6 Hal yang Bikin Jumlah Warga Miskin RI Turun

BPS mencatat jumlah warga miskin susut 520 ribu orang dalam kurun waktu enam bulan. Berikut 6 faktor yang menekan jumlah warga miskin.

oleh Fiki AriyantiDiterbitkan 01 Juli 2013, 17:04 WIB
Badan Pusat Statistik (BPS) mengklaim angka kemiskinan Indonesia setiap tahun mengalami penurunan. Raihan tersebut ditopang oleh beberapa faktor sehingga jumlah warga miskin pada Maret 2013 sudah melorot menjadi 28,07 juta dibanding September lalu sebanyak 28,59 juta jiwa.

Kepala BPS Suryamin mengungkapkan, dalam kurun waktu enam bulan di periode September 2012-Maret 2013, jumlah warga miskin susut 520 ribu orang.

"Penurunan angka kemiskinan sejak 2009 sampai Maret 2013 bergerak melandai. Namun pemerintah telah berupaya keras untuk terus melakukan perbaikan," ungkap dia di kantornya, Jakarta, Senin (1/7/2013).

Pada tahun 2009, jumlah penduduk miskin di sebanyak 32,53 juta jiwa, lalu menjadi 31,02 juta orang miskin di tahun 2010 hingga terus melorot di Maret 2013 sebanyak 28,07 juta jiwa penduduk miskin.

Penurunan tersebut, kata dia, didorong oleh enam faktor selama periode September 2012-Maret ini. Pertama, sepanjang enam bulan itu inflasi umum relatif rendah yakni 3,2%. Pemicu kedua, upah harian (normal) buruh tani dan buruh bangunan meningkat selama periode tersebut masing-masing sebesar 2,08% dan 9,96%.

"Ketiga, rata-rata harga beras relatif stabil tercatat pada September lalu sebesar Rp 10.414 per kilogram dan Maret ini sebesar Rp 10.718 per kilo," paparnya.

Keempat, lanjut Suryamin, harga eceran beberapa komoditas bahan pokok seperti minyak goreng, gula pasrm dan tepung terigu mengalami penurunan yakni masing-masing turun 5,10%, 0,60% dan 0,20%.

Kondisi tersebut semakin diperkuat dengan perekonomian Indonesia sebagai faktor kelima pendorong penurunan angka kemiskinan. Pada kuartal I 2013, ekonomi Indonesia bertumbuh 1,41% terhadap kuartal IV 2012. Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, pertumbuhan perekonomian di tiga bulan pertama tahun ini sebesar 6,02%.

"Terakhir faktor keenam, adalah tingkat pengangguran terbuka di Indonsia yang juga ikut susut mencapai 5,92% pada Februari 2013 dari kondisi Agustus lalu sebesar 6,14%," pungkas Suryamin. (Fik/Ndw)

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya