Mensesneg: Prabowo Minta Pimpinan TNI-Polri Tak Ragu Beri Penghargaan ke Anggota

Presiden Prabowo Subianto meminta pimpinan TNI-Polri untuk tidak ragu memberikan penghargaan kepada anggotanya masing-masing.

oleh Lizsa EgehamDiterbitkan 09 Februari 2026, 17:20 WIB
Untuk jabatan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Mensesneg Prasetyo Hadi mengatakan bahwa saat ini Presiden Prabowo belum menunjuk pengganti Budi Gunawan. (Foto: Biro Pers Istana Kepresidenan)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto meminta pimpinan TNI-Polri untuk tidak ragu-ragu memberikan penghargaan kepada anggotanya. Khususnya, anggota TNI-Polri yang telah berdedikasi serta mengabdi untuk kepentingan bangsa dan negara.

Hal ini disampaikan Prasetyo usai mengikuti taklimat Presiden Prabowo saat rapat pimpinan (rapim) TNI-Polri di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (9/2/2026). Rapat berlangsung sekitar 3 jam.

"Bapak Presiden memang secara khusus tadi juga menyampaikan bahwa meminta kepada pimpinan TNI maupun Polri untuk tidak ragu-ragu, kemudian juga tidak segan-segan untuk memberikan penghargaan kepada anggota TNI maupun anggota Polri yang telah menunjukkan darmabaktinya kepada bangsa dan negara, telah menunjukkan dedikasinya, telah menunjukkan pengabdiannya dalam berbagai bentuk penghargaan tersebut," ujar Prasetyo kepada wartawan, Senin (9/2/2026).

Menurut dia, penghargaan tersebut dapat diberikan berupa kenaikan pangkat kepada anggota TNI-Polri yang telah mengabdi untuk negara. Selain itu, para pimpinan dapat memberikan kesempatan pendidikan yang lebih tinggi.

"Misalnya, dalam hal bentuk kenaikan pangkat ataupun kesempatan untuk mendapatkan kesempatan melaksanakan pendidikan yang lebih tinggi lagi," ucap Prasetyo.

Dalam kesempatan ini, Prabowo memberikan evaluasi kinerja TNI-Polri. Prabowo meminta TNI-Polri menjadi institusi yang kuat, bersatu, dan selalu mengutamakan kepentingan negara serta masyarakat.

"Evaluasi, tadi kan bagian dari evaluasi. Untuk menjadi TNI yang kuat, yang profesional, yang maju itu kan bagian juga dari bentuk evaluasinya untuk terus bersatu, mengedepankan kepentingan bangsa dan negara, dan kepentingan masyarakat," tutur Prasetyo.

 

Apresiasi Kinerja TNI-Polri

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi usai rapat bersama Presiden Prabowo di Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan, Minggu (12/10/2025) (Liputan6.com/Lizsa Egeham)

Disisi lain, kata Prasetyo, Prabowo memberikan apresiasi kinerja TNI-Polri yang sudah bekerja di luar tupoksinya dan hadir membantu masyarakat. Salah satunya, membantu penanganan bencana dan pembangunan program pemerintah.

"Dalam hal penanganan bencana, TNI-Polri berada di garda yang paling depan. Kemudian, dalam hal pembangunan-pembangunan program pemerintah termasuk jembatan-jembatan di daerah-daerah terpencil, baik TNI maupun Polri juga bekerja keras ikut membangun sehingga bisa meringankan beban masyarakat," jelas Prasetyo.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memberikan taklimat kepada para peserta Rapat Pimpinan (Rapim) TNI dan Polri di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (9/2/2026). Rapat ini diikuti oleh lebih dari 650 peserta, yang terdiri atas unsur TNI dan Polri serta para menteri.

Rapim tersebut merupakan konsolidasi dan penguatan sinergi antara TNI-Polri 2026 dalam menjaga stabilitas nasional serta mendukung agenda strategis pemerintah.

Selain itu, rapat ini mencerminkan kuatnya komitmen bersama dalam mempererat koordinasi lintas institusi.

Sejumlah pimpinan TNI-Polri yang hadir yakni, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita, Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo.

Kemudian, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Mohamad Tonny Harjono, dan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali.

Sejumlah menteri kabinet Merah Putih turut mengikuti rapim antara lain, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Kepala BIN Muhammad Herindra, hingga Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya.

 

Mensesneg: Prabowo Minta TNI-Polri Perbaiki Diri dan Bersatu untuk Indonesia

Ketua DPP Gerindra Prasetyo Hadi di kediaman Prabowo Subianto, Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan, Minggu (20/10/2024). (Liputan6.com/Winda Nelfira)

Sebelumnya, Mensesneg atau Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan sejumlah arahan Presiden Prabowo Subianto dalam rapat pimpinan (rapim) TNI-Polri di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (9/2/2026). Prabowo meminta TNI-Polri untuk bersatu dan memperbaiki diri untuk bangsa dan negara.

"Bapak Presiden juga kembali selalu beliau di dalam forum apa pun itu menyampaikan bahwa intinya kita semua harus bersatu. Jadi, beliau tadi juga memberikan penekanan untuk TNI maupun Polri terus merapatkan barisan, terus memperbaiki diri, dan terutama bersatu untuk kepentingan bangsa dan negara," ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (9/2/2026).

Dia mengingatkan TNI-Polri harus menjadi institusi yang kuat dan profesional. Selain itu, Prabowo mengatakan TNI-Polri harus berperan sebagai tentara dan polisi yang dicintai oleh masyarakat.

"TNI maupun Polri harus menjadi institusi yang kuat, profesional, dan terutama tadi pesan beliau adalah untuk menjadi Tentara Rakyat dan Polisi yang dicintai oleh rakyat," ucap Prasetyo.

Prabowo juga menyampaikan terima kasih kepada aparat TNI-Polri yang menjadi garda terdepan dalam membantu dan menyukseskan program-program pemerintah. Khususnya, kata dia, program yang berorientasi untuk kepentingan masyarakat dan negara.

"Beliau juga menyampaikan terima kasih, penghargaan, dan apresiasi kepada TNI maupun Polri yang dalam satu tahun lebih masa kepemimpinan Bapak Presiden Prabowo, TNI maupun Polri terus menjadi garda terdepan di dalam membantu dan menyukseskan seluruh program-program pemerintah," kata Prasetyo.

"Semua program itu selalu orientasinya adalah untuk kepentingan rakyat, kepentingan bangsa, dan kepentingan negara, di atas segala kepentingan pribadi maupun golongan," sambungnya.

Infografis Jurus Pemerintahan Prabowo - Gibran Capai Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya