Liputan6.com, Jakarta - Harga saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) merosot pada penutupan perdagangan saham Senin, (2/2/2026). Koreksi harga saham ANTM terjadi di tengah harga emas dunia yang melemah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun signifikan.
Mengutip data RTI, harga saham ANTM ditutup turun 9,5% menjadi Rp 3.810 per saham. Harga saham ANTM dibuka turun 410 poin ke posisi Rp 3.800 per saham. Saham ANTM berada di level tertinggi Rp 3.920 dan level terendah 3.610 per saham. Total frekuensi perdagangan 110.409 kali dengan volume perdagangan saham 3.965.535 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 1,5 triliun. Kapitalisasi pasar saham tercatat 91,5 triliun.
Advertisement
Harga saham ANTM yang melemah ini di tengah IHSG yang anjlok dan harga emas juga merosot.
Mengutip Yahoo Finance, harga emas turun turun 3,2% menjadi USD 4.742,73 per ounce pada pukul 7:16 Senin pagi waktu Singapura. Harga perak merosot 7,7% menjadi USD 78,84. Platinum dan paladium juga merosot. Indeks dolar Bloomberg juga menguat 0,9% pada sesi sebelumnya.
Di sisi lain, IHSG terpangkas 4,88% ke posisi 7.922,73. Indeks saham LQ45 terpangkas 3,27% ke posisi 806,24. Seluruh indeks saham acuan tertekan.
Pada awal pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 8.313,05 dan level terendah 7.820,22. Sebanyak 720 saham memerah sehingga bebani IHSG. 58 saham menguat dan 36 saham diam di tempat.
Total frekuensi perdagangan 2.948.948 kali dengan volume perdagangan saham 50 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 29 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.785.
Kinerja Keuangan Kuartal III 2026
Sebelumnya, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mencatatkan kinerja keuangan yang kuat selama sembilan bulan pertama tahun 2025 (Januari–September 2025). Antam berhasil mempertahankan momentum pertumbuhan pendapatan dan profitabilitas melalui strategi hilirisasi berkelanjutan, efisiensi operasional, serta penguatan bisnis di segmen emas, nikel, dan bauksit.
Pada periode tersebut, ANTAM membukukan laba bersih sebesar Rp 6,61 triliun, melonjak 197% dibandingkan Rp 2,23 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. EBITDA juga tumbuh signifikan menjadi Rp9,33 triliun, meningkat 137% dari Rp 3,93 triliun pada sembilan bulan 2025.
Direktur Utama ANTAM Achmad Ardianto mengatakan capaian ini menggambarkan fundamental yang kuat dan menjadi semangat bagi seluruh karyawan untuk bertransformasi menuju bisnis berkelanjutan. Ia menambahkan hasil tersebut mencerminkan efektivitas pengelolaan biaya serta optimalisasi nilai tambah produk.
Aset Perseroan
“Perusahaan tidak hanya berfokus pada peningkatan kinerja keuangan, tetapi juga pada penciptaan nilai jangka panjang melalui praktik pertambangan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. ANTAM terus berinovasi pada setiap aspek operasional, bisnis, dan sustainability guna menciptakan nilai tambah dan manfaat yang berkelanjutan bagi pemegang saham dan pemangku kepentingan,” ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (28/10/2025).
Laba kotor perusahaan meningkat 168% menjadi Rp 10,98 triliun, sedangkan laba usaha melonjak 323% menjadi Rp 7,89 triliun. ANTAM juga menurunkan beban keuangan sebesar 41% menjadi Rp 103,68 miliar seiring dengan upaya pengurangan utang berbunga. Laba bersih per saham dasar naik 171% menjadi Rp 248,62.
Dari sisi neraca, aset perusahaan naik 17% menjadi Rp 48,07 triliun, sementara ekuitas meningkat 16% menjadi Rp 35,20 triliun. Arus kas operasi juga mencatat kenaikan tajam hingga Rp 4,06 triliun, atau tumbuh 2.455% dibandingkan tahun sebelumnya.