Danantara Bentuk BUMN Baru untuk Kelola Tambang

COO Danantara Dony Oskaria mengumumkan pembentukan Perusahaan Mineral Nasional (Perminas). Berdiri mandiri di luar holding MIND ID.

oleh Gagas Yoga PratomoDiterbitkan 28 Januari 2026, 22:30 WIB
Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) Dony Oskaria dalam acara Danantara: Menggerakkan Raksasa, Menyalakan Mesin Ekonomi Indonesia, Rabu (28/1/2026). (Liputan6.com/Gagas)

Liputan6.com, Jakarta - Chief Operating Officer Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), Dony Oskaria, menyampaikan bahwa pihaknya telah membentuk badan usaha milik negara (BUMN) baru yang akan bertugas mengelola tambang-tambang terbengkalai.

Ia menjelaskan, BUMN tersebut diberi nama Perusahaan Mineral Nasional (Perminas). Menurut Dony, Perminas merupakan entitas yang baru didirikan dan berdiri secara terpisah di bawah naungan Danantara.

"Perminas. Jadi ada perusahaan mineral nasional kita yang baru kita bentuk," ujarnya, dalam acara Danantara: Menggerakkan Raksasa, Menyalakan Mesin Ekonomi Indonesia, Rabu (28/1/2026).

Dony menegaskan bahwa Perminas tidak menjadi bagian dari holding BUMN pertambangan MIND ID yang selama ini mengelola sektor tambang nasional.

Ia menambahkan, Perminas akan menjalankan penugasan dari pemerintah untuk mengelola sejumlah tambang tertentu, termasuk tambang Martabe di Sumatera Utara yang sebelumnya dikelola oleh PT Agincourt Resources.

"Oh nggak (masuk holding), Perminas itu kan PT sendiri. PT sendiri ya miliknya Danantara," pungkasnya.

Prabowo Pamer Danantara Jadi Kekuatan Masa Depan Indonesia di WEF Davos

Hal itu dipaparkan Presiden Prabowo saat berpidato pada pertemuan tahunan Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss, pada Kamis 22 Januari 2026. Tampak dalam foto, Presiden Indonesia, Prabowo Subianto mengangkat tangan saat menyampaikan pidato khusus (special address) pada pertemuan tahunan Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss, pada Kamis 22 Januari 2026. (Fabrice COFFRINI/AFP)

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memperkenalkan Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) kepada publik internasional dalam forum internasional World Economic Forum (WEF) Davos, Swiss pada Kamis (22/1/2026).

Pada kesempatan itu, Prabowo menyampaikan maksud pembentukan Danantara pada Februari 2025. Lantaran pertumbuhan ekonomi membutuhkan tata kelola negara dan pemasukan modal, khususnya alokasi dan realisasi modal yang efisien. 

"Danantara berarti energi untuk menggerakkan masa depan Indonesia. Danantara merupakan sovereign wealth fund (SWF) dengan aset kelolaan mencapai USD 1 triliun," ujar Prabowo. 

"Dengan Danantara, saya bisa berdiri di sini di hadapan Anda sebagai mitra yang setara. Indonesia saat ini bukan hanya negara dengan kedamaian dan stabilitas, tak hanya negara dengan peluang besar," tegasnya. 

 

Industri Masa Depan

Bersama Danantara, kata Prabowo, Indonesia kini mampu berinvestasi dengan negara luar. Danantara disebutnya hadir untuk membiayai industri masa depan yang akan dijalankan oleh Indonesia. 

"Itulah mengapa kami membangun Danantara dengan pengawasan yang kuat dan tanggung jawab kelembagaan. Kami berupaya menemukan kepala eksekutif terbaik untuk memimpinnya, baik warga negara Indonesia maupun asing," ucap Prabowo. 

"Inilah sebenarnya bagaimana kita sekarang menjalankan Indonesia. Mulai dari program-program sosial kita,hingga upaya kita untuk memanfaatkan sumber daya alam kita secara maksimal,hingga upaya kita untuk mencapai swasembada pangan dan energi. Semuanya kini disertai dengan pengawasan yang ketat, dan para pemimpin yang cakap," tuturnya. 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya