Liputan6.com, Jakarta - Pemimpin Kerajaan Britania Raya atau Raja Inggris, Raja Charles III berkomitmen untuk membantu perbaikan ekosistem dan memperindah pemulihan 57 taman nasional di Indonesia.
Pernyataan ini disampaikan oleh Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya setelah pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dengan Raja Charles III di Istana St. James.
Advertisement
Ia mengatakan, komitmen ini terjalin untuk memperbaiki ekosistem dan pemulihan puluhan taman nasional Indonesia.
"Bapak Presiden Prabowo bertemu dengan Raja Charles III, kemudian intinya adalah ada kerja sama dan komitmen dari Inggris untuk membantu Indonesia dalam memperbaiki ekosistem dan memperindah pemulihan 57 taman nasional di Indonesia," ujar Teddy, mengutip Antara, Jumat (23/1/2026).
Saat ini, dukungan tersebut telah berjalan di dua lokasi, yakni Taman Nasional Way Kambas dan Peusangan di Aceh.
"Yang sudah berlangsung sekarang itu ada Taman Nasional di Way Kambas terkait gajah, kemudian juga ada di Peusangan, di Aceh," ucapnya.
Sebelumnya, kawasan konservasi gajah di Peusangan itu adalah milik Presiden Prabowo yang kemudian diserahkan kepada negara beberapa tahun lalu.
Kawasan tersebut dikelola oleh World Wide Fund for Nature (WWF) sebagai bagian dari upaya perlindungan satwa dan pemulihan ekosistem.
Total luas lahan yang diserahkan mencapai sekitar 90 hektare yang tersebar di sejumlah lokasi.
"Itu kurang lebih 90 ribu hektare totalnya, tapi ada mencar-mencar," kata dia.
Selain untuk konservasi gajah, lahan itu juga dimanfaatkan sesuai kebutuhan perlindungan berbagai ekosistem.
"Tidak seluruhnya untuk konservasi gajah. Nanti disesuaikan oleh WWF, mana yang untuk gajah, mana yang untuk ekosistem lainnya," pungkas Teddy.
Pertemuan dengan Filantropi Lingkungan
Presiden Prabowo dan Raja Charles III menjalani pertemuan dengan sekelompok filantropi lingkungan Indonesia-Inggris.
Dalam pertemuannya, mereka berdiskusi mengenai berbagai program konservasi, termasuk konservasi gajah yang menjadi perhatian bersama.
Menteri Lingkungan Hidup (Menteri LH) Hanif Faisol Nurofiq, Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni, Seskab Teddy, dan Wakil Ketua Komisi I DPR RI Budisatrio Djiwandono juga turut mendampingi dalam pertemuan ini.
Selain itu, dalam pertemuan ini, Presiden Prabowo juga turut menghadirkan Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo.
Saat ini, Raja Charles III masih menduduki jabatan sebagai pembina (patron) untuk WWF United Kingdom (UK). Oleh karena itu, bahasan tentang lingkungan dan konservasi ini dipandang penting.
Melalui kemitraan dengan The Department for Environment, Food and Rural Affairs (DEFRA), Kerajaan Inggris, The Royal Foundation, WWF, dan International Advisory Panel on Biodiversity Credits, Indonesia berkomitmen memperkuat kapasitas nasional dalam pengembangan mekanisme pembiayaan biodiversitas, pembangunan kapasitas kredit biodiversitas, serta pemberantasan kejahatan lingkungan.
Pemilihan Konservasi sebagai Langkah Strategis Nasional
Menteri Hanif mengatakan, pemilihan keberlanjutan konservasi ini dinilai sebagai langkah strategis untuk memastikan pembangunan nasional tetap berada dalam batas daya dukung lingkungan.
"Keputusan untuk memperkuat kawasan konservasi di dalam lanskap produksi menunjukkan bahwa negara hadir memastikan pembangunan berjalan selaras dengan perlindungan ekosistem dan satwa liar," tutur Hanif.
Peusangan Elephant Conservation Initiative (PECI) di Aceh diperkenalkan oleh pihak Indonesia sebagai contoh nyata pendekatan bentang alam hidup yang mengintegrasikan perlindungan habitat Gajah Sumatera, agroforestri regeneratif, serta penguatan ekonomi berbasis masyarakat.
Indonesia sebagai negara dengan keanekaragaman hayati terbesar kedua di dunia, memandang biodiversitas sebagai aset nasional sekaligus fondasi ketahanan ekonomi berkelanjutan.
Hanif juga menuturkan, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) bersama KLH/BPLH, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dan lembaga terkait, telah menyusun Indonesia Biodiversity Strategy and Action Plan (IBSAP) 2025-2045 sebagai kerangka pengarusutamaan perlindungan alam lintas sektor dan mobilisasi pembiayaan berkelanjutan.