Saham PTRO Merosot 9,25%, Kapitalisasi Pasar Sentuh Level Segini

Begini gerak saham PT Petrosea Tbk (PTRO) saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada perdagangan saham Senin, (26/1/2026).

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 26 Januari 2026, 18:33 WIB
Harga saham PT Petrosea Tbk (PTRO) bergerak di zona merah pada Senin, (26/1/2026).(Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Harga saham PT Petrosea Tbk (PTRO) betah di zona merah pada perdagangan saham Senin, (26/1/2026). Koreksi harga saham PTRO terjadi di tengah laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menghijau.

Mengutip data RTI, harga saham PTRO ditutup turun 9,25% ke posisi Rp 8.325 per saham. Harga saham PTRO dibuka turun 400 poin ke posisi Rp 8.775 per saham. Harga saham PTRO berada di level tertinggi Rp 9.350 dan level terendah Rp 8.275 per saham. Total frekuensi perdagangan 78.945 kali dengan volume perdagangan saham 1.988.033 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 1,7 triliun. Kapitalisasi pasar saham mencapai Rp 83,97 triliun.

Berdasarkan data Google Finance, harga saham PTRO melemah 34,96% dalam lima hari terakhir. Sepanjang 2025, saham PTRO melompat 107,09%.

IHSG hari ini ditutup menguat 0,27% ke posisi 8.975,33. Indeks saham LQ45 melesat 1,01% ke posisi 882,43. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau. Pada perdagangan saham Senin pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 9.058,04. Pada sesi kedua, IHSG sempat berbalik arah melemah. IHSG menyentuh posisi terendah di 8.923,52.

Pada awal pekan ini, sebanyak 428 saham melemah sehingga tahan kenaikan IHSG. 267 saham menguat dan 110 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan 3.836.236 kali dengan volume perdagangan saham 57,5 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 37 triliun. Sementara itu, dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di posisi 16.759.

Transaksi harian saham menyampai Rp 37 triliun seiring transaksi saham PT Bhakti Multi Artha Tbk (BHAT) mencapai Rp 1,5 triliun di pasar negosiasi. Di pasar negosiasi, transaksi harian saham BHAT mencapai lima klai dan ditutup naik 0,39% ke posisi Rp 1.280 per saham. Total volume perdagangan saham 12.027.750 saham.

Mayoritas sektor saham melemah kecuali sektor saham basic naik 4,45%, sektor saham consumer nonsiklikal bertambah 0,41% dan sektor saham transportasi menanjak 1,67%.

Sektor saham energi merosot 2,39%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham industri melemah 1,92%, sektor saham consumer silikal terpangkas 1,97%. Lalu sektor saham kesehatan merosot 1,54%, sektor saham keuangan susut 0,66%, sektor saham properti terperosok 2,04%. Kemudian sektor saham teknologi melemah 0,57% dan sektor saham infrastruktur susut 0,86%.

 

 

 

Petrosea (PTRO) Percepat Pembangunan Jalan Tambang Kalteng

PT Petrosea Tbk (PTRO) terus melanjutkan proses diversifikasi dengan menangkap peluang bisnis baru

Sebelumnya, PT Petrosea Tbk (PTRO) menyampaikan perkembangan terbaru terkait lini bisnis jasa pertambangan, khususnya pelaksanaan kontrak dengan PT Pasir Bara Prima (PBP), anak usaha PT Singaraja Putra Tbk (SINI). Proyek tersebut mulai berjalan sejak 13 Agustus 2024 dan berlokasi di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah.

Melansir keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Selasa (30/12/2025), Petrosea mencatat realisasi kegiatan pengupasan dan pemindahan lapisan penutup (overburden removal) telah melampaui 7,2 juta BCM.

Kontrak jasa pertambangan ini berlaku sepanjang usia tambang (life of mine) dengan estimasi nilai sekitar Rp 17,4 triliun. Ruang lingkup pekerjaan meliputi pengupasan overburden dengan perkiraan volume 234,9 juta BCM serta target produksi batubara sekitar 26,0 juta ton.

Perusahaan juga menyebutkan dukungannya terhadap proyek-proyek di dalam grup, termasuk anak usaha pertambangan milik SINI. Langkah ini sejalan dengan rencana PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk untuk mengakuisisi SINI.

Setelah akuisisi tersebut, Petrindo secara konsolidasi akan memiliki sejumlah konsesi tambang batu bara dengan total cadangan sekitar 378 juta ton, yang terdiri dari batubara termal dan metalurgi. 

Jalan Tambang yang Dikelola PT Lintas Kelola Bersama (LKB)

PT Petrosea Tbk (PTRO) mengumumkan laporan keuangan kuartal III 2022. (Foto: laman PT Petrosea Tbk)

Selain itu, PT Lintas Kelola Bersama (LKB), entitas yang dimiliki 51% oleh Petrosea dan 49% oleh PT Pasir Bara Prima, saat ini tengah menyelesaikan pembangunan jalan tambang (hauling road). LKB bertanggung jawab atas pengelolaan dan kepemilikan infrastruktur jalan tambang beserta fasilitas pendukungnya.

Jalan tambang yang dikelola LKB memiliki panjang sekitar 29,6 kilometer dan terbagi dalam enam segmen. Pekerjaan konstruksi jalan tersebut dilaksanakan oleh Petrosea sebagai bagian dari proyek terintegrasi.

“Pencapaian ini menunjukkan kapabilitas Petrosea dalam mengelola proyek jasa pertambangan yang terintegrasi dengan pengelolaan infrastruktur jalan tambang secara berkelanjutan. Ke depan, kami akan memastikan setiap langkah pengembangan, termasuk pengelolaan hauling road, dijalankan secara prudent dan sesuai dengan regulasi yang berlaku,” ujar Presiden Direktur PTRO, Michael.

Petrosea merupakan perusahaan yang bergerak di berbagai bidang jasa, termasuk pertambangan, EPC, EPCI lepas pantai, serta logistik untuk sektor pertambangan dan minyak dan gas, dengan kegiatan operasional di kawasan Asia Pasifik dan Oseania.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya