Dahsyatnya Longsor Cisarua: Panjang Longsoran 2 Kilometer, Luas Area Pencarian Capai 26 Hektare

Hasil pengukuran terbaru menunjukkan, panjang aliran material longsor Cisarua Kabupaten Bandung, dari mahkota hingga lidah longsoran mencapai lebih dari 2.000 meter.

oleh Dikdik RipaldiDiterbitkan 26 Januari 2026, 17:57 WIB
Tim SAR tengah mencari korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. (Liputan6.com/ Dikdik Ripaldi)

Liputan6.com, Cisarua - Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan, luas operasi pencarian wilayah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, mencapai 26 hektare. Dia mengatakan, hitungan itu lebih luas dari perkiraan awal. 

"Area operasi SAR ini lebih dari 26 hektare," kata Syafii saat ditemui wartawan di Posko SAR, Senin (26/1/2026).

BACA JUGA: Longsor di Lembah Anai, Batu Besar Tutup Jalur Padang-Bukittinggi

Awalnya, material longsor mengalir mengikuti alur sungai yang memang sudah ada. Kemudian aliran tersebut terpecah di beberapa tikungan akibat sedimentasi dan tekanan material. Arah longsoran kemudian melebar ke berbagai sisi.

Hasil pengukuran terbaru, katanya, panjang aliran material longsor dari mahkota hingga lidah longsoran mencapai sekitar 2.009 meter atau mencapai 2 kilometer.

"Kita hanya bisa menentukan bahwa panjang dari mahkota satu mahkota yang sudah di kasih tanda dengan lidah dari longsoran ini mencapai dua ribu sembilan meter," katanya.

Namun, dia menegaskan bahwa hitungan itu sesuatu yang belum tentu akurat karena bisa jadi terdapat pelebaran ke kiri atau kanan.

"Jarak pada saat diukur ternyata diketahui bahwa mahkota longsor awalnya diinformasikan titiknya sudah jelas. Ternyata pada saat cuaca bagus terbuka, ternyata ada dua mahkota," ujarnya.

Sementara, lebar longsoran juga terbilang dinamis. Berdasarkan pemantauan di lapangan, titik terlebar longsoran diperkirakan mencapai sekitar 140 meter.

"140 yang kira-kira yang terlebarnya," sebut dia.

Dari amatan citra sebelum dan pascabencana, kawasan permukiman yang terdampak dihuni sedikitnya 34 kepala keluarga. Struktur wilayah permukiman tersebut juga memperumit pencarian.

"Dari gambar before after-nya itu sebenarnya antara rumah satu dengan rumah yang lain itu, jalan dengan rumah-rumah ini, atap-atap rumah ini, ada di bawah jalan. Sementara jalan itu pun saat ini juga sudah hampir ketutup. Di situ sebenarnya situasi yang ada," jelas dia.

 

 

Update Data Korban

Badan SAR Nasional (Basarnas) bersama tim SAR gabungan telah mengevakuasi sebanyak 29 body pack atau kantong jenazah korban terdampak bencana longsor Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Jenazah kemudian diserahkan ke Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat untuk diketahui identitasnya.

Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan, ke-29 jenazah yang ditemukan merupakan hasil pencarian sejak hari pertama, 24 hingga 26 Januari 2026. Hingga saat ini, proses pencarian korban terdampak masih berlangsung.

"Yang pertama bahwa jumlah korban yang kita evakuasi hari ini ada empat body pack dan itu sudah kita serah terimakan. Sehingga total dari pertama kali kita melaksanakan operasi korban yang kita serahkan dalam bentuk body pack totalnya ada 29 body pack," kata Syafii di Posko Basarnas, Senin (26/1/2026).

Dia mengatakan, jenazah yang ditemukan oleh Basarnas maupun tim gabungan tidak semuanya dalam keadaan utuh. Oleh karenanya, pihaknya menyerahkan seluruh jenazah ke tim DVI Polda Jawa Barat untuk proses identifikasi identitas para korban.

"Karena itu kita tidak kepengin spekulasi karena pada saat kita sampaikan bahwa yang kita temukan adalah korban kemudian nanti ketemu bodypart nanti pasti akan berkembang lagi konfirmasinya. Karena itu, apapun temuan yang didapat oleh tim SAR gabungan akan kita serahkan kepada DVI untuk nanti diidentifikasi," jelas dia.

Syafii mengatakan, Basarnas bekerja untuk mencari korban dari peristiwa bencana longsor di kawasan tersebut. Sementara untuk jumlah korban yang teridentifikasi masuk pada ranah tim DVI.

"Kemudian yang kedua, bahwa kita saat ini sudah tidak lagi bersinggungan dengan update data personel yang hilang. Karena memang tugas pokok kita tidak untuk mencari," katanya.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya