Update Kebakaran Pabrik Swallow Medan: Penyebab Masih Diselidiki, Warga Mulai Keluhkan Sesak Nafas

Teka-teki penyebab kebakaran hebat yang melanda pabrik produksi sandal legendaris, Swallow, di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Tanjung Mulia, masih belum terpecahkan.

oleh Reza EfendiDiterbitkan 29 Januari 2026, 01:00 WIB
Kebakaran Pabrik Sendal Swallow di Medan. (Liputan6.com/Reza)

Liputan6.com, Jakarta - Teka-teki penyebab kebakaran hebat yang melanda pabrik produksi sandal legendaris, Swallow, di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Tanjung Mulia, masih belum terpecahkan. Pihak kepolisian menyatakan hingga saat ini masih melakukan penyelidikan mendalam di lokasi kejadian.

Kapolsek Medan Labuhan, Kompol Tohap Sibuea, menegaskan bahwa pihaknya belum bisa memberikan kesimpulan dini terkait pemicu api yang menghanguskan bangunan milik PT Garuda Mas Perkasa tersebut.

"Penyebabnya belum tahu. Kami akan berkoordinasi dengan Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sumut guna mengetahui pasti sebab musabab kebakaran ini," ujar Kompol Tohap saat ditemui di lokasi, Rabu (28/1/2026).

Adapun kebakaran hebat yang melanda pabrik produksi sandal ini turut meninggalkan trauma dan berdampak pada kesehatan warga sekitar. Hingga Rabu (28/1/2026), kepulan asap hitam sisa pembakaran karet dan bahan kimia masih menyelimuti pemukiman, menyebabkan warga mengeluhkan sesak napas hingga iritasi mata.

Khairani, salah satu warga terdampak, mengaku tidak berani memejamkan mata semalaman. Ia khawatir api akan menyambar huniannya akibat tiupan angin kencang.

"Sudah sangat was-was. Takutnya api terbawa angin dan membakar rumah pula," ungkapnya dengan nada cemas saat ditemui di lokasi, Rabu.

Meski api utama mulai terkendali, ancaman baru muncul dalam bentuk polusi udara yang ekstrem. Khairani yang memiliki riwayat penyakit tertentu mengaku sangat tersiksa dengan kepulan asap yang membubung tinggi.

"Asapnya pagi tadi sudah melambung tinggi. Pastinya membuat sesak napas, apalagi saya ada penyakitnya. Saya terpaksa pakai masker, mata pun jadi susah melihat karena asapnya banyak sekali," keluh Khairani.

 

Bau Menyengat

Kebakaran Pabrik Sendal Swallow di Medan. (Liputan6.com/Reza)

Senada dengan Khairani, Dayat, warga lainnya, menyebutkan bahwa bau menyengat dari material karet yang terbakar mulai menusuk hidung sejak pagi hari. Asap tebal tersebut bahkan mengganggu jarak pandang pengendara yang melintas di sekitar lokasi.

"Lihatlah, asapnya banyak kali. Mau melintas saja susah melihat, ditambah lagi baunya menyengat sampai ke hidung," kata Dayat.

Pantauan di lapangan menunjukkan puluhan unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) masih disiagakan di lokasi untuk melakukan proses pendinginan. Petugas terus berupaya menyisir titik-titik api tersembunyi di bawah puing-puing material pabrik guna memastikan api tidak kembali berkobar.

Pihak berwenang mengimbau warga sekitar untuk tetap menggunakan masker medis atau respirator saat beraktivitas di luar ruangan guna meminimalisir risiko gangguan paru-paru akibat partikel sisa kebakaran pabrik tersebut.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya