Liputan6.com, Jakarta - Sebagian besar bursa saham Asia Pasifik melemah pada perdagangan Kamis, (5/2/2026). Bursa saham Asia Pasifik turun seiring aksi jual saham teknologi di wall street semakin intensif dan kripto melemah.
Mengutip CNBC, saham Advanced Mico Devices (AMD) anjlok 17% setelah prediksi kuartal pertama mengecewakan beberapa analis. Broadcom dan Micron Technology juga mengalami kerugian besar. Saham tersebut masing-masing turun 3,8% dan 9,5%.
Advertisement
Di sisi lain, harga bitcoin turun lebih dari 3%, berada sedikit di atas level USD 73.000 setelah turun di bawah posisi tersebut.
Di bursa saham Asia Pasifik, indeks Kospi Korea Selatan turun 1,31% seiring perusahaan raksasa chip Samsung dan SK Hynix masing-masing turun 3,61% dan 4,56%. Perusahaan lain yang mengalami koreksi terbesar termasuk raksasa pertahanan Hanwha Aerospace turun 4%.
Indeks Nikkei 225 di Jepang sedikit menguat. Sementara itu, perusahaan investasi SoftBank Group Corp merosot hingga 5% setelah penjualan lisensi kuartal ketiga fiskal perancang chip Arm meleset dari perkiraan.
Indeks Topix menguat 0,47%, dan mencapai rekor tertinggi. Sementara itu, indeks ASX 200 di Australia turun 0,18%, terseret oleh saham-saham energi. Indeks Hang Seng di Hong Kong berada di posisi 26.534, lebih rendah dari penutupan terakhir di 26.847,32.
Di wall street, indeks S&P 500 melemah 0,51%. Sementara itu, indeks Dow Jones bertambah0,53% dan indeks Nasdaq terpangkas 1,51%.
Penutupan IHSG pada 4 Februari 2026
Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah menghijau pada perdagangan saham Rabu, 4 Februari 2026. IHSG hari ini menguat di tengah kenaikan sektor saham basic. Selain itu, kenaikan IHSG terjadi di tengah lonjakan saham ESSA dan ANTM.
Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup menguat 0,30% ke posisi 8.146,71. Indeks saham LQ45 bertambah 1,1% ke posisi 832,79. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau.
Pada perdagangan saham Rabu pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 8.194,68 dan level terendah 8.050,39. Sebanyak 391 saham melemah sehingga bebani IHSG. 301 saham menguat dan 125 saham diam di tempat.
Total frekuensi perdagangan 2.890.404 kali dengan volume perdagangan 45,4 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 25,7 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.759.
Dari 11 sektor saham, mayoritas sektor saham melemah. Sektor saham consumer siklikal susut 4,02% dan catat koreksi terbesar. Sektor saham energi melemah 1,16%, sektor saham consumer nonsiklikal terpangkas 1,63%, sektor saham kesehatan merosot 00,33%. Selanjutnya sektor saham property terpangkas 0,79% dan sektor saham infrastruktur susut 2,41%.
Lalu sektor saham basic mendaki 3,32% dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham industry menanjak 0,72%, sektor saham keuangan mendaki 1,16%, sektor saham teknologi mendaki 0,03% dan sektor saham transportasi meroket 0,17%.
Gerak Saham
Harga saham ISAP merosot 5,41% ke posisi Rp 35 per saham. Saham ISAP dibuka turun satu poin ke posisi Rp 36 per saham. Saham ISAP berada di level tertinggi Rp 37 dan terendah Rp 34 per saham. Total frekuensi perdagangan 2.020 kali dengan volume perdagangan 647.942 saham. Nilai transaksi Rp 2,3 miliar.
Harga saham BBYB menguat 1,56% ke posisi Rp 390 per saham. Saham BBYB dibuka stagnan di posisi Rp 384 per saham. Harga saham BBYB berada di level tertinggi Rp 394 dan terendah Rp 378 per saham. Total frekuensi perdagangan 3.678 kali saham dan total volume perdagangan 382.644 saham. Nilai transaksi Rp 14,7 miliar.
Harga saham ANTM meroket 1,53 persen ke posisi Rp 3.990 per saham. Saham ANTM dibuka bertambah 50 poin ke posisi Rp 3.980 per saham. Harga saham ANTM berada di level tertinggi Rp 4.130 dan terendah Rp 3.960 per saham. Total frekuensi perdagangan 52.870 kali dengan volume perdagangan saham 2.158.226 saham. Nilai transaksi Rp 868,7 miliar.