Gubernur Pramono Anung Pastikan Pasokan Bahan Pangan di Jakarta Aman Jelang Imlek hingga Lebaran

Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta pastikan pasokan bahan pangan tetap terjaga sambut Imlek, puasa, dan lebaran.

oleh Winda NelfiraDiterbitkan 04 Februari 2026, 09:40 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Balai Kota Jakarta. (Foto: Liputan6.com/Winda Nelfira).

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan pasokan bahan pangan di ibu kota tetap terjaga, kendati sejumlah wilayah sempat menghadapi cuaca ekstrem dalam beberapa pekan terakhir ini.

Hal ini disampaikan Pramono terkait kesiapan Jakarta dalam menghadapi perayaan hari besar keagamaan, seperti Imlek dan Ramadan. Dia tak menampik bahwa ketersediaan daging di DKI Jakarta biasanya mengalami lonjakan permintaan saat hari besar keagamaan.

"Mudah-mudahan menyambut Imlek, puasa, dan lebaran persoalan pangan di Jakarta tidak menjadi persoalan, termasuk daging. Jadi sekarang juga kita sudah mempersiapkan untuk itu," kata Pramono dalam keterangannya di Jakarta, dikutip Rabu (4/2/2026).

Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah melakukan persiapan untuk pengamanan stok bahan pangan sejak dini. Termasuk komunikasi dengan daerah pemasok pangan.

"Saya selalu berkomunikasi dengan kepala daerah penghasil pangan di seluruh Indonesia yang mereka mensuplai ke Jakarta untuk urusan pangan," ucap Pramono.

Sebelumnya, harga daging sapi di pasar eceran wilayah DKI Jakarta mengalami lonjakan tajam hingga menyentuh angka Rp150.000 per kilogram (Kg).

Menurut Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta Hasudungan Sidabalok penyebab di balik meroketnya harga daging sapi itu karena adanya fluktuasi harga yang cukup signifikan di level pedagang pasar.

Lonjakan ini disebut merupakan dampak domino dari kenaikan harga di tingkat hulu yang tidak terkendali.

"Memang saat ini ada kenaikan harga daging sapi di pasar eceran sekitar 7 persen hingga 15 persen, dengan harga mencapai Rp150.000/kg. Hal ini dipicu oleh tingginya harga sapi hidup di tingkat produsen yang melampaui kesepakatan Bapanas," kata Hasudungan dalam keterangan tertulis, Selasa 27 Januari 2026.

 

Kerahkan Langkah Intervensi Strategis

Perum Bulog Kantor Wilayah Bogor, memasok beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke seluruh pasar tradisional di wilayah Bogor. (Foto: Liputan6.com/Achmad Sudarno).

Hasudungan mengatakan, guna meredam gejolak kenaikan harga, Pemprov DKI Jakarta telah mengerahkan sejumlah langkah intervensi strategis. Salah satunya dengan mengoptimalkan peran BUMD pangan, Perumda Dharma Jaya, untuk membanjiri pasar dengan pasokan sapi yang lebih terjangkau.

Hasudungan memerinci, ada empat langkah yang sedang dijalankan Pemprov DKI, yakni jaminan operasional dengan memastikan seluruh Rumah Potong Hewan (RPH) tetap beroperasi normal tanpa ada tambahan biaya pemeriksaan yang bisa membebani harga jual.

Kedua, melakukan intervensi harga, di mana Perumda Dharma Jaya telah menyalurkan sapi dengan harga Rp54.000/kg berat hidup untuk menekan margin harga pasar.

Ketiga, menyediakan daging sapi khusus seharga Rp35.000/kg yang ditargetkan untuk 1 juta masyarakat penerima subsidi pangan di Jakarta.

Keempat, menggelar gerakan Pasar Murah. Di sini qarga dapat mengakses daging sapi dengan rentang harga Rp109.000 hingga Rp139.000/kg melalui titik-titik pasar murah yang dikelola BUMD.

 

Begini Persiapan Jakarta Sambut Perayaan Imlek 2026

Orang-orang berbelanja dekorasi kemakmuran di sebuah stan untuk menyambut Tahun Baru Imlek, di sebuah Bazaar, Beijing, China, Minggu 1 Februari 2026. (AP Photo/Andy Wong)

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung sudah melakukan rapat bersama dengan pemerintah pusat dalam menyambut hari raya Imlek. Rapat dilakukan untuk menyepakati beberapa kegiatan saat Imlek pada 17 Februari 2026.

"Beberapa kegiatan sudah disepakati, termasuk yang di Lapangan Banteng. Kemudian nanti ada Cap Go Meh di Glodok. Kemudian juga ada beberapa kegiatan Barongsai yang ada di Sudirman-Thamrin," kata Pramono usai menghadiri acara Indonesia Economic Summit (IES) di Shangri-La Hotel, Jakarta, Selasa 3 Februari 2026.

Nantinya, Jakarta akan dibikin menjadi colorful dalam memeriahkan hari raya Imlek mendatang.

"Termasuk kemudian kalau dilihat mulai sekarang kan mulai beberapa gedung ada pemasangan lampion dan sebagainya, terutama di SCBD dan sebagainya," ujarnya.

"Jadi prinsipnya akan kami buat lebih colorful, meriah, seperti ketika kita menyambut Natal kemarin. Dan itu akan berakhir tanggal 17 Februari," sambungnya.

Tradisi-tradisi saat perayaan Tahun Baru Imlek (dok.Liputan6.com/Trie Yasni)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya