Emiten IMPC Siapkan Rp 500 Miliar untuk Buyback

PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) atau emiten IMPC telah menunjuk BCA Sekuritas untuk melakukan buybak csaham.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 04 Februari 2026, 06:00 WIB
PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) atau emiten IMPC mengumumkan pembelian kembali atau buyback saham(Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) atau emiten IMPC mengumumkan pembelian kembali atau buyback saham mulai 3 Februari 2026-2 Mei 2026. 

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Rabu (4/2/2026), Impack Pratama Industri bakal buyback saham Rp 500 miliar. Perseroan prediksi jumlah nilai nominal seluruh saham yang akan di-buyback sekitar 0,30% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan atau setara 166.131.000.

Perseroan berkeyakinan rencana pelaksanaan rencana buyback asham tidak memberikan dampak material terhadap pendapatan, kegiatan operasional usaha, maupun kinerja keuangan Perseroan.

“Buyback saham oleh Perseroan akan menggunakan dana internal Perseroan dan dilaksanakan dengan tetap menjaga kondisi keuangan Perseroan, kecukupan modal kerja serta ketersediaan sumber pendanaan,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.

Ia menuturkan, melalui pelaksanaan buyback aham ini, Perseroan berharap dapat menjaga stabilitas harga saham di masa mendatang serta memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan struktur permodalan guna mendukung nilai jangka panjang bagi pemegang saham.

Perseroan akan menunjuk PT BCA Sekuritas untuk buyback saham selama periode buyback saham dengan memperhatikan Peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Perseroan buyback saham dengan merujuk sejumlah ketentuan ini antara lain:

1. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 13/2023 tentang Kebijakan Dalam Menjaga Kinerja Dan Stabilitas Pasar Modal Pada Kondisi Pasar Yang Berfluktuasi Secara Signifikan (POJK 13/2023); dan

2. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 29/2023 tentang Pembelian Kembali Saham yang Diterbitkan oleh Perusahaan Terbuka (POJK 29/2023); serta

3. Surat OJK No. S-102. Sesuai dengan POJK 13/2023 dan Surat OJK No. S-102, Perseroan dapat melakukan buyback saham tanpa persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Perseroan.

Berdasarkan data RTI, harga saham IMPC naik 7,39% ke posisi Rp 2.180 per saham. Harga saham IMPC dibuka turun ke posisi Rp 1.850 per saham dari sebelumnya Rp 2.030 per saham. Harga saham IMPC berada di level tertinggi Rp 2.230 per saham dan terendah Rp 1.800 per saham. Total frekuensi perdagangan 29.430 kali dengan volume perdagangan 1.809.673 saham.

Harimas Lepas Saham IMPC

Karyawan melintasi layar yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat acara Penutupan Perdagangan Bursa Efek Indonesia Tahun 2022 di Jakarta, Jumat (30/12/2022). PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat ada 59 perusahaan yang melakukan Initial Public Offering (IPO) atau pencatatan saham sepanjang 2022. Pada penutupan perdagangan akhir tahun, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup lesu 0,14% atau 9,46 poin menjadi 6.850,62. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, Pemegang saham PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) yakni PT Harimas Tunggal Perkasa melepas 411,50 juta saham IMPC pada 24 Desember 2025.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Sabtu (27/12/2025), Harimas Tunggal Perkasa melepas 411,50 juta saham IMPC dengan harga Rp 3.160 per saham. Dengan demikian, nilai penjualan saham sebesar Rp 1,3 triliun.

“Tujuan transaksi realisasi investasi dan meningkatkan free float dengan status kepemilikan langsung,” demikian dikutip dari keterbukaan informasi BEI.

Setelah transaksi penjualan saham IMPC, Harimas memiliki 19,54 miliar saham IMPC atau setara 35,60%. Sebelumnya Harimas Tunggal Perkasa mengenggam 19,95 miliar saham atau setara 36,35%.

 

 

 

IHSG Melemah

Layar indeks harga saham gabungan menunjukkan data di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (2/1). Perdagangan bursa saham 2018 dibuka pada level 6.366 poin, angka tersebut naik 11 poin. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) betah di zona merah pada sesi kedua perdagangan saham, Rabu, 24 Desember 2025, jelang libur Natal 2025. Koreksi IHSG hari ini di tengah mayoritas sektor saham yang memerah.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup turun 0,55% ke posisi 8.537,91. Indeks saham LQ45 melemah 0,41% ke posisi 845,44. Sebagian besar indeks saham acuan memerah.

Pada Rabu pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 8.611,33 dan level terendah 8.525,10. Sebanyak 403 saham melemah sehingga menekan IHSG. 247 saham menguat dan 152 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan 2.534.076 saham dan volume perdagangan saham 34,2 miliar saham. Nilai transaksi harian Rp 22,3 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.752.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya