Liputan6.com, Jakarta - Kebakaran hebat melanda gudang penyimpanan bahan kimia pestisida di kompleks pergudangan Taman Tekno, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Senin (9/2/2026). Residu bahan kimia diduga mengalir ke sungai dekat gudang dan menyebabkan ikan-ikan mati.
Gudang yang terbakar merupakan penyimpanan pestisida, yang mulai terbakar pada pukul 04.30 pagi tadi. Hingga sore ini, sebanyak 18 armada Damkar masih siaga melakukan pendinginan di lokasi kebakaran.
Advertisement
“Yang kebakaran gudang kimia, gudang pestisida,” kata Kabid Pemadaman Damkar Tangsel, Omay Komarudi.
Omay belum bisa memastikan apa penyebab kebakaran terjadi, hingga saat ini pihaknya masih fokus melakukan pemadaman.
Untuk memadamkan api, Damkar Tangsel mengerahkan 14 armada ditambah 2 unit milik BSD, serta 2 unit mobil tangki untuk mensuplai air, sementara personel yang ditugaskan kurang lebih mencapai 70 orang.
Omay memastikan tidak ada korban jiwa akibat insiden tersebut, namun kerugian ditaksir mencapai miliaran rupiah.
Sebabkan Sungai Tercemar
Sementara, aliran sungai di wilayah Serpong yang berada di belakang gudang tersebut berubah warna menjadi putih susu dan mengeluarkan aroma menyengat bahan kimia.
“Air kali berubah warna putih agak susu dan baunya agak sedikit menyengat seperti bau minyak tanah,” kata salah seorang warga.
Dugaan pencemaran air sungai dikabarkan akibat kebakaran yang melanda salah satu gudang di Taman Tekno.
Omay Komarudin menjelaskan, residu kebakaran bahan kimia gudang diduga mengalir langsung ke aliran sungai.
“Pencemaran air disebabkan oleh bahan kimia yang terbakar dan terurai mengalir ke kali akhirnya menimbulkan pencemaran,” katanya.
Akibat pencemaran itu, ekosistem sungai dikabarkan terganggu sampai ikan di lokasi tersebut mati. Omay menegaskan, warga tidak boleh menangkap ikan-ikan yang mati apalagi sampai mengonsumsinya.
“Menurut info dari relawan tadi ikan-ikan pada mati semua. Itu ikan tidak boleh dikonsumsi karena beracun,” tegasnya.