Liputan6.com, Jakarta - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA telah mengumumkan rencana pembelian kembali atau buyback saham. Lalu bagaimana pergerakan saham BBCA pada sesi pertama saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) alami tekanan imbas MSCI?
Mengutip data RTI, pada sesi pertama, harga saham BBCA ditutup melemah 3,2% ke posisi Rp 6.800 per saham. Harga saham BBCA dibuka susut 950 poin ke posisi Rp 6.075 per saham. Harga saham BBCA berada di level tertinggi Rp 6.850 dan level terendah Rp 6.375 per saham. Total frekuensi perdagangan 171.461 kali dengan volume perdagangan saham 9.572.577 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 6,4 triliun.
Advertisement
Pada sesi kedua yang dimulai pukul 13.30 WIB, harga saham BBCA berupaya berbalik arah menghijau. Pada pukul 13.32 WIB, IHSG susut 0,36% ke posisi Rp 7.000 per saham. Kapitalisasi pasar saham BBCA Rp 838,27 triliun.
Sementara itu, pada sesi pertama, IHSG hari ini ditutup merosot 5,91% ke posisi 7.828,47. Indeks saham LQ45 melemah 5,21% ke posisis 770,20. Seluruh indeks saham acuan tertekan.
Pada Kamis pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 8.049,09 dan level terendah 7.481,98. Sebanyak 720 saham melemah sehingga bebani IHSG. 65 saham menguat dan 22 saham diam di tempat.
Total frekuensi perdagangan saham 2.550.768 kali dengan volume perdagangan saham 42,9 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 32,8 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.778.
Seluruh sektor saham tertekan. Sektor saham energi melemah 8,04%. Sektor saham basic susut 7,81%, sektor saham industri susut 5,31%. Lalu sektor saham consumer nonsiklikal melemah 6,41%.
Kemudian sektor saham siklikal terpangkas 7,38%, sektor saham kesehatan merosot 5,3%, sektor saham keuangan turun 4,18%, sektor saham properti melemah 7,52%. Lalu sektor saham teknologi susut 6,86%, sektor saham infrastruktur tergelincir 6,26% dan sektor saham transportai merosot 5,14%.
BCA Buyback Saham
Sebelumnya, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA akan membeli kembali atau buyback saham maksimal Rp 5 triliun. Buyback saham dilakukan BCA untuk mendukung stabilitas pasar modal Indonesia 2026.
Selain itu, buyback saham dilakukan untuk meningkatkan kepercayaan investor dan memberikan tingkat pengembalian yang lebih optimal bagi pemegang saham. Perseroan akan melakukan pengalihan saham hasil Buyback dengan memperhatikan ketentuan POJK No. 29/2023 dan/atau ketentuan peraturan perundang-undangan lainnya yang berlaku. Demikian mengutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis, (29/1/2026).
Adapun jumlah saham yang akan di-buyback oleh perseroan tidak akan melebihi 10% dari dari modal disetor perseroan dan jumlah saham yang beredar atau free float usai perlaksanaan buyback tidak akan menjadi kurang 7.5% dari jumlah saham tercatat.
"Periode share buyback akan dilaksanakan selama 12 bulan sejak disetujuinya rencana shares buyback oleh Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang rencananya akan dilaksanakan pada 12 Maret 2026, kecuali di akhiri lebih cepat oleh perseroan dengan memperhatikan ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku," kata EVP Corporate Communication and Social Responsibility BCA, Hera F.Haryn dalam keterangan resmi.
Buyback Saham di Pasar Reguler
Buyback akan dilakukan di BEI lewat pasar regular dan hanya akan dilakukan melalui PT BCA Sekuritas. Buyback akan dilakukan pada harga yang dianggap baik dan wajar oleh Perseroan dengan memperhatikan ketentuan yang berlaku.
Pelaksanaan Buyback tidak akan mengakibatkan penurunan modal di bawah batas minimum sebagaimana dipersyaratkan dalam POJK No. 11/2016.
"Pelaksanaan buyback ini tidak memiliki dampak material bagi kinerja keuangan dan kegiatan usaha Perseroan. Dalam menjalankan kegiatan operasionalnya, BCA senantiasa mematuhi prinsip Corporate Governance (GCG) dan mematuhi peraturan/ketentuan yang berlaku," kata dia.