Pesawat Smart Air Ditembak KKB: Proses Evakuasi Jenazah Pilot dan Kopilot Berlangsung Menegangkan

Sementara 13 penumpang pesawat Smart Air selamat sudah kembali ke rumah masing-masing.

oleh Katharina JanurDiterbitkan 12 Februari 2026, 11:52 WIB
Pesawat Smart Air PK-SNR ditembaki di Boven Digoel Papua. (istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Pilot dan Kopilot pesawat Smart Air meninggal usai ditembaki Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Bandara Korowai, Kabupatan Boven Digoel, Papua Selatan, Rabu (11/2/2026). Keduanya atas nama Pilot Egon Irawan dan Kopilot Kapten Baskoro.

"Area Bandara Korowai Batu berhasil diamankan, dan proses evakuasi korban telah dituntaskan, Kamis (12/2/2026) pagi," kata Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Faizal Ramadhani dalam keterangannya, Kamis (12/2).

Evakuasi dilakukan sejak pukul 06.00 WIT. Personel Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 yang dibantu unsur TNI memasuki lokasi dan menguasai situasi di sekitar bandara.

Saat itu, fokus utama petugas mengevakuasi dua awak pesawat perintis yang menjadi korban dalam insiden penembakan tersebut. Langkah cepat ini disebutkan diambil untuk memastikan situasi tidak semakin meluas.

"Sejak pagi personel kami sudah berhasil mengamankan area bandara dan mengevakuasi kedua korban ke Timika. Keselamatan masyarakat dan stabilitas wilayah menjadi prioritas utama kami," sebutnya.

Usai dievakuasi, kedua jenazah diterbangkan ke Timika untuk proses identifikasi dan autopsi. Setelah pemulasaraan selesai, jenazah akan diberangkatkan ke Jakarta untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

13 Penumpang Selamat Sudah Kembali ke Rumah

Sementara itu, seluruh penumpang pesawat yang berjumlah 13 orang dipastikan selamat. Mereka merupakan warga lokal yang segera mengamankan diri dan telah kembali ke rumah masing-masing.

Sementara itu, Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz 2026, Kombes Yusuf Sutejo menyampaikan, pengamanan saat ini dilakukan secara terpadu bersama unsur TNI.

"Alhamdulillah, pagi ini pasukan sudah masuk dan mengamankan lokasi termasuk pesawat. Evakuasi korban sudah selesai dilaksanakan. Saat ini kami fokus pada sterilisasi area dan memastikan situasi benar-benar kondusif,” ujar Yusuf dari Bandara Tanah Merah.

Ia mengungkapkan, 20 personel Ops Damai Cartenz diterjunkan ke lokasi dan diperkuat 12 personel Kopasgat TNI AU. Koordinasi lanjutan juga dilakukan dengan jajaran TNI AD untuk penguatan pengamanan, mengingat wilayah tersebut merupakan bandara perintis yang selama ini melayani akses vital masyarakat pedalaman.

"Dampak psikologis turut dirasakan warga. Berdasarkan data sementara, 39 warga sempat mengungsi ke arah Senggo karena rasa takut. Aparat kini berupaya mensterilkan lokasi agar masyarakat dapat kembali beraktivitas normal, termasuk tenaga pendidik dan tenaga kesehatan yang selama ini menjadi tulang punggung pelayanan di wilayah tersebut," ungkapnya.

“Setelah area kami amankan dan situasi dinyatakan kondusif, kami berharap warga yang mengungsi dapat kembali dan pelayanan kepada masyarakat bisa berjalan seperti biasa,” sambungnya.

 

Penerbangan dari dan ke Bandara Korowai Ditutup Sementara

Yusuf menjelaskan, untuk sementara penerbangan dari Tanah Merah menuju Bandara Korowai Batu dihentikan hingga situasi dinyatakan sepenuhnya aman.

Berdasarkan hasil pendalaman awal, aparat menduga keterlibatan kelompok bersenjata yang mengatasnamakan diri sebagai KKB Yahukimo, termasuk kelompok yang dikenal dengan sebutan Batalion Kanibal dan Batalion Semut Merah yang dipimpin Elkius Kobak.

Sementara itu, aparat masih melakukan pemburuan terhadap kelompok pelaku yang diduga terlibat dalam aksi tersebut.

"Saat ini penyelidikan dan penegakan hukum terus berjalan secara terukur dan profesional. Negara hadir bukan hanya untuk menindak, tetapi juga untuk melindungi dan memulihkan rasa aman masyarakat," jelasnya.

"Di pedalaman yang aksesnya terbatas dan fasilitasnya sederhana, langkah cepat hari ini menjadi penanda bahwa keselamatan warga Papua tetap menjadi perhatian utama. Situasi terus dipantau, dan aparat gabungan memastikan Korowai kembali tenang," pungkasnya.

Sebelumnya, Pesawat Smart Air PK-SNR dihujani tembakan oleh sekelompok orang tak dikenal (OTK), Rabu (11/2). Saat itu, pesawat baru saja mendarat di Bandara Korowai Batu, Kampung Danowage, Distrik Yaniruma, Kabupaten Boven Digoel sekitar pukul 11.00 WIT.

Nahas, pilot dan co-pilot menjadi korban tewas. Pesawat kecil tersebut mengangkuit 13 orang penumpang.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Cahyo Sukarnito mengungkap detik-detik menegangkan saat pesawat dihujani tembakan.

"Saat berhenti itu, pesawat ditembaki dari arah hutan bandara," ungkap Cahyo Sukarnito.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya