Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,11% pada 2025, IHSG Melemah Terbatas Sesi Pertama

Sebanyak 337 saham menguat sehingga menahan koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) usai rilis pertumbuhan ekonomi Indonesia.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 05 Februari 2026, 13:11 WIB
Badan Pusat Statistik (BPS) menyampaikan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,11% pada 2025. Di tengah pengumuman pertumbuhan ekonomi itu, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah ke zona merah pada sesi pertama perdagangan saham Kamis, (5/2/2026). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) menyampaikan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,11% pada 2025. Di tengah pengumuman pertumbuhan ekonomi itu, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah ke zona merah pada sesi pertama perdagangan saham Kamis, (5/2/2026). Koreksi IHSG hari ini terjadi di tengah mayoritas sektor saham yang memerah.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini turun tipis 0,06% ke posisi 8.141,84. Indeks saham LQ45 menguat 0,45% ke posisi 836,54. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau.

Pada sesi pertama, IHSG berada di level tertinggi 8.214,46 dan level terendah 8.118,50. Sebanyak 337 saham menguat sehingga menahan koreksi IHSG. 330 saham melemah dan 151 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan 1.548.273 kali dengan volume perdagangan saham 20,5 milair saham. Nilai transaksi harian saham Rp 11 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.814.

Sebagian besar sektor saham melemah. Sektor saham basic merosot 2,21% dan catat koreksi terbesar. Disusul sektor saham industri susut 1,4%, sektor saham consumer siklikal melemah 1,1%. Lalu sektor saham kesehatan terpangkas 0,44%, sektor saham properti merosot 0,86%, sektor saham teknologi turun 0,49% Kemudian sektor saham infrastruktur melemah 1,23%.

Di sisi lain, sektor saham energi naik 0,08%, sektor saham consumer nonsiklikal bertambah 1,55%, sektor saham keuangan menanjak 0,58% dan sektor saham transportasi bertambah 0,02%.

Harga saham ANTM turun 4,01% ke posisi Rp 3.830 per saham. Harga saham ANTM dibuka melemah 10 poin ke posisi Rp 3.980 per saham. Saham ANTM berada di level tertinggi Rp 4.000 dan terendah Rp 3.820 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 47.022 kali dengan volume perdagangan saham 1.230.066 kali dengan volume perdagangan saham Rp 478,6 miliar.

Gerak Saham

Suasana pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (10/2). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Harga saham TRUE terpangkas 14,29% ke posisi Rp 216 per saham. Harga saham TRUE dibuka turun ke Rp 230 per saham dari sebelumnya Rp 252 per saham. Saham TRUE berada di level tertinggi Rp 266 dan terendah Rp 216 per saham. Total frekuensi perdagangan 16.860 kali dengan volume perdagangan saham 2.389.312 saham. Nilai transaksi Rp 54 miliar.

Harga saham BBCA naik 1,28% ke posisi Rp 7.900 per saham. Saham BBCA dibuka stagnan di posisi Rp 7.800 per saham. Harga saham BBCA berada di level tertinggi Rp 7.925 dan level terendah Rp 7.800 per saham. Total frekuensi perdagangan 21.992 kali dengan volume perdagangan saham 671.012 saham. Nilai transaksi Rp 528,1 miliar.

Harga saham ENRG susut 1,75% ke posisi Rp 1.125 per saham. Saham ENRG dibuka naik ke posisi Rp 1.160 per saham dari penutupan sebelumnya Rp 1.145 per saham. Harga saham ENRG berada di level tertinggi Rp 1.165 dan level terendah Rp 1.125 per saham. Total frekuensi perdagangan 4.606 kali dengan volume perdagangan saham 252.513 saham. Nilai transaksi Rp 28,9 miliar.

Top Gainers-Losers

IHSG menguat 24,13 poin atau 0,34 persen dibandingkan penutupan sebelumnya pada level 7.196,75. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Saham-saham yang masuk top gainers antara lain:

  • Saham KOCI melonjak 33,77%
  • Saham CTTH melonjak 29,89%
  • Saham NZIA melonjak 27,74%
  • Saham BUKK melonjak 25%
  • Saham LION melonjak 24,62%

 

Saham-saham yang masuk top losers antara lain:

  • Saham MORA merosot 14,93%
  • Saham PIPA merosot 14,92%
  • Saham MINA merosot 14,86%
  • Saham SMIL merosot 14,86%
  • Saham FILM merosot 14,85%

 

Saham-saham teraktif berdasarkan nilai antara lain:

  • Saham BBRI senilai Rp 774,8 miliar
  • Saham BUMI senilai Rp 616,8 miliar
  • Saham BBCA senilai Rp 528,1 miliar
  • Saham ANTM senilai Rp 478,6 miliar
  • Saham BMRI senilai Rp 452,1 miliar

 

Saham-saham teraktif berdasarkan frekuensi antara lain:

  • Saham MINA tercatat 76.648 kali
  • Saham BUMI tercatat 62.279 kali
  • Saham ANTM tercatat 47.022 kali
  • Saham BBRI tercatat 32.116 kali
  • Saham BIPI tercatat 30.440 kali

Pertumbuhan Ekonomi

Hal tersebut buntut keputusan Beijing yang membalas kebijakan Donald Trump dengan kenaikan tarif sebesar 84 persen. (BAY ISMOYO/AFP)

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 atau full year mencapai 5,11 persen. Angka tersebut melenceng dari prediksi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Sebelumnya, Menkeu Purbaya memprediksi pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun 2025 di kisaran 5,2 persen. Namun, nyatanya di bawah prediksinya.

"Secara kumulatif ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2025 tumbuh sebesar 5,11 persen," ujar Kepala Badan Pusat Statistik Amalia Adininggar Widyasanti, dalam konferensi pers BPS, Kamis (5/2/2026).

Namun, prediksi Menkeu Purbaya untuk triwulan IV 2025 hampir mendekati hasil pertumbuhan ekonomi triwulan IV 2025 yang disampaikan BPS.

BPS mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan IV 2025 mencapai 5,39 persen secara year on year atau tahunan. Sementara, sebelumnya Purbaya memprediksi diangka 5,4 persen, artinya hanya selisih 1 persen.

Amalia menjelaskan pertumbuhan ekonomi triwulan IV 2025 mengacu pada ekonomi Indonesia berdasarkan besaran produk domestik bruto pada triwulan IV 2025 atas dasar harga berlaku adalah sebesar Rp 6.147,2 triliun, atas dasar harga konstan Rp 3.474,5 triliun.

"Sehingga pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan IV 2025 bila dibandingkan triwulan IV 2024 atau secara year on yearmengalami pertumbuhan sebesar 5,39 persen," jelas Amalia.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya