Liputan6.com, Cisarua - Video yang memperlihatkan pergerakan tanah di kawasan Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, beredar di media sosial. Tim SAR gabungan memastikan video viral tersebut bukan fenomena longsor susulan di Cisarua.
Advertisement
Kepala Kantor SAR Bandung Ade Dian, Kamis (29/1/2026) mengatakan, kondisi di dalam video tersebut terjadi akibat tanah yang sudah jenuh air setelah diguyur hujan dengan intensitas tinggi dalam beberapa hari terakhir.
"Dari hasil asesmen tim safety dan geologi, saat ini belum ditemukan pergerakan tanah yang signifikan, namun potensi pergeseran tetap diwaspadai," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa lokasi pencarian korban longsor Pasirlangu memang berada di area dengan struktur tanah yang sangat labil karena air hujan yang meresap ke dalam lapisan tanah menyebabkan perubahan visual pada permukaan, namun tidak masuk dalam kategori pergerakan tanah secara geologis.
"Hal tersebut bukan pergerakan tanah, tetapi kondisi tanah yang jenuh air sehingga terlihat seperti bergerak," tegasnya.
Ade menegaskan bahwa keselamatan personel SAR tetap menjadi prioritas utama selama operasi pencarian berlangsung sehingga pihaknya terus berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk tim keselamatan dan geologi, untuk memantau kondisi lapangan secara berkala.
Terkait dukungan peralatan, Ade menyebutkan sebanyak 17 unit alat berat telah diturunkan ke lokasi longsor dengan penggunaan yang masih difokuskan di sektor A1 dan A2, serta mulai diperluas ke sektor A3 untuk mendukung proses pencarian korban.
Ia menambahkan bahwa operasi pencarian akan memasuki hari ketujuh pada Jumat (30/1) sehingga Tim SAR akan melakukan evaluasi untuk menentukan apakah operasi SAR akan diperpanjang, sekaligus menetapkan sektor mana yang menjadi fokus lanjutan pencarian.
"Besok adalah hari ketujuh. Kami akan melakukan evaluasi untuk menentukan apakah operasi SAR akan diperpanjang, serta sektor mana yang menjadi fokus lanjutan pencarian," katanya.
55 Kantong Jenazah Berhasil Dievakuasi
Pencarian korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, masih terus dilakukan. Hari initim SAR gabungan berhasil mengevakuasi 2 jenazah korban longsor Cisarua.
BACA JUGA:Di Balik Longsor Cisarua, Dinkes Jabar Siapkan Perlindungan Khusus bagi RelawanKepala Kantor SAR Bandung Ade Dian di Bandung, Kamis (29/1/2026) mengatakan, dua jenazah tersebut dievakuasi di sektor A1 pada pukul 14.32 WIB dan 15.00 WIB, sehingga total yang berhasil dievakuasi hingga Kamis sore mencapai 55 jenazah, dengan estimasi korban yang masih dalam pencarian sekitar 25 jiwa.
"Hingga hari ini total korban yang berhasil dievakuasi sebanyak 55 body pack (kantong jenazah). Berdasarkan data tim DVI, sebanyak 41 korban telah teridentifikasi dari total 42 yang masuk proses identifikasi," katanya.
Ade Dian menjelaskan proses pencarian sempat menghadapi hambatan cuaca karena kawasan lokasi longsor diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang sejak pagi, sehingga visibilitas terbatas dan meningkatkan potensi longsor susulan.
"Berdasarkan asesmen tim keselamatan di lapangan, operasi SAR dilakukan secara selektif dengan pola on off untuk mengutamakan keselamatan personel. Pencarian hanya dilakukan pada waktu-waktu yang dinilai aman," ujarnya.
Pada kesempatan tersebut ia juga menjelaskan tim SAR gabungan juga menemukan satu kerangka jenazah di sektor B1 pada pukul 13.21 WIB, tetapi temuan tersebut dipastikan merupakan jenazah lama dan bukan korban musibah longsor.
"Temuan di sektor B1 berupa jenazah lama. Tetap kami evakuasi agar dapat dikebumikan secara layak, namun tidak masuk dalam pendataan korban longsor," kata Ade Dian.
Ia menambahkan operasi SAR akan terus dilanjutkan secara bertahap dan terukur dengan menyesuaikan perkembangan cuaca, stabilitas lereng, serta hasil evaluasi tim keselamatan di lapangan.
Evaluasi lanjutan akan dilakukan menjelang pelaksanaan operasi hari ketujuh untuk menentukan langkah pencarian berikutnya.