Liputan6.com, Jakarta - Pemegang Ethereum (ETH) terbesar, BitMine memanfaatkan volatilitas harga aset digital baru-baru ini untuk memperluas kepemilikannya.
Mengutip Yahoo Finance, Senin (9/2/2025), pada 7 Februari, platform analisis blockchain Lookonchain melaporkan transaksi BitMine yang mengakuisisi sekitar 20.000 ETH. Nilai pembelian itu sebesar USD 41,98 juta atau Rp 708,01 miliar (asumsi kurs dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.870).
Advertisement
Hal yang perlu diperhatikan yakni pembelian terbaru tersebut membawa perusahaan tersebut jauh lebih dekat ke tujuan jangka panjangnya untuk mengendalikan lima persen dari total pasokan Ethereum yang beredar.
Berdasarkan data dari Strategic ETH Reserve menunjukkan BitMine telah mencapai lebih dari 70% dari tujuan itu dengan kepemilikan mencapai 4,29 juta ETH.
Pembelian Ethereum terbaru oleh BitMine juga dilakukan saat pasar sangat rapuh. Selama 30 hari terakhir, harga Ethereum merosot 31%. Pada pekan lalu, Ethereum diperdagangkan di level terendah USD 1.824, level terendah sejak Mei 2025.Namun demikian, BitMine tetap berkomitmen pada token kripto tersebut. Chairman BitMine Tom Lee menilai, Ethereum adalah masa depan keuangan. Ia menepis kekhawatiran mengenai kerugian yang belum terealisasi yang semakin dalam.
Dalam pernyataan baru-baru ini, Lee berpendapat bahwa volatilitas saat ini adalah "fitur, bukan kesalahan." Menurutnya, Ethereum telah melewati penurunan nilai sebesar 60% atau lebih buruk pada tujuh kesempatan sejak 2018.
Jadi, terlepas dari citra "Musim Dingin Kripto" yang diperburuk oleh pencalonan Kevin Warsh ke Federal Reserve dan ketegangan geopolitik setelah insiden Greenland, penggunaan fundamental jaringan Ethereum tetap kuat.
Selain itu, BitMine telah berkembang melampaui strategi perbendaharaan "beli dan tahan" sederhana.
Manfaatkan Aset Besar
Untuk mengungguli siklus dan mengurangi dampak penurunan harga spot, perusahaan ini beralih ke apa yang mereka sebut sebagai "akuisisi yang menguntungkan" dan penempatan modal berisiko tinggi.
Ini termasuk alokasi "moonshot" yang dipublikasikan ke token berkapitalisasi kecil seperti Orbs dan investasi di media seperti Mr Beast.
Selain itu, BitMine terus memanfaatkan asetnya yang besar untuk menghasilkan keuntungan, dengan mempertaruhkan hampir 3 juta ETH.
Upaya-upaya ini dirancang untuk mengimbangi tekanan berat dari lingkungan makro yang telah berubah menjadi sangat menghindari risiko.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
Aktivitas Ethereum Meledak, Jumlah Transaksi Harian Cetak Rekor Tertinggi
Sebelumnya, jaringan blockchain Ethereum kembali mencetak tonggak sejarah baru. Untuk pertama kalinya, jumlah transaksi harian di jaringan Ethereum mencapai level tertinggi sepanjang masa.
Dikutip dari Coinmarketcap, Jumat (16/1/2026), lonjakan ini menjadi sinyal kuat meningkatnya adopsi Ethereum, khususnya untuk berbagai aplikasi berbasis blockchain seperti protokol keuangan terdesentralisasi (DeFi), platform NFT, hingga penggunaan smart contract.
Berdasarkan data terbaru, jumlah transaksi harian Ethereum berhasil melampaui rekor sebelumnya. Capaian ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam aktivitas dan keterlibatan pengguna di jaringan Ethereum.
Sejumlah faktor disebut menjadi pemicu lonjakan transaksi tersebut. Di antaranya adalah meningkatnya aktivitas perdagangan aset kripto, peluncuran proyek-proyek baru, serta minat yang terus tumbuh terhadap solusi penskalaan Ethereum, khususnya jaringan Layer 2.
Solusi Layer 2 sendiri dirancang untuk membantu Ethereum memproses transaksi lebih cepat dan efisien, tanpa mengorbankan aspek keamanan jaringan utama. Hal ini membuat semakin banyak pengguna dan pengembang beralih ke ekosistem Ethereum.