Liputan6.com, Jakarta - PT Folago Global Nusantara Tbk (IRSX) melalui lini bisnis film Folago Pictures resmi menjalin kerja sama strategis dengan menandatangani Memorandum of Understanding (MOU) co-investment untuk lebih dari 10 proyek film layar lebar.
Kerja sama ini dilakukan bersama sejumlah studio film ternama di Indonesia, seperti Visinema Pictures, MVP Pictures, VMS Pictures, Tiger Wong Entertainment, serta KUY STUDIO. Dengan mengusung skema co-investment berbasis asset-light, perseroan membidik lonjakan pendapatan hingga 200% sekaligus membangun pipeline konten jangka menengah yang didukung model bisnis berkelanjutan.
Advertisement
Prosesi penandatanganan MOU dihadiri langsung oleh para pengambil keputusan utama dari masing-masing mitra, di antaranya Angga Dwimas Sasongko dari Visinema, Raam Punjabi dan Vikas Chand Sharma dari MVP Pictures, Baim Wong dari Tiger Wong Entertainment, Sean Gelael dari KUY STUDIO, serta Tony Ramesh dari VMS Pictures. Kehadiran para tokoh industri tersebut mencerminkan tingkat kepercayaan terhadap Folago sebagai mitra strategis jangka panjang, alih-alih pesaing dalam ranah kreatif.
Penandatanganan MOU ini menjadi langkah penting bagi IRSX untuk memperkokoh posisinya sebagai entertainment industry powerhouse yang berperan sebagai penyedia modal tepercaya, mitra distribusi, serta partner skalabilitas bagi industri kreatif nasional.
Kolaborasi ini menegaskan Folago (IRSX) tidak membangun studio kreatif yang berkompetisi secara langsung, melainkan mengembangkan platform hiburan terdiversifikasi yang berfokus pada alokasi modal, pembagian risiko, dan perluasan akses monetisasi lintas kanal.
Direktur Utama IRSX, Subioto Jingga, menegaskan langkah tersebut merupakan bagian dari rancangan besar dalam membangun ekosistem Folago.
"Folago hadir sebagai mitra yang berdiri di belakang para studio dan kreator menyediakan modal, struktur bisnis, dan akses distribusi agar setiap proyek dapat tumbuh secara berkelanjutan. Ini bukan taruhan pada satu konten, melainkan pembangunan platform hiburan jangka panjang,” ujarnya.
Skema Co-Investment
Melalui skema co-investment tersebut, IRSX membuka beragam peluang monetisasi, mulai dari pendapatan box office, hak distribusi domestik dan internasional, lisensi OTT, hingga integrasi merek. Pendekatan ini memungkinkan terciptanya sumber pendapatan berulang yang tidak bergantung pada fluktuasi event live, sekaligus meningkatkan daya tarik proyek di mata mitra global.
Dengan pipeline lebih dari 10 film layar lebar yang direncanakan sepanjang 2026, IRSX menegaskan posisinya bukan sebagai rumah produksi tunggal, melainkan sebagai entertainment powerhouse yang mengintegrasikan film, live entertainment, konten digital, ekonomi talenta, dan teknologi dalam satu ekosistem.
Apabila eksekusi strategi berjalan konsisten, langkah ini berpotensi mendorong percepatan pertumbuhan pendapatan sekaligus membuka peluang re-rating valuasi saham IRSX di pasar modal.
Ekspansi IRSX: Akuisisi Perusahaan Baim Wong hingga Bikin Anak Usaha Baru
Sebelumnya, PT Aviana Sinar Abadi Tbk (IRSX), emiten bergerak di bidang pemrograman komputer lainnya mengakuisisi PT Tiger Wong Internasional dan PT Jaya Gemilang Wong milik Muhammad Ibrahim (Baim Wong) pada 28 dan 29 Agustus 2025. Akuisisi ini dilakukan untuk mendukung ekspansi Perseroan.
Setelah akuisisi, Aviana Sinar Abadi mengubah nama PT Tiger Wong Internasional menjadi PT Folago Digital Media dan PT Jaya Gemilang menajdi PT Folago Karya Indonesia. Masing-masing nilai akuisisi dua perusahaan itu sebesar Rp 400 juta.
Mengutip keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Kamis (11/9/2025), Direktur Utama PT Aviana Sinar Abadi Tbk Gusti Ngurah Komang Panji Pramana menuturkan, Perseroan akuisisi 80% saham Tiger Wong Internasional dari Baim Wong sebesar 1.375 lembar saham, PT Hidayah Insan Global sebesar 2.375 saham dan Djamin sebesar 250 lembar saham. Setelah transaksi kepemilikan saham PT Tiger Wong Internasional menjadi Perseroan sebesar 80% dan PT Matra Abadi sebesar 1.000 lembar saham.
Adapun PT Tiger Wong Internasional yang berganti nama menjadi PT Folago Digital Media akan menjalankan bisnis di bidang jual beli produk digital utama yakni digital gift. “Transaksi tersebut akan mendukung ekspansi Perseroan di bidang jual beli produk digital utamanya digital gift,” ujar Gusti.