertangkap dan dibawa keluar dari dalam hutan. Lalu ditembak hingga meninggal.

“Pilot dan kopilot dikejar pelaku, dibawa keluar dari hutan dan kembali ke lapangan terbang, lalu dihabisi di sana. Keduanya meninggal di tempat,” jelasnya.

Pasca kejadian, pesawat Smart Air dilaporkan masih berada di landasan pacu Bandara Korowai Batu. “Kami belum bisa memastikan kelompok pelaku yang bertanggung jawab atas serangan ini dan masih menunggu penyelidikan lanjut di lapangan,” jelasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya