IHSG Diprediksi Bangkit Senin Besok, Menkeu Purbaya: Fundamental Ekonomi Kuat

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa optimistis IHSG menguat dan keluar dari zona merah pada pembukaan perdagangan Senin.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 01 Februari 2026, 16:00 WIB
Papan elektronik menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (29/1/2026). (YASUYOSHI CHIBA/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa optimistis Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan keluar dari zona merah dan bergerak menguat pada pembukaan perdagangan Senin besok. Ia meyakini pasar saham memiliki fondasi yang cukup kuat untuk kembali ke jalur positif.

“Enggak (kebakaran). Pasti bergerak naiklah,” kata Purbaya kepada wartawan di Wisma Danantara, Jakarta, dikutip Minggu (1/2/2026). 

Tekanan yang sempat muncul di pasar keuangan belakangan ini lebih disebabkan oleh dinamika manajemen di bursa yang memicu ketidakpastian. Situasi tersebut mencuat setelah pengunduran diri Iman Rachman dari jabatan Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI).

Meski demikian, ia menilai kondisi tersebut tidak akan berdampak berkepanjangan. Purbaya menegaskan, BEI bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah memiliki sistem tata kelola yang memungkinkan proses pergantian pejabat berjalan cepat dan terukur.

Dengan mekanisme tersebut, manajemen dan operasional bursa diyakini tetap berjalan normal tanpa gangguan berarti. Seiring meredanya ketidakpastian, pasar pun dinilai akan kembali fokus pada kekuatan fundamental ekonomi nasional.

 

Sentimen Jangka Pendek

IHSG sempat membaik usai terseok-seok pada awal perdagangan dengan penghentian sementara perdagangan (trading halt) sistem perdagangan pada pukul 09.26 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS), setelah penurunan yang mencapai delapan persen. Tampak dalam foto, papan elektronik menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (29/1/2026). (YASUYOSHI CHIBA/AFP)

Purbaya menyebut, ketika sentimen jangka pendek mereda, pelaku pasar akan kembali menilai kondisi ekonomi secara menyeluruh. Ia menegaskan fundamental ekonomi Indonesia masih solid dan terus menunjukkan perbaikan.

“Kalau sudah begitu, mereka (pasar) akan melihat fundamentalnya, kan. Fundamental ekonominya bagus. Saya perbaiki terus dan akan membaik terus ke depan. Tahun ini mungkin ekonominya bisa saya dorong mendekati 6 persen,” ujar Menkeu.

Ia juga meyakini IHSG masih memiliki ruang penguatan yang besar. Menurutnya, pergerakan pasar saham merupakan bagian dari siklus bisnis yang wajar, di mana setelah menyentuh titik terendah, indeks berpeluang bergerak naik menuju level yang lebih tinggi.

Meski peluang koreksi tetap ada, Purbaya menilai risikonya relatif kecil. Dengan fondasi ekonomi yang kuat serta respons kebijakan yang cepat dari otoritas terkait, pasar diyakini memiliki modal besar untuk tumbuh lebih kencang ke depan.

“Kalau peluang (koreksi), kemungkinan selalu ada. Cuma saya pikir peluangnya kecil. Fondasi (ekonomi) bagus, respons kebijakan dari bursa maupun OJK cepat, nggak ada kekacauan. Harusnya ini akan merupakan modal yang kuat sekali untuk tumbuh lebih kencang,” tutur Purbaya.

 

Pejabat OJK dan BEI Mundur

Berdasarkan data perdagangan RTI Business, IHSG melemah 8,0 persen ke level 7.654,66. Tampak dalam foto, pengunjung berfoto di depan papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (29/1/2026). (YASUYOSHI CHIBA/AFP)

Sebelumnya, pasar keuangan sempat diguncang oleh pengunduran diri sejumlah pejabat tinggi sektor keuangan dalam satu hari, Jumat (30/1). Pada pagi hari, Iman Rachman resmi mengundurkan diri dari posisi Direktur Utama BEI.

Pada hari yang sama sekitar pukul 18.30 WIB, Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar bersama dua petinggi pasar modal turut mengumumkan pengunduran diri. Hal itu disusul pengunduran diri Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Mirza Adityaswara pada pukul 21.00 WIB.

Sebagai langkah cepat, OJK menetapkan Friderica Widyasari Dewi dan Hasan Fawzi sebagai anggota Dewan Komisioner pengganti.

Sementara itu, BEI berencana mengumumkan Pejabat Sementara Direktur Utama sebelum pembukaan perdagangan Bursa pada Senin (2/2/2026).

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya