Alasan Basarnas Hentikan Operasi SAR Kecelakaan Pesawat ATR Jatuh di Gunung Bulusaraung

Basarnas resmi menutup Operasi SAR kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Bulusaraung setelah tujuh hari pencarian dan evakuasi korban.

oleh Luqman RimadiFauzanDiterbitkan 24 Januari 2026, 04:05 WIB
Tim SAR Gabungan masih terus melakukan evakuasi terhadap korban pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Pegunungan Bulusaraung Sulsel. (Liputan6.com/ Fauzan)

Liputan6.com, Jakarta - Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) resmi menutup Operasi SAR pencarian korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di wilayah pegunungan Bulusaraung pada hari ketujuh pelaksanaan.

Kepala Basarnas RI Mohammad Syafii mengatakan, keputusan penutupan operasi diambil setelah seluruh korban yang ditemukan berhasil dievakuasi dan diserahkan kepada tim Disaster Victim Identification (DVI).

“Malam hari ini. Saya selaku Kepala Badan SAR Nasional, selaku SAR Coordinator, mendeclare bahwa operasi pencarian dan evakuasi terhadap kecelakaan pesawat ATR saya nyatakan selesai,” kata Syafii saat konferensi pers di Kantor Basarnas Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat malam.

Ia menjelaskan, pada hari ketujuh Operasi SAR, tim berhasil menemukan tujuh body pack, terdiri atas enam kantong berisi jenazah utuh dan satu kantong berisi potongan tubuh (body part). Seluruhnya telah diserahkan ke tim DVI untuk proses identifikasi.

 

 

 

Sejumlah Korban Telah Teridentifikasi

Basarnas serahkan seluruh korban penumpang pesawat ATR 42-500 ke tim DVI Polri. (Liputan6.com/Fauzan)

Sebelumnya, empat body pack telah lebih dulu diserahkan ke Posko DVI Biddokkes Polda Sulawesi Selatan di Makassar. Dari jumlah tersebut, tiga korban telah teridentifikasi dan jenazahnya diserahkan kepada keluarga, sementara satu kantong masih dalam proses identifikasi.

“Kita sama-sama menyaksikan cuaca hari ini cukup baik. Hari pertama kondisi cuaca sangat sulit. Hari kedua kita menemukan korban pertama, hari ketiga korban kedua. Dan hari ini, ketujuh operasi secara optimal mengevakuasi seluruh korban yang ditemukan,” paparnya.

Meski Operasi SAR dinyatakan selesai, Syafii menegaskan bahwa kegiatan pencarian tidak sepenuhnya ditutup. Berdasarkan hasil koordinasi lintas sektor, termasuk dengan tim DVI dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), operasi dapat kembali dilanjutkan jika ditemukan korban tambahan atau serpihan pesawat.

“Perlu kami sampaikan, operasi tidak mungkin ditutup sepenuhnya. Apabila sewaktu-waktu ditemukan bagian tubuh korban atau serpihan pesawat, operasi akan dilanjutkan dengan operasi kesiagaan rutin oleh Kantor Basarnas Makassar,” ujarnya.

Syafii menyebutkan, hingga kini Basarnas telah menyerahkan total 11 body pack kepada tim DVI. Dari jumlah tersebut, tiga korban telah teridentifikasi dan diserahkan kepada keluarga.

“Saya ingin sampaikan ada tiga sudah diserahkan kepada keluarga, satu masih diidentifikasi. Kemudian hari ini tujuh body pack diserahkan ke DVI. Jadi dapat saya pastikan ada 11 body pack kita temukan. Pihak DVI Polri menyampaikan, sudah benar ada 10 jenazah,” ucapnya.

Serahkan Black Box ke KNKT

Penyerahan bagian tubuh (body part) serta sejumlah barang pribadi yang diduga milik korban ketiga kecelakaan pesawat ATR 42-500 pada Rabu (21/1/2026). (Fauzan/Liputan6.com)

Selain evakuasi korban, Basarnas juga telah menyerahkan dua unit black box pesawat kepada KNKT untuk kepentingan investigasi penyebab kecelakaan.

Dalam kesempatan itu, Syafii menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam operasi, mulai dari TNI AD, TNI AU, TNI AL di wilayah Sulawesi Selatan, Polda Sulsel dan jajaran, relawan SAR, hingga masyarakat setempat.

Sejauh ini, tim DVI telah mengidentifikasi tiga korban kecelakaan pesawat tersebut, yakni Florencia Lolita Wibisono, Deden Maulana, dan Esther Aprilita Binarsit Sianipar.

Sebelumnya, pesawat ATR 42-500 dengan nomor registrasi PK-THT milik Indonesia Air Transport (IAT) yang membawa 10 orang dengan rute Jogjakarta–Makassar mengalami kecelakaan di pegunungan Bulusaraung, Ka

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya