Indonesia Bakal Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi 6% pada 2026

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa prediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat mencapai 5,5% pada kuartal I 2026.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 27 Januari 2026, 20:19 WIB
Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa yakin pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat dipacu lebih tinggi pada 2026. (merdeka.com/Arie Basuki)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat dipacu lebih tinggi pada 2026. Pemerintah Indonesia membidik ekonomi nasional mampu menembus level 6 persen, keluar dari tren pertumbuhan ekonomi 5 persen yang selama ini membayangi.

Optimisme itu didasarkan pada membaiknya kinerja domestik, ruang kebijakan yang masih longgar, serta dorongan belanja pemerintah dan masyarakat.

"Saya ingin mendorong terus ekonomi tahun ini ke arah 6 persen dengan berbagai cara. Kalau itu terjadi, kita sudah mengalami breakout dari kutukan 5 persen dan bisa tumbuh lebih cepat lagi,” ujar dia Purbaya di Indonesia Fiscal Forum (IFF) 2026, Jakarta, Selasa (27/1/2026)., dikutip dari keterangan resmi.

Purbaya mengatakan, pada kuartal I-2026 ekonomi Indonesia diprediksi sudah tumbuh sekitar 5,5 persen. Dia menilai, percepatan belanja pemerintah akan mulai terasa sejak awal tahun. Selain itu, momentum Lebaran yang jatuh pada Maret 2026 diyakini akan mendorong konsumsi masyarakat secara signifikan.

Menurut Purbaya, dengan pencapaian pertumbuhan ekonomi yang mencapai 6 persen ini, akan membuka prospek ekonomi yang lebih baik dalam jangka menengah.

Dari sisi domestik, Purbaya menilai kondisi fundamental masih cukup sehat. Inflasi tercatat rendah, yakni 2,92 persen pada Desember 2025. Sementara itu, inflasi inti berada di kisaran 2,3 persen. Jika komponen harga emas dikeluarkan, inflasi bahkan hanya sekitar 1,5 persen.

"Ini menunjukkan permintaan domestik sebenarnya masih relatif rendah,” ujar dia.

 

Ruang untuk Pertumbuhan Ekonomi

Deretan gedung bertingkat terlihat dari jendela gedung pencakar langit di kawasan Jakarta, Kamis (26/12/2019). Pemerintah memproyeksi pertumbuhan ekonomi tahun depan di kisaran 5,2%, berada di bawah target APBN 2020 sebesar 5,3%. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Dengan kondisi tersebut, Purbaya melihat pemerintah memiliki ruang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lebih cepat tanpa harus khawatir pada lonjakan suku bunga acuan.

Ia menilai Bank Sentral tidak akan terbebani tekanan inflasi yang berlebihan jika stimulus ekonomi diperkuat.

"Artinya saya punya ruang untuk mendorong ekonomi ke tingkat yang lebih cepat lagi,” kata dia.

Purbaya menekankan pentingnya kepercayaan publik dan regulator dalam menggerakkan ekonomi. Ia menyebut kondisi ekonomi sangat dipengaruhi oleh apa yang dipercaya masyarakat.

"Saya ciptakan harapan bahwa ekonomi akan membaik, lalu saya masukkan instrumennya, baik fiskal, moneter, dan lainnya,” kata dia.

 

Harapan Menkeu Purbaya

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: Liputan6.com/Arief RH)

Melalui sinergi kebijakan tersebut, Purbaya berharap sisi fiskal, permintaan, dan penawaran dapat bergerak bersama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Upaya ini juga akan diselaraskan dengan penguatan investasi, perbaikan iklim usaha, serta peningkatan produktivitas sektor riil. Pemerintah berharap langkah tersebut dapat menciptakan lapangan kerja, menjaga daya beli, dan memastikan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif serta berkelanjutan ke depan.

Dalam jangka menengah, strategi ini menjadi fondasi penting pembangunan ekonomi nasional secara berkesinambungan dan terukur berkelanjutan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya