Akhir Teror Macan Tutul yang Sempat Bikin Panik Warga di Kabupaten Bandung

Seekor macan tutul masuk ke permukiman warga di Desa Maruyung, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, dan melukai sejumlah orang.

oleh Dikdik RipaldiDiterbitkan 05 Februari 2026, 16:16 WIB
Kepala Seksi Konservasi Wilayah (SKW) V Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat, Vitriana Yulalita saat memberikan keterangan terkait macan tutu; masuk permukiman warga. (Liputan6.com/ Dikdik Ripaldi)

Liputan6.com, Bandung - Seekor macan tutul yang masuk ke permukiman warga di Desa Maruyung, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, berhasil ditangkap dan kemudian dibawa ke balai konservasi di Cikembulan, Garut. 

Hal tersebut disampaikan Kepala Seksi Konservasi Wilayah (SKW) V Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat, Vitriana Yulalita.

"Akan kita akan tangani untuk dibawa ke balai konservasi Cikembulan di Garut," katanya di Polsek Pacet, Rabu (5/2/2026).

Diketahui, macan tutul yang ditangkap di permukiman warga itu sempat dievakuasi sementara di kantor Polsek Pacet. Di sana, macan itu diamankan di sebuah kandang besi khusus milik BBKSDA Jabar.

Tim kesehatan hewan melakukan pemeriksaan awal kondisi macan. Terlihat, beberapa petugas sempat memberikan air minum pada hewan buas tersebut. Auman macan dewasa itu terdengar beberapa kali.

Selanjutnya, Vitriana mengatakan akan memeriksa kondisi kesehatan hewan itu secara lebih mendalam. Ia memberikan apresiasi kepada masyarakat yang tidak langsung melukai hewan yang masuk kategori dilindungi tersebut.

"Kita fokus ke kondisi macan ya tadi sudah dilakukan penanganan sementara dan dibantu oleh masyarakat. Alhamdulillah masyarakat sekitar sini paham bahwa macan tutul satwa dilindungi, sehingga melakukan penanganan supaya macan tutulnya tidak mengalami hal-hal yang tidak diinginkan, dilukai atau dibunuh," jelasnya.

Kapolsek Pacet, AKP Asep Mulia Warga Santosa mengatakan, pihak kepolisian mendapatkan laporan warga atas kejadian tersebut. Pihaknya kemudian segera berkoordinasi dengan BBKSDA hingga Damkar.

"Kami menerima laporan masyarakat bahwa ada hewan jenis macan tutul berkeliaran. Kita ke TKP dan Alhamdulillah untuk macan tutul bisa kita tangkap, diamankan dan kita bawa ke polsek untuk penanganan lebih lanjut," katanya.

Disinggung terkait adanya warga yang dikabarkan menjadi korban luka, Asep mengatakan, pihak kepolisian belum menerima laporan.

"Saat ini belum ada laporan, tapi akan kita cari informasinya," tegasnya.

 

Sempat Buat Panik Warga

Sebelumnya, Kepala Desa Maruyung Apen Supendi di Bandung, Kamis (5/2/2026) mengatakan, kemunculan macan tutul pertama kali dilaporkan warga pada pagi hari dan sempat menimbulkan kepanikan di lingkungan sekitar. 

"Kami menerima laporan dari warga terkait adanya macan tutul yang masuk ke wilayah perkampungan. Berdasarkan pantauan awal, ukuran satwa tersebut cukup besar, sekitar sebesar kambing dewasa," katanya. 

Apen Supendi menjelaskan peristiwa tersebut mengakibatkan dua warga mengalami luka akibat cakaran dan gigitan satwa liar yang dilindungi itu.

Ia juga menyebutkan dua warga yang menjadi korban mengalami luka saat beraktivitas di sekitar lokasi kemunculan macan tutul tersebut.

"Kedua korban langsung kami evakuasi ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan medis. Saat ini kondisinya sudah stabil," ujarnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya