Tanggapi Laporan Moody’s, BCA Tegaskan Fundamental Tetap Solid dan Tak Terpengaruh

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) memastikan operasional dan profitabilitas perseroan tetap berada di jalur positif meski ada laporan terbaru dari Moody’s.

oleh Gagas Yoga PratomoDiterbitkan 11 Februari 2026, 14:15 WIB
Gedung BCA (Dok: BCA)

Liputan6.com, Jakarta - PT Bank Central Asia Tbk atau Bank BCA (BBCA) menanggapi laporan terbaru Moody’s dengan menegaskan bahwa perseroan tetap berfokus pada kinerja fundamental di tengah dinamika penilaian lembaga pemeringkat global tersebut.

Executive Vice President Corporate Communication and Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, mengatakan posisi BCA sebagai bagian dari industri perbankan membuat perseroan menempatkan penguatan fundamental sebagai prioritas utama.

“Kami sebagai bagian dari pelaku industri, khususnya pelaku industri perbankan Fokus pada fundamental performance kami,” ujarnya kepada wartawan usai Konferensi Pers peluncuran Ocean by BCA, Rabu (11/2/2026).

Sejalan dengan fokus tersebut, BCA juga terus mendorong inovasi produk, salah satunya melalui peluncuran Ocean by BCA. Platform ini dirancang sebagai sistem terintegrasi all-in-one untuk mendukung kebutuhan nasabah bisnis, mulai dari korporasi hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Melalui platform tersebut, pelaku usaha disebut dapat mengelola transaksi, analisis bisnis, hingga kebutuhan payroll dan sumber daya manusia dalam satu sistem.

Menurut Hera, inovasi produk menjadi bagian dari strategi jangka panjang perseroan untuk memperkuat fundamental sekaligus berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Ia juga menyampaikan bahwa optimisme terhadap prospek bisnis di Indonesia masih tetap terjaga.

Terkait dampak langsung terhadap kinerja BCA, Hera menyebut kondisi kualitas aset dan profitabilitas perseroan tetap berada dalam jalur yang solid.

“Jadi teman-teman bisa lihat bagaimana NPL kita sangat terjaga Kemudian bisnis kita juga berjalan dengan sangat baik Bottom Line kita juga positif dan relasi kita juga tetap baik Jadi kami tidak merasakan ada efek apapun,” kata dia.

Lebih lanjut, manajemen BCA menegaskan pertumbuhan kredit yang dijalankan tetap melalui proses yang berhati-hati (prudential) dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, dengan menjaga agar pertumbuhan pinjaman tetap berada pada koridor yang sehat.

 

BBCA Raih 2 Sertifikasi Berstandar Internasional untuk Privasi Data dan AI

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA ) meraih dua sertifikasi berstandar internasional, ISO Privasi Data (ISO 27701) dan ISO Manajemen Kecerdasan Buatan (ISO 42001).

Sebelumnya, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dengan kode saham BBCA meraih dua sertifikasi berstandar internasional, ISO Privasi Data (ISO 27701) dan ISO Manajemen Kecerdasan Buatan (ISO 42001).

Hal ini mempertegas posisinya sebagai pionir dalam keamanan digital, inovasi teknologi, dan pemanfaatan teknologi artificial intelligence (AI) di Indonesia. Komitmen nyata dalam melindungi privasi nasabah dan memastikan pemanfaatan teknologi yang bertanggung jawab.

Direktur BCA Lianawaty Suwono menyatakan pencapaian ini mencerminkan komitmen berkelanjutan BCA sebagai institusi perbankan terutama dalam usaha menjaga kepercayaan nasabah di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

“Kepercayaan nasabah menjadi fondasi utama bagi keberhasilan yang telah diraih oleh BCA sejauh ini. Sertifikasi ISO privasi data dan kelola AI ini menjadi bukti komitmen kami dalam menjaga kepercayaan dan keamanan data nasabah, sekaligus memastikan pemanfaatan teknologi dilakukan secara bertanggung jawab,” ujar Lianawaty, di Menara BCA, Senin (9/2/2026).

Lianawaty menyampaikan bahwa sertifikasi ISO 27701:2019 merupakan sertifikasi berstandar internasional yang berfokus pada sistem manajemen privasi informasi. Standar ini menjadi pedoman bagi organisasi dalam mengelola dan melindungi data pribadi nasabahsecara menyeluruh, mulai dari proses pengumpulan, penyimpanan, pemrosesan, hingga penghapusan data.

“Sertifikasi ini juga mendukung kepatuhan perusahaan terhadap regulasiperlindungan yang berlaku,” tambahnya.

ISO 42001:2023

Sementara itu, Lianawaty menjelaskan untuk ISO 42001:2023 merupakan sertifikasi berstandar internasional terbaru yang mengatur sistem manajemen kecerdasan buatan (AI).

"Standar ini dirancang untuk memastikan pengembangan dan pemanfaatan AI dilakukan secara etis, transparan, aman, serta bertanggung jawab, dengan tetap mengedepankan prinsip akuntabilitas dan kepatuhan terhadap regulasi," ujarnya.

Menurutnya, dengan diraihnya dua sertifikasi berstandar internasional, Lianawaty menegaskan hal ini menjadi langkah nyata dari BCA dalam memperkuat tata kelola perusahaan dalam mendukung transformasi digital yang berkelanjutan.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya