Immanuel Ebenezer soal Partai K Terlibat Pemerasan Sertifikat K3: Terdiri dari Tiga Huruf

Noel belum membuka lebih detil partai yang diduga turut berada dalam lingkaran kasus pemerasan pengurusan sertifikat K3 di Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker). Noel pelan-pelan membuka bocoran partai yang disebut ada huruf K.

oleh Muhammad Radityo PriyasmoroDiterbitkan 09 Februari 2026, 12:33 WIB
Sebagai tambahan, JPU KPK juga menghadirkan dua tersangka baru dalam kasus yang sama untuk memberikan kesaksian. Tampak dalam foto, bekas Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer sesaat sebelum mengikuti sidang lanjutan dugaan kasus pemerasan dalam pengurusan sertifikat K3 dimulai di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (2/2/2026). (Kapanlagi.com/Budy Santoso)

Liputan6.com, Jakarta - Eks Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Immanuel Ebenezer atau yang akrab disapa Noel belum membuka lebih detil partai yang diduga turut berada dalam lingkaran kasus pemerasan pengurusan sertifikat K3 di Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker). Noel pelan-pelan membuka bocoran partai yang disebut ada huruf K.

“Partai saya kerucutkan ya, kemarin kan (ada huruf) K. Sekarang, (terdiri dari) tiga huruf. Untuk sementara itu dulu,” kata Noel di ruang sidang Pengadiilan Tipikor Jakarta, Senin (9/2/2026).

Saat disinggung warna apa partai tiga huruf dimaksud, Noel enggan menyebut secara gamblang. “Sudahlah,” tegas dia.

Noel menuturkan, fakta-fakta persidangan akan membuka secara terang benderang kasus pemerasan sertifikat K3. Termasuk soal dugaan keterlibatan partai K.

“Bukan saya yang menyampaikan, tapi fakta persidangan, jaksa, lantas saksi-saksi menyampaikan. Bukan saya,” ucapnya.

Untuk diketahui, munculnya kode Partai K sudah diungkap Noel pada persidangan sebelumnya. Saat itu, Noel memberikan bocoran tentang Partai politik yang diduga terlibat dalam kasus ini.

Dia menyebut ada satu partai yang terseret dalam pusaran kasus pemerasan pengurusan sertifikat K3 dan ada huruf K di dalam konsonan nama partai tersebut.

Kendati pun, dia belum mau menyebutkan lebih lanjut huruf "K" tersebut terletak di awal, tengah, maupun akhir nama partai dimaksud.

"Sebetulnya lidah gue udah mau ngomongin hari ini nih, mau gue kerucutin nih, K ini nih. Tapi jangan dulu komentar soal itu, katanya biar para elite ini tenang dulu. Perintahnya begitu," ujar kata Noel kepada awak media di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (2/2/2026).

Dilarang Bersuara

Saat ditanya, siapa pihak yang melarangnya untuk bersuara, Noel tutup mulut. Hanya saja dia memastikan sangat menghormati sosoknya hingga mengikuti perintahnya.

"Ada deh yang jelas orang ini saya hormati sekali," jelas dia.

Saat dipertegas kapan Noel akan mengungkap identitas Partai K, dia memastikan hal itu akan menjadi fakta persidangan.

"Saya untuk sementara tidak boleh berkomen soal itu, karena itu nanti sesuai fakta persidangan,” tutupnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya