Bumi Serpong Damai (BSDE) Kantongi Prapenjualan Rp 10,04 Triliun, Ini Kontribusi Terbesar

Berikut komposiis prapenjualan PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) hingga 2025.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 03 Februari 2026, 20:28 WIB
PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) mengantongi prapenjualan Rp 10,04 triliun pada 2025.(Foto: laman PT Bumi Serpong Damai Tbk)

Liputan6.com, Jakarta - PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) mengantongi prapenjualan Rp 10,04 triliun pada 2025. Prapenjualan Bumi Serpong Damai itu melampaui target 2025 yang telah dipatok sebelumnya Rp 10 triliun.

Direktur Bumi Serpong Damai, Hermawan Wijaya menuturkan, pencapaian itu mencerminkan pertumbuhan sekitar 3% secara tahunan (year-on-year) dibandingkan prapenjualan 2024 yang tercatat sebesar Rp 9,72 triliun.

“Capaian ini sekaligus mencerminkan ketahanan kinerja BSDE di tengah dinamika pasar properti nasional serta kuatnya permintaan terhadap portofolio produk BSDE yang beragam,” ujar dia dikutip dari keterbukaan informasi BEI, ditulis Selasa (3/2/2026).

Kontribusi Prapenjualan

Melihat dari komposisi, segmen residensial masih menjadi kontributor terbesar prapenjualan BSDE dengan nilai mencapai Rp 4,19 triliun atau setara 42% dari total prapenjualan 2025.

Ia menuturkan, capaian ini menunjukkan minat konsumen yang tetap kuat terhadap produk hunian, khususnya di kawasan kota mandiri yang memiliki fasilitas lengkap dan konektivitas yang baik.

Di sisi lain, segmen komersial yang mencakup ruko, kavling komersial, dan apartemen memberikan kontribusi sebesar Rp 3,73 triliun atau setara 37% dari total prapenjualan 2025.

Selain itu, penjualan lahan kepada perusahaan patungan juga menjadi kontributor signifikan dengan nilai mencapai Rp 2,13 triliun, atau setara 21% dari total prapenjualan 2025. Kemudian proyek-proyek yang berlokasi di BSD City masih mendominasi dengan kontribusi sekitar 69% dari total prapenjualan 20025.

Capaian ini didukung oleh berbagai proyek unggulan, antara lain Nava Park, Hiera, The Armont Residence, Eonna, Terravia, serta klaster baru Vireya.

Perseroan juga mengatakan kalau kontribusi signifikan berasal dari kawasan pengembangan lainnya seperti Grand Wisata Bekasi dan Kota Wisata Cibubur, juga mencerminkan efektivitas strategi diversifikasi kawasan yang dijalankan BSDE.

 

Prospek Industri

PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) (Foto: Laman Bumi Serpong Damai)

Hermawan menuturkan, BSDE tetap optimistis terhadap prospek industri properti ke depan. Stabilitas makroekonomi domestik yang terjaga serta keputusan Bank Indonesia untuk mempertahankan BI Rate di 4,75%, memberikan kepastian bagi pasar, khususnya dalam menjaga suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) tetap kompetitif.

“Kondisi ini diharapkan dapat terus mendukung daya beli masyarakat, memperkuat minat terhadap produk hunian, serta menjadi katalis positif bagi keberlanjutan kinerja pemasaran BSDE pada periode mendatang,” ujar Hermawan.

Wakil Presiden Direktur Bumi Serpong Damai Beli 3,29 Juta Saham BSDE

Pekerja bercengkerama di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Rabu (16/5). IHSG ditutup naik 3,34 poin atau 0,05 persen ke 5.841,46. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, pemegang saham sekaligus Wakil Presiden Direktur PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) Michael JP. Widjaja membeli saham BSDE pada 19 Agustus 2025.

Mengutip keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Selasa (26/8/2025), Michael Widjaja membeli 3.292.400 saham BSDE pada 19 Agustus 2025, dengan rata-rata harga Rp 911,19 per saham. Dengan demikian, nilai pembelian saham BSDE itu sekitar Rp 3 miliar.

“Tujuan transaksi investasi dengan status kepemilikan langsung,” tulis Wakil Direktur Utama Bumi Serpong Damai Michael J.P Widjaja.

Sebelum transaksi, Michael genggam 9.830.700 atau 0,04% saham BSDE. Setelah transaksi ia memiliki 13.123.100 saham BSDE atau setara 13,12 juta saham 0,6%.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya