Liputan6.com, Jakarta - Perdana Menteri Kanada Mark Carney merencanakan penguatan industri otomotif Kanada sekaligus mempercepat peralihan ke kendaraan listrik, di tengah tekanan tarif yang diberlakukan Amerika Serikat terhadap sektor tersebut.
Inisiatif yang diumumkan pada Kamis itu menjadi langkah terbaru Kanada untuk menekan ketergantungan pada Amerika Serikat (AS), di tengah dorongan Presiden Donald Trump agar produksi mobil lebih banyak dilakukan di dalam negeri. Demikian dikutip dari BBC, Minggu (8/2/2026).
Advertisement
Strategi yang disusun Carney mencakup pemberian insentif finansial bagi produsen otomotif yang menanamkan investasi di Kanada, serta menghidupkan kembali program potongan harga untuk kendaraan listrik.
Sebelumnya, Trump memberlakukan tarif 25% untuk mobil dan suku cadang mobil Kanada. Bea masuk tersebut mengejutkan produksi mobil di Kanada, di mana sekitar 90% kendaraan diekspor ke AS.
Perjanjian perdagangan bebas Amerika Serikat–Kanada–Meksiko (USMCA) dijadwalkan akan ditinjau ulang tahun ini. Namun, menurut Carney, tujuan awal kesepakatan tersebut untuk menghapus tarif di kawasan Amerika Utara tidak lagi menjadi prioritas utama pemerintah AS saat ini. "Pendekatan mereka telah berubah," kata Carney saat berkunjung ke sebuah pabrik otomotif di Toronto
"Kita harus bersiap untuk segala kemungkinan," ia menambahkan.
Ribuan pekerja industri otomotif Kanada dilaporkan kehilangan pekerjaan sejak Donald Trump kembali menjabat, seiring sejumlah produsen besar seperti General Motors dan Stellantis memangkas kapasitas produksi mereka di negara tersebut.
Skema Kebijakan Baru Carney
Salah satu kebijakan yang diumumkan Carney adalah skema tarif baru yang memberikan kredit bagi produsen otomotif seperti General Motors dan Toyota yang merakit kendaraan di Kanada, sebagai kompensasi atas beban biaya tarif.
Dalam beberapa waktu terakhir, pejabat Kanada aktif melakukan kerja sama dengan negara lain di tengah ketegangan dagang dengan Amerika Serikat, sebagai upaya memperkuat industri otomotif domestik sekaligus menekan ketergantungan pada pasar AS.
Dilansir dari BBC, Jumat (6/2/2026), pengumuman Carney itu muncul setelah Kanada mencapai kesepakatan dengan China beberapa waktu lalu yang membuka jalan bagi penurunan tarif kendaraan listrik asal Negeri Tirai Bambu, diberlakukan bersamaan dengan AS pada tahun 2024.
Selain dengan China, Kanada juga membuat kesepakatan dengan Korea Selatan demi mendorong manufaktur mobil Korea di Kanada, sekaligus melemahkan perusahaan mobil AS.
Cerney mengumumkan akan memberlakukan kembali insentif pembelian kendaraan listrik. Kebijakan tersebut kontra dengan kebijakan Trump setelah ia mengakhiri subsidi pemerintah bagi kendaraan listrik.
Pemerintah juga berencana menerapkan standar emisi yang lebih ketat bagi kendaraan baru, dengan target kendaraan listrik dapat menyumbang hingga 90% dari total penjualan mobil pada 2040.
Pada saat bersamaan, Carney mencabut mandat penjualan kendaraan listrik yang diberlakukan pada 2023 oleh mantan Perdana Menteri Justin Trudeau, setelah kebijakan itu mendapat penolakan dari produsen otomotif yang menilai biayanya terlalu tinggi.
Dengan beralih ke standar emisi yang lebih ketat untuk kendaraan, Carney mengatakan kepada wartawan, "pergeseran ini berfokus pada hasil yang penting bagi warga Kanada, sekaligus menghindari beban yang tidak semestinya pada industri otomotif Kanada."