Liputan6.com, Jakarta - PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (emiten PANI), salah satu pengembang properti di kawasan strategis Pantai Indah Kapuk 2 (PIK2) mencetak prapenjualan Rp 4,3 triliun pada 2025.
Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Minggu (8/2/2026), capaian prapenjualan Perseroan ini dinilai mencerminkan ketahanan fundamental bisnis perseroan dan efektivitas strategi pengembangan kawasan di tengah dinamika makroekonomi dan penyesuaian siklus industri properti nasional.
Advertisement
Presiden Direktur PANI, Sugianto Kusuma menuturkan, capaian prapenjualan 2025 mencerminkan keberhasilan perseroan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan kehati-hatian di tengah perubahan pasar.
"Kami memandang tahun 2025 sebagai periode konsolidasi yang sehat. Di tengah dinamika makroekonomi dan penyesuaian daya beli, PANI tetap fokus pada pertumbuhan yang berkualitas dan berkelanjutan,” ujar dia, dikutip dari keterbukaan informasi BEI.
Ia menambahkan, pencapaian 100% target pra penjualan menunjukkan strategi pengembangan kawasan PIK2 yang terintegrasi, relevan dengan kebutuhan pasar, dan berbasis fundamental yang kuat tetap mendapatkan kepercayaan konsumen dan investor.
"Ke depan, PANI akan terus mengedepankan strategi pengembangan yang prudent, dengan fokus pada penciptaan nilai jangka panjang melalui penguatan ekosistem kawasan dan optimalisasi portofolio produk,” tutur dia.
Pada 2025, segmen residensial menjadi kontributor terbesar dengan pra penjualan sebesar Rp 2,0 triliun atau 47%, diikuti oleh kaveling tanah komersial sebesar Rp 1,2 triliun (28%) dan produk komersial sebesar Rp 1,07 triliun (25%). Kinerja tersebut menunjukkan permintaan terhadap hunian terintegrasi dan kawasan komersial strategis di PIK2 tetap terjaga, seiring dengan preferensi konsumen yang semakin selektif dan berorientasi pada kualitas.
Penguatan Ekosistem Kawasan
Beroperasinya Nusantara International Convention and Exhibition (NICE) sejak Agustus 2025 menjadi katalis strategis dalam penguatan ekosistem kawasan PIK2. NICE dikembangkan sebagai anchor asset sektor MICE dengan total gross building area sekitar 375.000 m² yang dibangun di atas lahan ±123.000 m².
Hingga akhir 2025, NICE telah menyelenggarakan 16 event berskala nasional dan internasional, dengan kapasitas pengunjung yang dapat mencapai hingga ±100.000 orang untuk event besar, serta didukung fasilitas parkir yang mampu menampung sekitar ±7.500 kendaraan.
Utilisasi awal yang kuat ini menegaskan peran NICE tidak hanya sebagai fasilitas MICE, tetapi juga sebagai sumber pendapatan berulang bagi entitas anak Perseroan dan penggerak utama aktivitas ekonomi kawasan dengan multiplier effect yang luas.
Peningkatan Aksebilitas
Seiring dengan itu, peningkatan aksesibilitas kawasan PIK2 melalui Jalan Tol KATARAJA semakin memperkuat daya tarik kawasan sebagai destinasi bisnis, hunian, dan MICE.
Jalan tol ini menghubungkan PIK2 secara langsung dengan jaringan infrastruktur utama Jabodetabek, termasuk Bandara Internasional Soekarno-Hatta dengan waktu tempuh sekitar 7 menit, serta didukung konektivitas transportasi publik dan akses kawasan yang semakin matang.
Sinergi antara operasional NICE dan konektivitas infrastruktur tersebut diyakini akan meningkatkan arus pengunjung dan aktivitas ekonomi secara berkelanjutan, memperluas peluang bisnis, serta memperkuat permintaan terhadap produk residensial dan komersial PIK2 dalam jangka menengah dan panjang.